logo ppid jember kim
Oleh : Badan Penanggulangan Bencana Daerah

BPBD Jember Kembali Distribusikan 5.000 Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan di Kalisat

  • 09 Agustus 2026
  • Dibaca 44 Kali
Bagikan Via:
bpbd-jember-kembali-distribusikan-5000-liter-air-bersih-untuk-warga-terdampak-kekeringan-di-kalisat-20260810

BPBD Jember Kembali Distribusikan 5.000 Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan di Kalisat

JEMBER, 09 AGUSTUS 2026 – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember kembali melakukan pendistribusian bantuan air bersih bagi masyarakat yang terdampak bencana kekeringan. Sebanyak 5.000 liter air bersih disalurkan kepada warga di Dusun Kidul dan Dusun Karangpring, Desa Sumberjeruk, Kecamatan Kalisat, pada Minggu 09 Agustus 2026.

Kegiatan tersebut merupakan distribusi air bersih ke-15 sebagai bagian dari upaya penanganan dampak kekeringan yang terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Jember selama musim kemarau. Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Jember tiba di lokasi sekitar pukul 13.00 WIB untuk melakukan pendampingan sekaligus memastikan proses penyaluran bantuan berjalan tertib dan tepat sasaran.

Berdasarkan hasil asesmen TRC BPBD pada 6 Agustus 2026, terdapat sedikitnya 77 kepala keluarga (KK) di Desa Sumberjeruk yang membutuhkan bantuan air bersih. Di Dusun Kidul, kebutuhan tersebut tercatat di RT 1 RW 8 sebanyak sekitar 20 KK dari total 145 KK serta RT 1 RW 6 sebanyak sekitar 15 KK dari total 25 KK.

Sementara itu, di Dusun Karangpring, kebutuhan air bersih teridentifikasi di RT 2 RW 1 sebanyak sekitar 22 KK dari total 220 KK dan RT 3 RW 1 sebanyak sekitar 20 KK dari total 80 KK.

Kondisi tersebut terjadi akibat musim kemarau yang menyebabkan ketersediaan sumber air bersih bagi masyarakat mengalami penurunan. Hasil asesmen lapangan kemudian menjadi dasar rekomendasi untuk dilakukan pendistribusian air bersih secara berkala guna memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak.

Dalam pelaksanaannya, BPBD Kabupaten Jember bersama Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya serta Lingkungan Hidup (PRKPLH), perangkat Desa Sumberjeruk, RT/RW, dan masyarakat setempat melakukan penyaluran air ke sejumlah tandon yang telah tersedia. Proses distribusi berlangsung dengan aman, lancar, dan kondusif.

Tim Reaksi Cepat BPBD Jember, Didi Teguh, menyampaikan bahwa pendistribusian air bersih merupakan langkah tanggap untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar selama kondisi kekeringan masih berlangsung.

“Penyaluran air bersih ini merupakan bentuk respons terhadap kebutuhan masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air akibat dampak musim kemarau. Kami berupaya agar bantuan dapat tersalurkan kepada warga yang membutuhkan dan dilakukan secara berkala sesuai hasil asesmen di lapangan,” ujar Didi Teguh.

Menurutnya, penanganan kekeringan tidak hanya dilakukan melalui pendistribusian air, tetapi juga memerlukan pemantauan secara berkelanjutan terhadap kondisi masyarakat dan ketersediaan sumber air di wilayah terdampak.

“Koordinasi antara BPBD, pemerintah desa, perangkat RT/RW, dinas terkait, dan masyarakat sangat penting agar distribusi dapat berjalan efektif. Berdasarkan kondisi saat ini, distribusi air bersih direkomendasikan dilakukan setiap tiga hari sekali dengan kapasitas sekitar 5.000 liter,” tambahnya.

Kegiatan distribusi air bersih tersebut dilaksanakan berdasarkan Surat Keputusan Bupati Jember tentang Status Siaga Darurat Bencana Kekeringan, Kebakaran Hutan dan Lahan Kabupaten Jember Tahun 2026, serta surat permohonan dari Pemerintah Desa Sumberjeruk terkait kebutuhan air bersih.

Selain itu, pelaksanaan distribusi juga mengacu pada hasil asesmen TRC BPBD yang merekomendasikan tindak lanjut berupa pemenuhan kebutuhan air bersih bagi masyarakat terdampak.

Bantuan air bersih sebanyak 5.000 liter kemudian selesai didistribusikan kepada warga dan tandon yang tersedia. Setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai, tim kembali ke Mako BPBD Kabupaten Jember pada pukul 15.00 WIB.

BPBD Kabupaten Jember bersama unsur terkait akan terus melakukan pemantauan terhadap wilayah yang mengalami dampak kekeringan. Distribusi lanjutan akan dilakukan sesuai kebutuhan dan hasil pemantauan lapangan, dengan rekomendasi penyaluran setiap tiga hari sekali untuk membantu menjaga ketersediaan air bersih bagi masyarakat.

Hingga kegiatan berakhir, tidak terdapat kendala dalam proses distribusi. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, lancar, dan kondusif. (bob)

Galeri Foto