BPBD Jember Turun Tangan Tangani Krisis Air Bersih 70 KK di Sumberbaru
- 22 Oktober 2026
- Dibaca 88 Kali
Bagikan Via:
BPBD Jember Turun Tangan Tangani Krisis Air Bersih 70 KK di Sumberbaru
JEMBER, 22 OKTOBER 2026 – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember turun tangan menangani persoalan kesulitan air bersih yang dialami sekitar 70 kepala keluarga (KK) di RT 03/RW 13, Dusun Tampingan, Desa Gelang, Kecamatan Sumberbaru.
Kesulitan air bersih tersebut telah berlangsung sekitar satu pekan dan menyebabkan kebutuhan air warga terganggu. Kondisi itu bahkan sempat memicu cekcok antarwarga akibat memperebutkan air bersih.
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Jember melakukan asesmen langsung ke lokasi pada Kamis, 22 Oktober 2026. Asesmen dilakukan untuk mengetahui kondisi warga, mengecek sumber air, serta mencari penyebab terhentinya pasokan air ke permukiman.
Tim Pusdalops BPBD Kabupaten Jember, Firman Arifianto, mengatakan berdasarkan hasil pemeriksaan di lapangan, persoalan yang dialami warga bukan disebabkan oleh hilangnya sumber air, melainkan adanya persoalan teknis pada jaringan pipanisasi Himpunan Penduduk Pemakai Air Minum (Hipam).
“Dari hasil asesmen, sekitar 70 KK di RT 03/RW 13 mengalami kesulitan air bersih karena pipanisasi Hipam dari sumber mata air di Perkebunan Sumberpandan, Desa Gelang, tidak lagi mengalir ke wilayah tersebut selama sekitar satu minggu,” kata Firman.
Menurut dia, tim BPBD bersama warga dan pengelola Hipam kemudian melakukan penelusuran terhadap sumber dan jalur pipa. Hasilnya diketahui bahwa jaringan pipanisasi yang sebelumnya mengalir ke Dusun Tampingan telah dipindahkan dan dialihkan menuju Dusun Jatikoong, Desa Jatiroto.
BPBD selanjutnya melakukan koordinasi dan diskusi dengan Kepala Desa Gelang, kepala dusun, Babinsa, Satpol PP, pengelola Hipam, pelapor, serta warga terdampak. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan persoalan dapat segera ditangani tanpa menimbulkan konflik antarwilayah.
Dalam asesmen tersebut, TRC BPBD juga mengecek kondisi kamar mandi warga, sumber mata air, serta kondisi jaringan pipanisasi yang menjadi sumber pasokan air masyarakat.
“BPBD melakukan asesmen sekaligus memfasilitasi koordinasi dengan unsur terkait untuk mencari solusi terhadap persoalan yang terjadi. Dari hasil koordinasi, disepakati jalur pipanisasi dikembalikan ke jalur semula agar air kembali mengalir ke Dusun Tampingan,” ujar Firman.
Kepala Desa Gelang bersama sejumlah tokoh masyarakat kemudian melakukan mediasi dengan Pemerintah Desa Jatiroto. Hasil mediasi menyepakati pengembalian jaringan pipanisasi ke Desa Gelang.
Rencananya, Jumat (23/10/2026) mulai pukul 07.00 WIB, Muspika Sumberbaru bersama pemerintah desa dan pengelola Hipam akan melakukan kerja bakti untuk mengembalikan jaringan pipa ke Desa Gelang. Sementara aliran air menuju Desa Jatiroto akan dihentikan.
BPBD Jember juga merekomendasikan agar Camat Sumberbaru melakukan penanganan lebih lanjut terhadap pengelolaan Hipam. Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan distribusi air bersih berjalan baik dan persoalan serupa tidak kembali terjadi.
Dalam penanganan ini, BPBD Jember berperan melakukan asesmen kondisi warga, memverifikasi sumber dan jalur air, mengidentifikasi penyebab gangguan, serta mengoordinasikan unsur terkait untuk mendapatkan solusi.
“Harapannya, setelah jalur pipanisasi dikembalikan, distribusi air bersih ke Dusun Tampingan dapat kembali normal dan kebutuhan dasar warga segera terpenuhi,” kata Firman.
Penanganan tersebut melibatkan BPBD Kabupaten Jember, Satpol PP, Koramil Sumberbaru, Pemerintah Desa Gelang, kepala dusun, pengelola Hipam, serta warga setempat. (tgh)