Bubasan Tepi Jalan Kencong–Sukoreno, Langkah Sederhana untuk Perjalanan Lebih Aman.
- 21 Agustus 2026
- Dibaca 23 Kali
Bagikan Via:
Bubasan Tepi Jalan Kencong–Sukoreno, Langkah Sederhana untuk Perjalanan Lebih Aman.
JEMBER, 20 AGUSTUS 2026 - Kondisi jalan bukan hanya soal permukaan aspal yang baik. Bagian tepi jalan juga perlu mendapat perhatian agar akses yang digunakan masyarakat setiap hari tetap aman, nyaman, dan terlihat terawat.
Hal inilah yang menjadi perhatian Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Jember melalui kegiatan bubasan tepi jalan di ruas Kencong–Sukoreno, Kecamatan Kencong pada Kamis 20 Agustus 2026.
Kegiatan bubasan dilakukan dengan memangkas dan membersihkan tumbuhan liar, rumput, serta semak yang mulai tumbuh cukup lebat di sepanjang sisi jalan. Vegetasi yang terlalu rimbun dirapikan agar tidak mengganggu ruang jalan maupun pandangan para pengguna jalan yang melintas.
Istilah "bubasan" memang merujuk pada kegiatan pembersihan, pembabatan, atau perapian rumput liar dan semak belukar di bahu jalan. Kata ini berakar dari bahasa Jawa, di mana "bubas" atau "mbumbas" bermakna membersihkan lahan dari rumput atau tanaman pengganggu hingga bersih/gundul.
Pekerjaan tersebut merupakan bagian dari pemeliharaan rutin infrastruktur jalan. Meski terlihat sederhana, kegiatan seperti ini memiliki manfaat yang cukup besar. Tepi jalan yang bersih dan terbuka dapat membantu pengendara melihat kondisi di sekitar jalan dengan lebih jelas, terutama pada titik-titik tertentu yang membutuhkan jarak pandang cukup luas.
Koordinator DPUPR Jember Wilayah Kencong, Abu Ashari, menjelaskan bahwa kegiatan bubasan dilakukan sebagai bentuk pemeliharaan terhadap kondisi ruas jalan yang menjadi akses masyarakat. Menurutnya, perawatan tidak selalu harus menunggu sampai terdapat kerusakan pada badan jalan.
“Pemeliharaan jalan itu bukan hanya memperbaiki aspal yang rusak. Kondisi di sisi jalan juga perlu kita perhatikan. Kalau rumput dan semak sudah terlalu rimbun, tentu perlu dirapikan supaya pandangan pengguna jalan tidak terganggu dan kondisi ruas jalan juga terlihat lebih tertata,” ujarnya.
Menurutnya, ruas Kencong–Sukoreno merupakan salah satu jalur yang cukup sering digunakan masyarakat untuk berbagai keperluan. Mobilitas warga di kawasan tersebut membuat kondisi jalan perlu terus diperhatikan, termasuk kebersihan dan kerapian pada bagian tepinya.
“Ruas ini setiap hari digunakan masyarakat. Ada yang berangkat kerja, sekolah, membawa hasil pertanian, maupun aktivitas lainnya. Jadi kami berupaya menjaga supaya kondisi jalannya tetap nyaman digunakan,” lanjutnya.
Dalam pelaksanaan di lapangan, petugas melakukan pemangkasan pada bagian vegetasi yang sudah terlalu lebat. Tumbuhan yang berada di sisi jalan dirapikan sehingga batas antara badan jalan dan lingkungan sekitar menjadi lebih jelas.
Bagi pengendara, kondisi seperti ini tentu memberikan manfaat tersendiri. Jalan yang sisi-sisinya lebih terbuka membuat pandangan menjadi lebih leluasa. Pengendara dapat lebih mudah memperhatikan kendaraan lain maupun kondisi di sekitar ruas jalan.
Terlebih pada jalan yang digunakan secara rutin oleh masyarakat, faktor jarak pandang menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan. Semak atau tanaman yang tumbuh terlalu tinggi di sisi jalan berpotensi menghalangi pandangan pada titik tertentu.
Karena itu, bubasan menjadi salah satu pekerjaan pemeliharaan yang dilakukan untuk mengantisipasi kondisi tersebut. Pekerjaan dilakukan berdasarkan kebutuhan di lapangan, terutama pada bagian yang terlihat mulai rimbun dan membutuhkan penanganan.
Selain meningkatkan kenyamanan, kegiatan ini juga memberikan perubahan pada tampilan ruas jalan. Tepi jalan yang sebelumnya dipenuhi tumbuhan liar menjadi lebih bersih dan tertata. Lingkungan sekitar jalan pun terlihat lebih terawat.
Korwil Kencong menambahkan bahwa pemeliharaan seperti ini akan terus dilakukan sesuai kondisi yang ditemukan di lapangan. Tidak semua ruas memiliki kondisi yang sama, sehingga penanganannya juga menyesuaikan kebutuhan masing-masing lokasi.
“Kami terus melihat kondisi di lapangan. Kalau ada bagian yang memang sudah rimbun dan perlu dibubas, akan kita tindak lanjuti. Harapannya, jalan tetap nyaman dan masyarakat juga merasa lebih aman saat melintas,” jelasnya.
Menurutnya, menjaga kondisi jalan merupakan pekerjaan yang membutuhkan perhatian secara berkelanjutan. Infrastruktur yang sudah dibangun perlu dirawat agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam waktu yang lebih panjang. (yan)