logo ppid jember kim
Oleh : Badan Penanggulangan Bencana Daerah

Bunga Desaku di Tanggul, BPBD Jember Tanamkan Budaya Sadar Bencana kepada 1.150 Pelajar

  • 28 Juli 2026
  • Dibaca 75 Kali
Bagikan Via:
bunga-desaku-di-tanggul-bpbd-jember-tanamkan-budaya-sadar-bencana-kepada-1150-pelajar-20260728

Bunga Desaku di Tanggul, BPBD Jember Tanamkan Budaya Sadar Bencana kepada 1.150 Pelajar

JEMBER, 28 JULI 2026 – Upaya membangun budaya sadar bencana sejak usia sekolah terus diperkuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember. Melalui kegiatan Sosialisasi Tanggap Bencana dalam rangkaian Apel Siswa Program Bunga Desaku, BPBD memberikan edukasi kebencanaan kepada sekitar 1.150 siswa dari SMP Negeri 1 Tanggul, SMP Negeri 3 Tanggul, dan SMP Negeri 4 Tanggul di SMPN 1 Tanggul, Selasa, 28 Juli 2026.

Kegiatan yang merupakan tindak lanjut atas undangan Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Kabupaten Jember tersebut berlangsung tertib dan mendapat antusiasme tinggi dari para peserta. Selain menjadi sarana penyampaian materi, kegiatan ini juga memperkuat sinergi antara BPBD, sekolah, dan pemerintah daerah dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi bencana.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Jember, Maryani, S.Kom., M.M., mengatakan bahwa pendidikan kebencanaan di lingkungan sekolah merupakan investasi penting untuk membentuk generasi yang tangguh menghadapi situasi darurat.

"Anak-anak merupakan kelompok yang perlu memiliki pengetahuan dasar mengenai kebencanaan. Melalui sosialisasi ini kami ingin menanamkan budaya sadar bencana sejak dini agar mereka mampu mengenali risiko, memahami langkah penyelamatan diri, serta tidak panik ketika menghadapi keadaan darurat," ujar Maryani.

Kegiatan dibuka oleh Maryani pada pukul 11.30 WIB, kemudian dilanjutkan penyampaian materi bertajuk Kesiapsiagaan Menghadapi Bencana oleh Farikha Mualida Nafi Arti, S.T., dan Fikri Auzan, S.T. Materi disampaikan secara interaktif melalui komunikasi dua arah dan sesi tanya jawab sehingga para siswa aktif menyampaikan pengalaman maupun pertanyaan terkait kebencanaan.

Dalam pemaparannya, peserta diberikan pemahaman mengenai tugas dan fungsi BPBD yang mencakup pencegahan dan kesiapsiagaan, penanganan tanggap darurat, hingga rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Selain itu, siswa juga dikenalkan pada berbagai jenis bencana yang berpotensi terjadi di Indonesia serta pentingnya membangun kesiapsiagaan di lingkungan sekolah.

Materi praktik penyelamatan diri saat gempa bumi menjadi salah satu bagian yang paling mendapat perhatian peserta. Tim BPBD menjelaskan prosedur Drop, Cover, and Hold On, yakni merunduk, berlindung, dan berpegangan saat terjadi guncangan. Siswa juga diajarkan cara melindungi kepala apabila tidak tersedia pelindung serta prosedur evakuasi menuju titik kumpul secara tertib setelah gempa berhenti.

Menurut Maryani, pemahaman tersebut diharapkan mampu meningkatkan kewaspadaan sekaligus membangun kemampuan siswa dalam mengambil keputusan yang cepat, tepat, dan aman ketika menghadapi situasi darurat. Pengetahuan tersebut juga diharapkan dapat diteruskan kepada keluarga dan lingkungan sekitar sehingga manfaat edukasi semakin luas.

Usai penyampaian materi, tim BPBD mengikuti rangkaian Apel Siswa Program Bunga Desaku yang dilanjutkan dengan sambutan dan arahan Bupati Jember. Kegiatan kemudian ditutup setelah seluruh agenda selesai dan tim kembali ke kantor pada pukul 14.30 WIB.

Melalui sosialisasi ini, BPBD Kabupaten Jember menegaskan komitmennya untuk terus memperluas edukasi kebencanaan di lingkungan pendidikan sebagai bagian dari upaya menciptakan masyarakat yang lebih tangguh, siap, dan memiliki budaya sadar bencana dalam menghadapi berbagai potensi risiko di masa mendatang. (tgh)

Galeri Foto