Camat Jelbuk Dampingi Home Care, Tim Wadul Gus’e Turut Jemput Bola ke Warga
- 24 September 2026
- Dibaca 22 Kali
Bagikan Via:
Camat Jelbuk Dampingi Home Care, Tim Wadul Gus’e Turut Jemput Bola ke Warga
JEMBER, 24 SEPTEMBER 2026 – Pemerintah Kecamatan Jelbuk bersama Tim Kesehatan Puskesmas Jelbuk kembali melaksanakan layanan Home Care dengan mendatangi langsung warga penerima manfaat di sejumlah titik di Desa Suger Kidul, Kecamatan Jelbuk, Kamis 24 September 2026.
Kali ini, pelayanan turut didampingi Tim Wadul Gus’e Kabupaten Jember sebagai bagian dari penguatan koordinasi dalam menjangkau masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan.
Camat Jelbuk Ajib, S.IP. mendampingi langsung kegiatan tersebut bersama Tim Kesehatan Puskesmas Jelbuk dan Tim Wadul Gus’e. Sejumlah penerima manfaat yang dikunjungi antara lain penyandang disabilitas dan lanjut usia (lansia), serta Pengasuh Pondok Pesantren Nahdatul Ulum, KH Sabit Hadi.
Kehadiran Tim Wadul Gus’e memberikan nuansa berbeda dalam pelaksanaan Home Care kali ini. Tim tersebut ikut turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi penerima manfaat sekaligus mendampingi proses pelayanan yang dilakukan tenaga kesehatan.
Salah satu anggota Tim Wadul Gus’e yang turut hadir adalah Ning Niha selaku host. Kehadirannya menjadi bagian dari kolaborasi untuk memperkuat penyampaian informasi mengenai pelayanan pemerintah kepada masyarakat sekaligus memastikan berbagai kebutuhan warga dapat diketahui dan ditindaklanjuti sesuai kewenangan.
Program Home Care sendiri merupakan layanan kesehatan berbasis kunjungan rumah yang digagas Pemerintah Kabupaten Jember. Layanan ini menyasar kelompok masyarakat yang memiliki keterbatasan dalam mengakses fasilitas kesehatan, termasuk lansia, penyandang disabilitas, ibu hamil berisiko tinggi, penderita penyakit kronis, dan balita dengan indikasi stunting.
Kepala Puskesmas Jelbuk, Machus Rovida, mengatakan kunjungan langsung ke rumah penerima manfaat memungkinkan tenaga kesehatan melihat kondisi warga secara lebih menyeluruh. Pemeriksaan tidak hanya dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan, tetapi juga menjadi dasar dalam menentukan kebutuhan pelayanan atau tindak lanjut.
“Home Care kami lakukan untuk memastikan warga yang memiliki keterbatasan akses tetap mendapatkan pelayanan kesehatan. Kami melakukan pemeriksaan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing penerima manfaat,” ujar Machus.
Sementara itu, Camat Jelbuk Ajib, S.IP. menegaskan bahwa Pemerintah Kecamatan Jelbuk akan terus mendukung pelaksanaan Home Care sebagai bentuk pelayanan yang mendekatkan pemerintah kepada masyarakat.
“Bagi kami, Home Care bukan sekadar kunjungan, tetapi bagaimana pemerintah hadir dan melihat langsung kondisi masyarakat. Terutama bagi lansia dan penyandang disabilitas yang memiliki keterbatasan untuk datang ke fasilitas kesehatan,” kata Ajib.
Ia juga mengapresiasi keterlibatan Tim Wadul Gus’e dalam kunjungan tersebut. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor diperlukan agar persoalan yang ditemukan di lapangan dapat segera diketahui dan dikoordinasikan sesuai kebutuhan.
“Kehadiran Tim Wadul Gus’e bersama tenaga kesehatan menjadi tambahan kekuatan dalam menjangkau masyarakat. Apa yang ditemukan di lapangan dapat menjadi bahan koordinasi untuk menentukan langkah selanjutnya,” ujarnya.
Ning Niha selaku host Tim Wadul Gus’e menyampaikan bahwa keterlibatan tim dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya mendengarkan secara langsung kebutuhan masyarakat.
“Kami datang untuk melihat langsung kondisi masyarakat dan mendengarkan apa yang menjadi kebutuhan mereka. Dengan turun langsung seperti ini, kami bisa mendapatkan gambaran yang lebih nyata mengenai kondisi warga,” tutur Ning Niha.
Selain menyambangi warga penyandang disabilitas dan lansia di Desa Suger Kidul, rombongan juga mengunjungi Pengasuh Pondok Pesantren Nahdatul Ulum, KH Sabit Hadi. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari perluasan sasaran pelayanan Home Care kepada tokoh masyarakat dan tokoh agama.
KH Sabit Hadi mengapresiasi kunjungan Tim Home Care yang datang langsung ke lingkungan pesantren. Menurutnya, pelayanan kesehatan yang hadir mendekati masyarakat memberikan kemudahan, khususnya bagi warga yang memiliki keterbatasan untuk mengakses fasilitas kesehatan.
“Pelayanan seperti ini sangat membantu karena tenaga kesehatan datang langsung. Kami berharap program ini terus berjalan dan memberikan manfaat kepada masyarakat,” katanya.
Pelaksanaan Home Care di Jelbuk juga menjadi bagian dari upaya memastikan pelayanan kesehatan tidak berhenti pada pemeriksaan awal. Pemerintah Kabupaten Jember mendorong agar hasil kunjungan dapat ditindaklanjuti sesuai kondisi dan kebutuhan penerima manfaat melalui koordinasi lintas sektor.
Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat sekaligus memperkuat koordinasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan kanal pengaduan masyarakat dalam menindaklanjuti kebutuhan warga. (ama)