Camat Panti Instruksikan 'Jemput Bola' demi Sukseskan Pekan Imunisasi Nasional Campak
- 28 Maret 2026
- Dibaca 221 Kali
Bagikan Via:
Camat Panti Instruksikan 'Jemput Bola' demi Sukseskan Pekan Imunisasi Nasional Campak
JEMBER, 28 MARET 2026 - Menjelang pelaksanaan Pekan Imunisasi Nasional (PIN) yang menyasar penyakit campak, Pemerintah Kecamatan Panti mengambil langkah proaktif dengan memberikan perhatian khusus pada kesiapan setiap Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) di wilayahnya. Langkah ini diambil guna memastikan target cakupan imunisasi mencapai angka maksimal, sekaligus menekan risiko penyebaran penyakit menular di kalangan balita dan anak-anak.
Camat Panti menegaskan bahwa kesehatan anak adalah pilar utama pembangunan sumber daya manusia di tingkat lokal. Oleh karena itu, seluruh jajaran mulai dari perangkat desa, kader kesehatan, hingga tenaga medis di pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) diinstruksikan untuk melakukan skema "jemput bola" dalam menyosialisasikan pentingnya imunisasi campak.
Berdasarkan hasil koordinasi terkini, setiap Posyandu di Kecamatan Panti telah dibekali dengan logistik yang memadai, mulai dari ketersediaan vaksin yang terjaga kualitasnya dalam rantai dingin (cold chain), hingga alat suntik sekali pakai yang steril. Petugas kesehatan juga telah memetakan data sasaran balita secara detail berdasarkan nama dan alamat (by name, by address) untuk memastikan tidak ada anak yang terlewatkan.
"Kami tidak ingin ada satu pun anak di Panti yang luput dari imunisasi ini. Campak bukan penyakit yang bisa disepelekan karena komplikasinya bisa sangat berat. Maka dari itu, Posyandu sebagai garda terdepan harus siap secara teknis maupun mental dalam melayani masyarakat," ujar Camat Panti, Hendra Kusuma, S.Sos, M.M, dalam rapat koordinasi tingkat kecamatan.
Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi adalah masih adanya keraguan dari sebagian orang tua terkait efek samping atau keamanan vaksin. Menanggapi hal ini, Pemerintah Kecamatan Panti menggandeng tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk memberikan edukasi yang menenangkan.
Narasi yang dibangun adalah bahwa imunisasi bukan sekadar program pemerintah, melainkan bentuk kasih sayang orang tua untuk melindungi masa depan anak. Para kader Posyandu dilatih untuk menjelaskan secara persuasif mengenai manfaat jangka panjang dari kekebalan kelompok (herd immunity) yang akan tercipta jika semua anak divaksinasi secara serentak.
Untuk menarik minat masyarakat agar berbondong-bondong datang ke Posyandu, beberapa desa di Kecamatan Panti menyiapkan inovasi unik. Inovasi tersebut mulai dari pemberian makanan tambahan (PMT) yang lebih bervariasi dan bergizi, hingga penyediaan area bermain mini di sekitar lokasi imunisasi agar anak-anak tidak merasa takut saat menunggu giliran.
Selain itu, jadwal pelaksanaan diatur sedemikian rupa agar tidak terjadi penumpukan massa yang berlebihan, sehingga kenyamanan ibu dan bayi tetap terjaga. Petugas juga menyiapkan posko pengaduan jika ditemukan adanya Kejadian Ikutan Pasca-Imunisasi (KIPI), meskipun secara medis vaksin campak yang digunakan telah teruji sangat aman.
Pemerintah Kecamatan Panti berharap, dengan perhatian khusus dan persiapan yang matang ini, angka partisipasi masyarakat dapat mencapai 100 persen. Keberhasilan program imunisasi ini diharapkan dapat menjadi momentum untuk memperkuat sistem kesehatan berbasis komunitas di Panti, sehingga wilayah ini bebas dari ancaman Kejadian Luar Biasa (KLB).
Partisipasi aktif masyarakat adalah kunci. Tanpa kesadaran dari para orang tua untuk membawa buah hatinya ke Posyandu, upaya pemerintah akan sia-sia. Oleh karena itu, seruan "Ayo ke Posyandu!" kini bergema di setiap sudut desa di Panti melalui pengeras suara tempat ibadah maupun kunjungan langsung ke rumah-rumah warga.