logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Kepemudaan dan Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata

Dari Budaya untuk Indonesia, 527 Ancak Agung Antarkan Jember Raih Rekor MURI

  • 23 Agustus 2026
  • Dibaca 3 Kali
Bagikan Via:
dari-budaya-untuk-indonesia-527-ancak-agung-antarkan-jember-raih-rekor-muri-20260823

Dari Budaya untuk Indonesia, 527 Ancak Agung Antarkan Jember Raih Rekor MURI

JEMBER, 23 Agustus 2026 – Ratusan ancak agung memadati ruas jalan menuju Alun-Alun Kabupaten Jember, Minggu (23/8/2026). Tradisi tahunan yang diikuti berbagai elemen masyarakat tersebut berlangsung meriah dan menjadi momentum untuk memperkuat persatuan serta kecintaan terhadap budaya daerah.

Tahun ini, sebanyak 527 ancak agung turut diarak dan berkumpul di kawasan Alun-Alun Jember. Jumlah tersebut sekaligus mengantarkan kegiatan tersebut meraih Rekor MURI. Selain ancak agung, kemeriahan juga ditandai dengan hadirnya gunungan suwar-suwir, salah satu makanan khas yang menjadi identitas kuliner Kabupaten Jember.

Peserta tidak hanya berasal dari masyarakat umum. Sejumlah unsur pemerintahan turut ambil bagian, mulai dari organisasi perangkat daerah (OPD), kecamatan, kelurahan, desa, hingga puskesmas. Kehadiran berbagai elemen tersebut membuat kawasan Alun-Alun Jember dipenuhi masyarakat dan peserta dari berbagai wilayah.

Bupati Jember Muhammad Fawait menegaskan, ancak agung bukan sekadar kegiatan budaya, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkuat persatuan masyarakat.

“Satu dalam cinta, cinta untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia. Karena budaya ini yang mempersatukan kita semuanya.”

Menurutnya, ketika berbicara mengenai budaya dan Indonesia, tidak seharusnya ada sekat yang membedakan masyarakat. Baik perbedaan golongan, partai politik, suku maupun agama.

“Kalau berbicara budaya, berbicara Indonesia, sudah tidak ada sekat golongan, tidak ada sekat partai politik, tidak ada sekat suku, bahkan tidak ada sekat agama. Kita berkumpul menjadi satu saudara-saudara untuk membuktikan bahwa kalau berbicara NKRI, berbicara Indonesia, kita semua kompak,” tegasnya.

Muhammad Fawait juga menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa masyarakat Jember memiliki semangat persatuan yang kuat dan tidak mudah diadu domba.

“Kita bersama-sama kumpul siang hari ini untuk menunjukkan kepada mereka bahwa masyarakat Jember tidak bisa diadu domba.”

Kegiatan budaya tersebut turut diramaikan oleh Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata Jember melalui berbagai penampilan dan kegiatan kebudayaan.

Dengan melibatkan pemerintah, masyarakat, serta berbagai unsur lainnya, Ancak Agung 2026 tidak hanya menjadi perayaan budaya tahunan, tetapi juga menjadi panggung kebersamaan yang menunjukkan bahwa keberagaman merupakan kekuatan untuk menjaga persatuan dan kecintaan terhadap NKRI.(Mel)

Galeri Foto