logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Kepemudaan dan Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata

Dari Jember untuk Indonesia, Arsenio Jadi Representasi Generasi Muda Pelestari Budaya di Panggung Nasional

  • 05 November 2026
  • Dibaca 1 Kali
Bagikan Via:
dari-jember-untuk-indonesia-arsenio-jadi-representasi-generasi-muda-pelestari-budaya-di-panggung-nasional-20261105

Dari Jember untuk Indonesia, Arsenio Jadi Representasi Generasi Muda Pelestari Budaya di Panggung Nasional

JEMBER – Semangat melestarikan warisan budaya bangsa terus tumbuh di kalangan generasi muda. Hal ini tercermin dari kiprah Arsenio Muttaqien Zulkarnain, dalang anak yang mewakili Provinsi Jawa Timur dalam Grand Final Festival Dalang Anak Nasional 2026 di Gedung Pewayangan Kautaman, Jakarta, pada 2–4 November 2026.

Dalam ajang bergengsi tingkat nasional tersebut, Arsenio membawakan lakon “Narayana Tandang” dengan mengusung gagrak atau gaya Wayang Surakarta. Penampilannya menjadi salah satu bentuk nyata bahwa seni pedalangan masih memiliki tempat di hati generasi muda dan berpotensi terus berkembang di tengah perubahan zaman.

Keikutsertaan Arsenio bukan sekadar menjadi bagian dari kompetisi seni, melainkan juga membawa misi penting dalam menjaga keberlangsungan tradisi pewayangan. Melalui kemampuan mendalang sejak usia dini, ia menunjukkan bahwa warisan budaya tidak hanya menjadi peninggalan masa lalu, tetapi juga dapat terus hidup melalui kreativitas dan kecintaan generasi penerus.

Sekretaris Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Kabupaten Jember, Ni Ketut Ardani, menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya atas partisipasi Arsenio dalam festival tersebut. Menurutnya, keterlibatan anak-anak dalam seni tradisional merupakan modal penting bagi keberlanjutan kebudayaan Indonesia.

“Kami sangat bangga melihat generasi muda seperti Arsenio yang memiliki kemauan dan kemampuan untuk menekuni seni pedalangan. Ini merupakan langkah positif dalam menjaga warisan budaya agar tidak tergerus perkembangan zaman. Harapan kami, semakin banyak anak-anak yang tertarik mengenal, mempelajari, dan mencintai seni tradisional sejak dini,” ungkapnya.

Ia juga berharap keikutsertaan Arsenio dapat menjadi inspirasi bagi anak-anak lainnya, khususnya di Kabupaten Jember, untuk berani mengembangkan bakat dan potensi di bidang seni budaya. Menurutnya, pelestarian budaya membutuhkan keterlibatan semua pihak, mulai dari keluarga, komunitas seni, lembaga pendidikan hingga pemerintah daerah.

Seni pedalangan sendiri memiliki nilai yang lebih luas daripada sekadar pertunjukan. Di dalamnya terkandung filosofi kehidupan, pendidikan karakter, pesan moral, serta nilai-nilai luhur yang diwariskan secara turun-temurun. Karena itu, regenerasi dalang menjadi bagian penting dalam memastikan tradisi tersebut tetap dikenal dan diapresiasi oleh masyarakat.

Melalui kiprah Arsenio, semangat pelestarian budaya kembali mendapat ruang di panggung nasional. Dari Jember untuk Indonesia, kehadirannya menjadi gambaran bahwa anak-anak memiliki peran strategis dalam menjaga identitas dan kekayaan budaya bangsa.

Pemerintah Kabupaten Jember melalui Disporabudpar terus mendorong tumbuhnya kecintaan generasi muda terhadap seni dan budaya sebagai bagian dari upaya menjaga warisan leluhur agar tetap lestari, berkembang, dan dapat diwariskan kepada generasi mendatang. (ram)

Galeri Foto