logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak

Dialog RRI: Dinsos PPPA Jember Dampingi Penjaringan Siswa Sekolah Rakyat dari Keluarga Miskin Ekstrem

  • 22 Mei 2026
  • Dibaca 107 Kali
Bagikan Via:
dialog-rri-dinsos-pppa-jember-dampingi-penjaringan-siswa-sekolah-rakyat-dari-keluarga-miskin-ekstrem-20260522

Dialog RRI: Dinsos PPPA Jember Dampingi Penjaringan Siswa Sekolah Rakyat dari Keluarga Miskin Ekstrem

JEMBER, 22 MEI 2026 - Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Kabupaten Jember menghadiri dialog luar studio Radio Republik Indonesia (RRI) Jember yang digelar di ruang laboratorium Sekolah Rakyat Terintegrasi 6 Jember, Jumat 22 Mei 2026.

Dialog bertajuk “Asta Cita Dalam Aksi, Menakar Kesuksesan Sekolah Rakyat Jember” tersebut membahas perkembangan dan keberhasilan program Sekolah Rakyat dalam memberikan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Dialog yang dipandu oleh penyiar RRI Jember, Ghea, menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinsos PPPA Jember Moh. Irfan Pratama, S.E., Kepala Sekolah Rakyat Jember Kartika Sari Dewi, S.Pd., M.Tesol, wali murid Naning Widyowati, serta siswi kelas VII Sekolah Rakyat Halimah Caraisa Humairoh.

Dalam kesempatan tersebut, Moh. Irfan Pratama menyampaikan bahwa Dinsos PPPA Jember memiliki peran penting dalam proses penjaringan calon siswa Sekolah Rakyat. Menurutnya, sejak awal perintisan program tersebut, pihaknya telah menggerakkan para pendamping sosial untuk melakukan pendataan dan perekrutan siswa yang berasal dari keluarga miskin ekstrem maupun masyarakat yang masuk kategori desil 1 dan desil 2.

Ia menjelaskan, langkah tersebut dilakukan agar program Sekolah Rakyat benar-benar tepat sasaran dan dapat dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan. Pendamping sosial juga diterjunkan langsung ke lapangan untuk memastikan kondisi ekonomi calon siswa sesuai dengan kriteria penerima manfaat.

“Dinsos PPPA terus melakukan pendampingan dalam penjaringan siswa Sekolah Rakyat agar program ini bisa diakses oleh anak-anak dari keluarga yang memang membutuhkan dukungan pendidikan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah Rakyat Jember Kartika Sari Dewi mengungkapkan bahwa para siswa Sekolah Rakyat memiliki banyak potensi yang dapat dikembangkan. Menurutnya, kemampuan siswa di Sekolah Rakyat tidak kalah dengan siswa sekolah reguler. Bahkan, sejumlah siswa telah berhasil mengukir berbagai prestasi di bidang akademik maupun nonakademik.

Kartika menambahkan, Sekolah Rakyat tidak hanya fokus pada pengembangan bakat dan kemampuan akademik, tetapi juga memberikan pendidikan karakter kepada para siswa. Melalui sistem pembinaan di asrama, siswa diajarkan hidup disiplin, mandiri, dan bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.

“Dengan pola hidup yang teratur di asrama, anak-anak menjadi lebih disiplin dan terbiasa menjalani aktivitas dengan tertib. Pendidikan karakter ini menjadi salah satu kekuatan Sekolah Rakyat,” jelasnya.

Melalui dialog tersebut, para narasumber berharap keberadaan Sekolah Rakyat di Jember dapat terus berkembang dan menjadi solusi pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, sehingga mereka memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan yang lebih baik. (wln)

Galeri Foto