Dinkes PPKB Jember Evaluasi Kinerja 50 Puskesmas, Fokus Perkuat Pelayanan Kesehatan
- 24 September 2026
- Dibaca 37 Kali
Bagikan Via:
Dinkes PPKB Jember Evaluasi Kinerja 50 Puskesmas, Fokus Perkuat Pelayanan Kesehatan
JEMBER, 24 SEPTEMBER 2026 – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kabupaten Jember melakukan evaluasi kinerja terhadap 50 puskesmas se-Kabupaten Jember, Rabu 23 September 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Dinkes PPKB Kabupaten Jember tersebut diikuti kepala puskesmas, sekretaris Dinkes PPKB, para kepala bidang, serta staf Dinkes PPKB.
Evaluasi dilakukan untuk melihat capaian pelaksanaan berbagai program kesehatan di tingkat puskesmas sekaligus mengidentifikasi program yang masih memerlukan penguatan. Hasil evaluasi diharapkan menjadi dasar dalam meningkatkan kualitas dan pemerataan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Sejumlah indikator menjadi bahan evaluasi, di antaranya kepesertaan masyarakat dalam layanan kesehatan di puskesmas dan capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang kesehatan. Evaluasi terhadap indikator tersebut dilakukan untuk melihat sejauh mana pelayanan telah memenuhi target yang ditetapkan.
Selain itu, Dinkes PPKB turut mengevaluasi upaya penurunan angka kematian ibu (AKI), angka kematian bayi (AKB), serta penanganan stunting. Ketiga aspek tersebut menjadi bagian penting dalam pelayanan kesehatan karena membutuhkan kesinambungan program dan keterlibatan berbagai pihak.
Program inovasi Pemerintah Kabupaten Jember melalui Dinkes PPKB, yakni Gerakan 1.200 Nakes Jember, juga menjadi bagian dari evaluasi. Program yang diluncurkan pada Januari 2026 oleh Bupati Jember Gus Fawaid tersebut diarahkan untuk mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Pelaksanaan Universal Health Coverage (UHC), Home Care, serta pelayanan kesehatan gratis juga turut dibahas. Evaluasi dilakukan untuk melihat capaian pelayanan sekaligus memastikan program tersebut berjalan sesuai kebutuhan masyarakat di masing-masing wilayah kerja puskesmas.
Tidak hanya itu, capaian Posyandu, surveilans imunisasi, dan pelayanan kesehatan gratis menjadi indikator lain yang diperhatikan. Data dari setiap puskesmas menjadi bahan untuk mengetahui perkembangan program dan menentukan langkah tindak lanjut.
Capaian Tim Pendamping Keluarga (TPK) dalam mendampingi keluarga berisiko stunting juga menjadi bagian evaluasi. Pendampingan tersebut diharapkan dapat memastikan keluarga yang membutuhkan perhatian dapat teridentifikasi dan memperoleh intervensi sesuai kebutuhan.
Sekretaris Dinkes PPKB Kabupaten Jember, Dyah Kusworini, mengatakan evaluasi tersebut diharapkan dapat mendorong puskesmas menyelaraskan berbagai program yang telah berjalan.
“Harapannya, ke depan puskesmas bisa menyelaraskan program-program yang ada dan memaksimalkan pelayanan untuk masyarakat,” ujar Dyah.
Melalui evaluasi terhadap 50 puskesmas tersebut, Dinkes PPKB Jember mendorong agar pelaksanaan berbagai program kesehatan dapat berjalan secara terintegrasi. Dengan pemantauan dan evaluasi secara berkala, capaian program diharapkan semakin optimal dan pelayanan kesehatan dapat lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat. (nay)