logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Pendidikan

Dispendik Jember Perkuat PAUD Berbasis Data, Kepala Satuan Dilatih Gunakan Rapor Pendidikan

  • 17 Juni 2026
  • Dibaca 64 Kali
Bagikan Via:
dispendik-jember-perkuat-paud-berbasis-data-kepala-satuan-dilatih-gunakan-rapor-pendidikan-20260625

Dispendik Jember Perkuat PAUD Berbasis Data, Kepala Satuan Dilatih Gunakan Rapor Pendidikan

JEMBER, 17 JUNI 2026 - Dinas Pendidikan Kabupaten Jember terus memperkuat kualitas layanan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) melalui kegiatan Penguatan Kapasitas Kepala Satuan PAUD dalam Implementasi Rapor Pendidikan, Perencanaan Berbasis Data (PBD), dan aplikasi SI Mantap menuju PAUD berkualitas.

Kegiatan yang berlangsung pada 17–18 Juni 2026 itu digelar di Aula Graha Wiyata Mandala Dinas Pendidikan Kabupaten Jember. Peserta terdiri atas kepala satuan PAUD, pengawas, dan penilik dari berbagai kecamatan di Kabupaten Jember.

Program tersebut menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Dinas Pendidikan Kabupaten Jember dalam memperkuat tata kelola PAUD yang lebih efektif, terukur, dan berbasis data. Sejalan dengan transformasi pendidikan, satuan PAUD dituntut mampu memanfaatkan berbagai instrumen pemerintah untuk meningkatkan mutu layanan pendidikan secara berkelanjutan.

Suasana pembukaan berlangsung antusias. Ratusan peserta hadir untuk mendapatkan penguatan terkait pemanfaatan Rapor Pendidikan sebagai alat refleksi mutu pendidikan, penyusunan Perencanaan Berbasis Data (PBD), serta penggunaan aplikasi SI Mantap sebagai instrumen pendukung pengelolaan dan pemantauan data pendidikan.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jember, Arief Tjahyono, menegaskan bahwa pendidikan anak usia dini merupakan fondasi utama dalam membangun kualitas sumber daya manusia di masa depan. Karena itu, pengelolaan lembaga PAUD harus dilakukan secara profesional dengan memanfaatkan data sebagai dasar pengambilan keputusan.

Menurut Arief, dunia pendidikan saat ini tidak lagi dapat berjalan hanya berdasarkan asumsi atau kebiasaan lama. Setiap program dan kebijakan harus dirancang berdasarkan kebutuhan nyata yang tergambar melalui data yang valid dan akurat.

“PAUD adalah fondasi awal pembentukan karakter, kemampuan sosial, dan kesiapan belajar anak. Karena itu, kepala satuan PAUD harus memiliki kemampuan membaca kondisi lembaganya melalui data yang tersedia. Rapor Pendidikan dan Perencanaan Berbasis Data hadir sebagai instrumen penting untuk membantu satuan pendidikan menyusun program yang tepat sasaran dan berdampak langsung pada peningkatan mutu layanan,” ujarnya.

Arief menambahkan, transformasi pendidikan yang dijalankan pemerintah tidak hanya berfokus pada aspek pembelajaran, tetapi juga pada penguatan tata kelola dan budaya kerja berbasis evaluasi serta perbaikan berkelanjutan.

Ia berharap seluruh peserta mampu memanfaatkan kegiatan tersebut untuk meningkatkan kompetensi kepemimpinan dan manajerial sehingga dapat mengembangkan satuan pendidikan yang lebih berkualitas dan responsif terhadap kebutuhan peserta didik.

“Kami ingin seluruh kepala satuan PAUD di Kabupaten Jember memiliki kemampuan yang sama dalam memanfaatkan data sebagai dasar pengambilan keputusan. Ketika data menjadi landasan perencanaan, setiap program akan lebih efektif, efisien, dan mampu menjawab tantangan yang dihadapi lembaga pendidikan,” tambahnya.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan materi terkait indikator-indikator dalam Rapor Pendidikan. Melalui laporan itu, satuan pendidikan dapat melihat capaian maupun tantangan yang masih perlu diperbaiki.

Data tersebut kemudian digunakan sebagai dasar dalam menyusun program prioritas melalui mekanisme Perencanaan Berbasis Data.

Selain itu, peserta juga memperoleh pelatihan penggunaan aplikasi SI Mantap yang dikembangkan untuk mendukung pengelolaan data pendidikan secara lebih sistematis. Aplikasi tersebut diharapkan membantu satuan pendidikan dalam melakukan pemantauan, pelaporan, dan evaluasi berbagai program yang dijalankan.

Sementara itu, Kepala Seksi Kurikulum Bidang PAUD Dinas Pendidikan Kabupaten Jember, Okti, menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan pemahaman teknis, tetapi juga membangun kesadaran mengenai pentingnya budaya kerja berbasis data di lingkungan pendidikan.

Menurutnya, masih terdapat satuan pendidikan yang memandang data hanya sebagai kebutuhan administratif. Padahal, data dapat menjadi alat yang efektif untuk mengetahui kondisi lembaga secara menyeluruh sekaligus menentukan langkah perbaikan yang diperlukan.

“Melalui kegiatan ini kami ingin memperkuat pemahaman seluruh kepala satuan PAUD, pengawas, dan penilik bahwa Rapor Pendidikan bukan sekadar laporan, melainkan alat refleksi untuk melihat capaian, tantangan, dan peluang pengembangan lembaga. Dengan pemanfaatan data yang tepat, program yang disusun akan lebih relevan dengan kebutuhan di lapangan,” ungkapnya.

Okti menambahkan, keberhasilan implementasi Perencanaan Berbasis Data sangat bergantung pada kemampuan pemimpin satuan pendidikan dalam menganalisis informasi yang tersedia dan menerjemahkannya menjadi program kerja yang konkret.

“Kami berharap setelah mengikuti kegiatan ini, para peserta mampu mengoptimalkan penggunaan Rapor Pendidikan dan aplikasi SI Mantap dalam proses perencanaan serta evaluasi program. Dengan demikian, peningkatan mutu layanan PAUD dapat dilakukan secara terukur dan berkelanjutan,” lanjutnya.

Selama kegiatan berlangsung, peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi yang disampaikan narasumber. Diskusi interaktif terjadi saat peserta membahas berbagai tantangan di masing-masing lembaga, mulai dari penguatan kualitas pembelajaran, peningkatan kompetensi pendidik, pengelolaan administrasi, hingga strategi meningkatkan keterlibatan orang tua dalam pendidikan anak usia dini.

Peserta tidak hanya menerima materi secara teoritis, tetapi juga melakukan praktik langsung membaca data Rapor Pendidikan dan menyusun langkah tindak lanjut berdasarkan hasil analisis yang dilakukan. Pendekatan tersebut diharapkan mempermudah peserta dalam menerapkan pengetahuan yang diperoleh di lembaganya masing-masing.

Kegiatan ini juga menjadi wadah kolaborasi antara kepala satuan PAUD, pengawas, dan penilik. Melalui forum tersebut, peserta dapat saling berbagi pengalaman, praktik baik, serta solusi atas berbagai persoalan dalam penyelenggaraan layanan pendidikan anak usia dini.

Dinas Pendidikan Kabupaten Jember meyakini bahwa peningkatan mutu pendidikan tidak dapat dilakukan secara parsial. Dibutuhkan sinergi antara pemerintah daerah, satuan pendidikan, pengawas, penilik, pendidik, serta seluruh pemangku kepentingan agar transformasi pendidikan berjalan optimal.

Selain penguatan Rapor Pendidikan dan Perencanaan Berbasis Data, peserta juga mendapatkan pendalaman mengenai penggunaan SI Mantap (Sistem Informasi Manajemen Terpadu PAUD). Aplikasi ini digunakan untuk mendukung pengelolaan data satuan PAUD secara terintegrasi, mulai dari pendataan lembaga, peserta didik, pendidik dan tenaga kependidikan, hingga pelaporan program dan monitoring capaian layanan pendidikan.

Okti menegaskan bahwa pemanfaatan SI Mantap menjadi bagian penting dalam mewujudkan tata kelola pendidikan berbasis data dan teknologi.

“SI Mantap hadir untuk memudahkan satuan PAUD dalam mengelola data secara terintegrasi. Dengan data yang lengkap dan mutakhir, proses perencanaan, monitoring, dan evaluasi program dapat dilakukan secara lebih tepat dan terukur. Ini menjadi langkah penting dalam mewujudkan layanan PAUD yang berkualitas,” jelasnya.

Sebagai tindak lanjut kegiatan tersebut, Dinas Pendidikan Kabupaten Jember menargetkan seluruh satuan PAUD peserta mulai mengimplementasikan hasil pelatihan dalam penyusunan program kerja tahun ajaran 2026/2027.

Setiap lembaga diharapkan mampu memanfaatkan hasil analisis Rapor Pendidikan sebagai dasar penyusunan prioritas program dan anggaran sesuai kebutuhan masing-masing satuan pendidikan.

Selain itu, Dinas Pendidikan juga menargetkan peningkatan pemanfaatan aplikasi SI Mantap oleh seluruh satuan PAUD di Kabupaten Jember agar proses pelaporan dan pemutakhiran data berjalan lebih optimal. Monitoring berkala akan dilakukan oleh pengawas dan penilik untuk memastikan implementasi Perencanaan Berbasis Data berjalan konsisten.

“Target kami bukan hanya peserta memahami materi saat pelatihan berlangsung, tetapi mampu menerapkannya di lembaga masing-masing. Ke depan kami ingin setiap satuan PAUD memiliki perencanaan yang benar-benar berbasis data, memanfaatkan SI Mantap secara optimal, serta menunjukkan peningkatan indikator mutu pada Rapor Pendidikan tahun berikutnya,” tegas Arief, memungkasi. (hz)

Galeri Foto