Diterjang Angin Kencang, Tembok Rumah Warga Pakusari Jember Ambruk
- 02 April 2026
- Dibaca 327 Kali
Bagikan Via:
Diterjang Angin Kencang, Tembok Rumah Warga Pakusari Jember Ambruk
JEMBER, 02 APRIL 2026 – Angin kencang yang melanda wilayah Kabupaten Jember pada Rabu, 01 April 2026, menyebabkan sebuah rumah warga di Dusun Krajan Selatan, Desa Patemon, Kecamatan Pakusari mengalami kerusakan. Tembok bagian samping rumah milik Jalis (63) dilaporkan ambruk akibat tidak mampu menahan terpaan angin.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 14.40 WIB saat kondisi cuaca di wilayah setempat mengalami peningkatan intensitas angin. Tembok rumah dengan panjang sekitar 6 meter dan tinggi 3 meter roboh, mengakibatkan kerusakan ringan pada bangunan. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kejadian ini berdampak pada kenyamanan dan keamanan penghuni rumah yang terdiri dari enam orang.
Menindaklanjuti laporan yang diterima sekitar pukul 17.00 WIB, BPBD Kabupaten Jember bersama aparat terkait segera melakukan asesmen di lokasi kejadian. Tim juga berkoordinasi dengan pihak kepolisian setempat serta perangkat desa untuk memastikan penanganan berjalan cepat dan tepat.
Selain melakukan kaji cepat, petugas juga mendistribusikan bantuan logistik kepada korban. Bantuan yang diberikan meliputi paket sembako, perlengkapan kebersihan, makanan siap saji, sandang, selimut, hingga peralatan rumah tangga dan perlengkapan keluarga. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban korban pascakejadian.
Saat ini, kondisi tembok rumah yang ambruk telah ditutup sementara menggunakan terpal bantuan dari BPBD guna menghindari dampak lanjutan, terutama jika terjadi hujan. Selain itu, tim Jitupasna juga tengah melakukan pendataan kerugian serta merencanakan penyaluran bantuan material berupa batu bata untuk mendukung proses perbaikan rumah.
Salah satu korban, Jalis, mengaku kejadian tersebut berlangsung sangat cepat. “Anginnya tiba-tiba kencang sekali, tidak lama kemudian tembok langsung roboh. Kami bersyukur tidak ada korban, tapi tetap khawatir kalau cuaca ekstrem terjadi lagi,” ujarnya.
Sementara itu, tim TRC BPBD Kab. Jember, Putra, menjelaskan bahwa faktor utama robohnya bangunan adalah kombinasi antara cuaca ekstrem dan kondisi material bangunan yang sudah tidak kuat.
“Selain angin kencang, kondisi konstruksi tembok yang sudah rapuh menjadi penyebab utama kerusakan. Kami langsung bergerak cepat memberikan bantuan agar kebutuhan dasar korban terpenuhi,” jelasnya.
BPBD Kabupaten Jember mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Warga juga diharapkan rutin memeriksa kondisi bangunan rumah agar tetap aman dan layak huni.
Dengan sinergi antara pemerintah, aparat, dan masyarakat, diharapkan penanganan pascabencana dapat berjalan optimal serta mampu meminimalisir dampak yang lebih besar di kemudian hari.