logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Ketahanan Pangan, Peternakan dan Perikanan

Dongkrak Mutu Genetik Sapi, DKPPP Jember Terapkan Teknologi Transfer Embrio

  • 05 Agustus 2026
  • Dibaca 35 Kali
Bagikan Via:
dongkrak-mutu-genetik-sapi-dkppp-jember-terapkan-teknologi-transfer-embrio-20260806

Dongkrak Mutu Genetik Sapi, DKPPP Jember Terapkan Teknologi Transfer Embrio

JEMBER, 05 AGUSTUS 2026 – Upaya mencetak bibit sapi berkualitas tinggi dengan waktu yang lebih singkat terus digenjot di Kabupaten Jember. Melalui Unit Pelaksana Teknis Daerah Pembibitan Ternak dan Hijauan Pakan Ternak (UPTD PTHPT) Dinas Ketahanan Pangan, Peternakan dan Perikanan (DKPPP) Jember, teknologi reproduksi modern berupa transfer embrio resmi diaplikasikan guna mendongkrak produktivitas peternakan lokal.

Tindakan medis tersebut sukses dilakukan terhadap dua ekor sapi resipien (penerima) di fasilitas UPTD PTHPT pada Selasa, 04 Agustus 2026.

Kepala UPTD PTHPT Jember, Budi Santoso, S.Pt., yang memimpin langsung jalannya kegiatan menjelaskan bahwa teknologi ini merupakan terobosan untuk mempercepat perbaikan mutu genetik. Caranya dengan mengambil embrio dari induk sapi donor yang terbukti unggul, lalu menanamkannya ke dalam rahim sapi resipien.

“Hari ini kita melaksanakan program transfer embrio terhadap dua ekor sapi. Ini menjadi salah satu upaya strategis untuk mempercepat peningkatan kualitas genetik ternak. Ke depan, kami menargetkan lahirnya bibit-bibit unggul yang lebih produktif dan bernilai ekonomi tinggi,” ujar Budi, Rabu 05 Agustus 2026.

Pelaksanaan transfer embrio ini tidak dilakukan sembarangan. Prosesnya dikawal ketat oleh tim ahli yang terdiri dari Rendra Dwi Prasetya, S.Pt., drh. Rencong Dwi Putra, dan Ainul Robbi Amrullah, A.Md.Vet., serta didukung penuh oleh jajaran staf UPTD.

Sebelum implantasi dilakukan, tim medis memastikan seluruh sapi, baik donor maupun resipien, berada dalam kondisi prima. Serangkaian tahapan Standar Operasional Prosedur (SOP) diterapkan, mulai dari rekam kesehatan, evaluasi reproduksi, sinkronisasi estrus (birahi), panen embrio (flushing), hingga penilaian Body Condition Score (BCS).

Berdasarkan hasil pemeriksaan di lapangan, kedua sapi resipien dinyatakan sehat dan memenuhi standar teknis reproduksi yang dipersyaratkan. Ketelitian pada setiap tahapan ini krusial demi menjaga kualitas embrio dan memperbesar peluang keberhasilan kebuntingan.

Lewat adopsi teknologi reproduksi mutakhir ini, UPTD PTHPT berharap tidak hanya mampu meningkatkan efisiensi pembibitan, tetapi juga menciptakan ketahanan pangan yang kuat. Pada muaranya, lahirnya generasi sapi unggulan ini diproyeksikan akan membawa angin segar bagi peningkatan kesejahteraan peternak di Kabupaten Jember. (ran)

Galeri Foto