logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup

DPRKPLH Jember Pastikan Kelayakan Sanitasi dan Pengolahan Limbah Dapur SPPG di Kecamatan Balung

  • 21 Oktober 2026
  • Dibaca 16 Kali
Bagikan Via:
dprkplh-jember-pastikan-kelayakan-sanitasi-dan-pengolahan-limbah-dapur-sppg-di-kecamatan-balung-20261023

DPRKPLH Jember Pastikan Kelayakan Sanitasi dan Pengolahan Limbah Dapur SPPG di Kecamatan Balung

JEMBER, 21 OKTOBER 2026 – Pemerintah Kabupaten Jember terus mematangkan kesiapan operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sebagai bagian dari penugasan Tim 3 Supervisi, perwakilan Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Kabupaten Jember turun langsung memantau kesiapan infrastruktur sanitasi dan pengelolaan lingkungan di Kecamatan Balung, Selasa 20 Oktober 2026.

Berdasarkan jadwal supervisi, Tim 3 melakukan peninjauan terhadap delapan titik dapur SPPG di Kecamatan Balung. Lokasi tersebut meliputi SPPG Balungkulon, Balunglor 2, Curahlele, Curahlele 2, Balungkidul, Balunglor, Balungkulon 2, dan Balungkulon 3.

Dalam kegiatan pemantauan di lapangan, perwakilan DPRKPLH Kabupaten Jember, Deni Hermawan, S.A.P., meninjau secara langsung kesiapan teknis sejumlah fasilitas pendukung. Aspek yang diperiksa meliputi ketersediaan keranjang distribusi, penanganan sampah sisa makanan, fasilitas instalasi pengolahan air limbah (IPAL), sistem penyaringan air (water filter/bio-water), serta unit disinfeksi.

Deni Hermawan menyampaikan bahwa keterlibatan DPRKPLH sangat penting untuk memastikan kebersihan lingkungan dan pemenuhan standar sanitasi, terutama dalam pengelolaan limbah yang dihasilkan dari aktivitas dapur SPPG.

“Dalam kegiatan supervisi ini, fokus utama kami dari DPRKPLH adalah memastikan pengelolaan limbah domestik serta pemilahan sampah organik dan anorganik dari sisa operasional dapur SPPG berjalan sesuai dengan standar kelayakan lingkungan. Pengolahan air limbah melalui IPAL dan ketersediaan air bersih yang higienis juga harus dipastikan agar operasional penyediaan makanan bergizi ini tidak menimbulkan permasalahan lingkungan bagi masyarakat sekitar,” ujar Deni.

Sementara itu, Kepala DPRKPLH Kabupaten Jember, Arif Liyantono, menegaskan komitmen jajarannya untuk mendukung keberhasilan program pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah, melalui pengawasan terhadap aspek lingkungan dan sanitasi.

“DPRKPLH berkomitmen penuh mendukung kelancaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Jember. Melalui penugasan perwakilan kami dalam Tim 3 Supervisi, kami memastikan aspek sanitasi, pemilahan sampah sisa makanan, serta fasilitas pengolahan air limbah di setiap lokasi dapur SPPG, baik di Kecamatan Balung maupun di wilayah lainnya, memenuhi kriteria teknis kelayakan lingkungan yang ditetapkan,” jelas Arif.

Berdasarkan hasil pemantauan lapangan, terdapat sejumlah aspek mendasar yang menjadi perhatian dalam menilai kesiapan operasional dapur SPPG di Kecamatan Balung.

Pada aspek penyimpanan dan distribusi, area operasional dilengkapi dengan keranjang krat plastik standar untuk mendukung kebutuhan logistik dan distribusi makanan. Keberadaan sarana tersebut diharapkan dapat menunjang kelancaran proses penyaluran makanan.

Dari sisi pengelolaan sampah, ditemukan wadah penampungan untuk memilah sampah sisa pengolahan bahan makanan, seperti sisa sayuran, lauk-pauk, dan nasi, serta sampah kering dan plastik. Pemilahan ini bertujuan mempermudah penanganan sampah, termasuk proses daur ulang maupun pembuangan sesuai dengan jenisnya.

Sementara itu, dari aspek pengolahan limbah cair dan sanitasi air, fasilitas dapur SPPG dilengkapi dengan bak penyaringan limbah cair berupa grease trap dan bak sedimentasi, tangki pemrosesan air bersih Bio Water Persada, filter tabung Nanotec, serta tangki disinfektan untuk menunjang kelayakan sanitasi.

Melalui kegiatan supervisi tersebut, DPRKPLH Kabupaten Jember berharap seluruh dapur SPPG di Kecamatan Balung dapat memenuhi persyaratan teknis sanitasi dan lingkungan sebelum beroperasi secara optimal. Kesiapan fasilitas pendukung ini diharapkan mampu menunjang pelaksanaan program MBG agar berjalan higienis, aman, dan ramah lingkungan serta tidak mengganggu kenyamanan masyarakat sekitar. (fag)

Galeri Foto