logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Kepemudaan dan Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata

Festival Egrang XIV Tanoker, Hidupkan Permainan Tradisional sebagai Ruang Kreativitas

  • 09 Agustus 2026
  • Dibaca 24 Kali
Bagikan Via:
festival-egrang-xiv-tanoker-hidupkan-permainan-tradisional-sebagai-ruang-kreativitas-20260810

Festival Egrang XIV Tanoker, Hidupkan Permainan Tradisional sebagai Ruang Kreativitas

JEMBER, 09 AGUSTUS 2026 - Festival Egrang XIV Tanoker kembali menghadirkan permainan tradisional sebagai ruang kebudayaan dan kreativitas masyarakat. Mengusung tema “Membangun Harmoni Komunitas Melalui Permainan”, kegiatan berlangsung di Desa Sumber Lesung, Kecamatan Ledokombo, Kabupaten Jember, Sabtu, 08 Agustus 2026.

Festival ini menjadi ruang bagi sekolah dan komunitas untuk menampilkan karya terbaik mereka. Sebanyak 21 penampil turut berjalan bersama dalam rangkaian festival dengan membawa kreativitas masing-masing.

Egrang yang selama ini dikenal sebagai permainan tradisional dikembangkan menjadi bagian dari ekspresi kebudayaan. Melalui festival, permainan tersebut menjadi media untuk mempertemukan berbagai komunitas, sekolah, generasi muda, dan masyarakat dalam suasana kebersamaan.

Festival Egrang XIV juga dihadiri Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia, Dra. Hj. Arifatul Choiri Fauzi, M.Si., serta Bupati Jember Dr. H. Muhammad Fawait, S.E., M.Sc. Kehadiran keduanya menjadi bentuk apresiasi terhadap kegiatan kebudayaan yang tumbuh dari masyarakat.

Kepala Bidang Kebudayaan pada Dinas Kepemudaan Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Jember, Agung Nugroho, S.Sos., mengatakan Festival Egrang Tanoker memiliki nilai penting dalam menjaga keberlanjutan permainan tradisional.

“Egrang bukan sekadar permainan, tetapi memiliki nilai kebersamaan, kreativitas, keberanian, dan gotong royong. Festival seperti ini memberikan ruang agar nilai-nilai tersebut tetap hidup dan dikenal oleh generasi muda,” Ujarnya.

Menurutnya, kekuatan Festival Egrang terletak pada keterlibatan komunitas. Sebanyak 21 sekolah dan komunitas tidak hanya menjadi peserta, tetapi turut menghadirkan karya dan kreativitas yang memperkaya wajah kebudayaan Jember.

Festival Egrang XIV menunjukkan bahwa pelestarian budaya tidak harus berhenti pada menjaga bentuk tradisi, tetapi dapat dilakukan dengan memberikan ruang bagi masyarakat untuk berkreasi dan mengembangkan budaya sesuai perkembangan zaman.

Dari permainan tradisional, Festival Egrang Tanoker membangun ruang kebersamaan. Egrang menjadi simbol bahwa budaya akan terus berjalan ketika masyarakat, komunitas, dan generasi muda melangkah bersama. (af)

Galeri Foto