Film “Esok Masih Ada” Angkat Isu Bullying di Sekolah, Kabid Ekraf Jember Tekankan Pentingnya Kepedulian terhadap Anak
- 02 November 2026
- Dibaca 45 Kali
Bagikan Via:
Film “Esok Masih Ada” Angkat Isu Bullying di Sekolah, Kabid Ekraf Jember Tekankan Pentingnya Kepedulian terhadap Anak
JEMBER, 02 NOVEMBER 2026 – Industri kreatif perfilman Jember kembali menghadirkan karya yang tidak hanya menghibur, tetapi juga membawa pesan edukasi dan kepedulian sosial. Film drama edukasi berjudul “Esok Masih Ada” resmi menggelar Gala Premiere di CGV Roxy Jember, Minggu 01 November 2026.
Film garapan sutradara sekaligus penulis PD Hariyanto tersebut mengangkat persoalan perundungan atau bullying di lingkungan sekolah, khususnya yang dialami anak-anak usia sekolah dasar.
Film ini mengisahkan perjuangan seorang siswi SD bernama Emelie yang mengalami perundungan dari teman-temannya. Perlakuan tersebut memberikan dampak terhadap kondisi psikologis dan kesehatan mentalnya. Melalui perjalanan Emelie, film ini mengajak penonton memahami bahwa bullying bukan persoalan sepele, melainkan masalah serius yang membutuhkan perhatian bersama.
Film Esok Masih Ada melibatkan sejumlah pemeran, yakni Maha, Pandu, Vania, Eleena, Emelie, Elea, Nadine, Ezzar, dan Akira. Setelah Gala Premiere, film ini mulai tayang serentak pada 29 Oktober 2026 di sejumlah bioskop Jember, di antaranya CGV, KCM, dan Cinepolis.
Kepala Bidang Ekonomi Kreatif (Ekraf) Dinas Kepemudaan Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Jember, Ermi Rahmawati, SE, menyambut positif hadirnya karya perfilman lokal yang mengangkat isu sosial dan pendidikan. Menurutnya, film merupakan salah satu media kreatif yang memiliki kekuatan untuk menyampaikan pesan moral sekaligus membangun kesadaran masyarakat.
“Kami sangat mengapresiasi hadirnya film Esok Masih Ada. Ini menjadi bukti bahwa insan kreatif Jember mampu menghasilkan karya yang tidak hanya memiliki nilai hiburan, tetapi juga membawa pesan edukasi dan kepedulian sosial. Isu bullying yang diangkat sangat dekat dengan kehidupan anak-anak dan lingkungan pendidikan,” ungkap Ermi.
Ia juga menyampaikan bahwa perundungan terhadap anak tidak boleh dianggap sebagai candaan biasa. Dampaknya bisa memengaruhi kepercayaan diri, perkembangan mental, hingga masa depan seorang anak.
“Anak-anak membutuhkan lingkungan yang aman, baik di sekolah maupun di rumah. Guru, orang tua, dan teman sebaya harus memiliki kepedulian. Jangan sampai ada anak yang merasa sendirian ketika mengalami perundungan. Kita harus berani peduli, berani mendengarkan, dan berani menghentikan bullying,” pesannya.
Ermi berharap film ini dapat menjadi sarana refleksi bagi masyarakat, khususnya para orang tua, tenaga pendidik, dan generasi muda, agar lebih memahami pentingnya menjaga kesehatan mental serta membangun lingkungan pergaulan yang positif.
Menurutnya, kehadiran film Esok Masih Ada juga menjadi bagian dari perkembangan ekonomi kreatif Jember, khususnya subsektor perfilman, yang berpotensi melahirkan talenta-talenta lokal dan memperluas ruang berkarya bagi sineas daerah.
Melalui film ini, masyarakat diajak untuk memahami satu pesan penting: setiap anak berhak tumbuh, belajar, dan meraih masa depan tanpa rasa takut akibat perundungan. (mel)