Gelar Bunga Desaku di Jelbuk, Bupati Fawait Sosialisasikan Program Jember Cinta Kesehatan
- 31 Oktober 2026
- Dibaca 58 Kali
Bagikan Via:
Gelar Bunga Desaku di Jelbuk, Bupati Fawait Sosialisasikan Program Jember Cinta Kesehatan
JEMBER, 31 OKTOBER 2026 - Bupati Jember, Dr. Muhammad Fawait, S.E., M.Sc., bersama sejumlah jajaran OPD, Sabtu 31 Oktober 2026, kembali menggelar program Bunga Desaku di Kecamatan Jelbuk Jember.
Di titik kegiatan pertama, yakni acara Apel Solawat Kampung yang digelar di halaman SDN Suger Kidul ini dihadiri oleh ibu-ibu pengajian se - Kecamatan Jelbuk.
Gus Fawait dalam kesempatan tersebut menyampaikan berbagai program pelayanan publik yang dapat dinikmati masyarakat, salah satunya adalah Program Jember Cinta Kesehatan.
"Saat ini Pemkab Jember memiliki program Jember Cinta Kesehatan, program ini menyediakan berbagai layanan, mulai dari pengobatan gratis hingga bantuan tindakan medis tertentu," ujar Gus Fawait
Dalam program Jember Cinta Kesehatan, masyarakat yang membutuhkan kaki palsu, mata palsu, maupun operasi katarak dapat mengajukan permohonan melalui camat setempat untuk mendapatkan informasi dan mengikuti proses pendaftaran.
"Program tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk memperluas akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang membutuhkan," paparnya.
Dalam kesempatan itu, Gus Fawait turut memperkenalkan layanan Mobil Cinta yang memberikan fasilitas antar pulang secara gratis bagi pasien yang telah menjalani perawatan rawat inap di rumah sakit.
Saat ini, layanan Mobil Cinta tersedia di tiga rumah sakit daerah di Jember, yakni RSD dr. Soebandi, RSD Balung, dan RSD Kalisat.
Melalui layanan tersebut, pasien yang telah selesai menjalani perawatan dapat diantar pulang tanpa dipungut biaya, terutama untuk membantu masyarakat yang mengalami keterbatasan akses transportasi.
Selain itu, Pemkab Jember juga menjalankan program Home Care untuk mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Gus Fawait menegaskan, masyarakat tidak perlu khawatir akan mendapatkan perlakuan berbeda hanya karena menggunakan layanan kesehatan yang pembiayaannya ditanggung pemerintah.
Menurutnya, pasien dengan layanan gratis tetap berhak memperoleh pelayanan medis dan obat-obatan sesuai kebutuhan serta standar pelayanan yang berlaku.
Selain mensosialisasikan program layanan kesehatan, dalam kesempatan tersebut Gus Fawait juga memaparkan program layanan adminduk, khususnya pembuatan Kartu Tanda Penduduk (KTP), diberikan secara gratis.
Ia meminta masyarakat tidak ragu melapor apabila masih menemukan pungutan dalam proses pengurusan KTP.
"Kalau masih ada yang meminta bayaran untuk membuat KTP, silakan laporkan melalui Wadul Gus'e," tegasnya.
Gus Fawait juga menyampaikan kabar baik mengenai tunjangan guru ngaji yang disebutnya telah cair. Menurutnya, pemerintah daerah terus berupaya memperhatikan kebutuhan masyarakat, termasuk mereka yang selama ini berkontribusi dalam bidang keagamaan. (al)