Gencarkan UHC dan Tekan Stunting, Kader Posyandu Antirogo Digembleng Layanan Kedaruratan
- 24 Juni 2026
- Dibaca 40 Kali
Bagikan Via:
Gencarkan UHC dan Tekan Stunting, Kader Posyandu Antirogo Digembleng Layanan Kedaruratan
JEMBER, 24 JUNI 2026 – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember terus memperkuat lini pelayanan kesehatan masyarakat dari tingkat dasar. Salah satunya lewat peningkatan kapasitas kader Posyandu yang berperan vital sebagai garda terdepan. Guna mewujudkan hal tersebut, Kelurahan Antirogo menggelar acara Peningkatan Kapasitas Kader Posyandu Kelurahan Antirogo Tahun 2026 di aula kelurahan setempat, Rabu, 24 Juni 2026.
Acara strategis ini dihadiri langsung oleh Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Sumbersari Oko Rudi Widodo, Lurah Antirogo Teguh Tri Laksono beserta jajaran staf, unsur Tiga Pilar (Babinsa dan Bhabinkamtibmas), serta Kepala Puskesmas Sumbersari dr. Adinda Putri Yusri Amrina bersama tim medis.
Dalam sambutannya, Sekcam Sumbersari Oko Rudi Widodo menekankan pentingnya peran aktif kader dalam menyosialisasikan program unggulan Pemkab Jember, khususnya jaminan kesehatan semesta atau 𝙐𝙣𝙞𝙫𝙚𝙧𝙨𝙖𝙡 𝙃𝙚𝙖𝙡𝙩𝙝 𝘾𝙤𝙫𝙚𝙧𝙖𝙜𝙚 (UHC). Menurutnya, warga tidak boleh lagi kesulitan berobat karena kendala biaya.
"Kader Posyandu adalah penyambung lidah pemerintah. Kami berharap ibu-ibu kader dapat mengedukasi warga bahwa di Jember pelayanan kesehatan gratis sudah terjamin melalui program UHC. Jika ada warga sakit, segera arahkan ke faskes," tegas Oko Rudi Widodo di hadapan puluhan peserta.
Senada dengan Sekcam, Lurah Antirogo Teguh Tri Laksono mengapresiasi dedikasi para kader di wilayahnya. Teguh mengingatkan agar sinergi antara kader, kelurahan, dan Tiga Pilar terus dijaga demi kelancaran deteksi dini masalah kesehatan di lingkungan masyarakat.
"Kegiatan ini menjadi momentum krusial untuk meningkatkan keahlian taktis kader. Kelurahan Antirogo berkomitmen penuh mendukung program Pemkab Jember, terutama dalam mengawal kesehatan ibu hamil dan memastikan wilayah kita menekan angka stunting," ujar Teguh Tri Laksono.
Sementara itu, pembahasan medis dipimpin oleh Kepala Puskesmas Sumbersari, dr. Adinda Putri Yusri Amrina. Dalam paparannya, dr. Adinda memfokuskan perhatian pada penanganan terpadu stunting dan pemantauan ketat terhadap kesehatan ibu hamil untuk mencegah risiko fatal sejak dini dan pendalaman program UHC, dan juga manfaat BPJS.
"Intervensi stunting harus dimulai sejak masa kehamilan. Akurasi data pemantauan dari kader sangat menentukan kualitas penanganan. Ibu hamil berisiko tinggi harus dikawal bersama agar melahirkan generasi yang sehat. Jika sakit, gunakan saja fasilitas dari pemerintah syaratnya harus ber-KTP Jember dan dirawat di rumah sakit milik pemerintah," urai dr. Adinda.
Tidak hanya menerima teori, para kader juga dibekali kemampuan praktis lewat simulasi kegawatdaruratan medis dasar. Tim Puskesmas memperagakan prosedur pertolongan pertama pada orang pingsan serta teknik penanganan darurat bagi bayi yang tersedak (𝙘𝙝𝙤𝙠𝙞𝙣𝙜).
Dalam simulasi tersebut, para kader diajarkan cara memosisikan tubuh pasien pingsan guna melancarkan sirkulasi oksigen, serta mempraktikkan gerakan 𝙗𝙖𝙘𝙠 𝙗𝙡𝙤𝙬𝙨 yang aman untuk bayi tersedak. Keterampilan taktis ini disambut antusias oleh para kader menggunakan alat peraga demi mewujudkan pelayanan kesehatan Antirogo yang sigap dan andal. (dan)