Gerakan Tanam Serentak Dorong Percepatan Tanam dan Produksi Padi di Jember
- 18 September 2026
- Dibaca 12 Kali
Bagikan Via:
Gerakan Tanam Serentak Dorong Percepatan Tanam dan Produksi Padi di Jember
JEMBER, 17 SEPTEMBER 2026 — Menambah luas tanam tidak cukup hanya menunggu musim yang tepat. Percepatan perlu terus didorong agar lahan yang tersedia dapat segera dimanfaatkan. Hal itu menjadi salah satu tujuan Gerakan Tanam Serentak yang digelar di Desa Rambigundam, Kecamatan Rambipuji.
Gerakan tersebut merupakan bagian dari program Kementerian Pertanian yang dilaksanakan secara nasional. Kegiatan ini dilakukan setiap bulan pada tanggal 17 dan 30 untuk mendorong sekaligus memotret perkembangan penambahan luas tanam di setiap periode.
Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Jember Luhur Prayogo, S.P., M.P., mengatakan gerakan tersebut diarahkan untuk mempercepat tanam, terutama pada periode musim kemarau.
“Tujuannya untuk peningkatan luas tambah tanam dan juga peningkatan produksi,” ujar Luhur.
Menurut dia, gerakan tanam bukan berarti setiap kegiatan langsung menghasilkan peningkatan produksi. Gerakan ini lebih diarahkan sebagai pemacu agar proses tanam berlangsung lebih cepat dan penambahan luas tanam dapat terus bergerak.
Kepala Dinas TPHP Kabupaten Jember Sutiyoso, S.H., M.H., menambahkan, percepatan tanam juga berkaitan dengan target produksi padi Jember. Pada 2026, Jember menargetkan produksi hingga 1 juta ton gabah kering giling.
Sutiyoso menyebut capaian produksi saat ini berada pada kisaran 600–700 ribu ton, sehingga masih terdapat sekitar 300 ribu ton yang perlu dikejar. Seiring mulai turunnya hujan, minat petani untuk kembali menanam diperkirakan ikut meningkat.
“Ini sebetulnya gerakan yang kalau saya membaca surat edaran nasional, jadi tidak hanya di wilayah Rambipuji atau di wilayah Jember saja tapi secara nasional,” kata Sutiyoso.
Bagi Dinas TPHP Jember, percepatan tanam menjadi salah satu bagian dari upaya menjaga produktivitas pertanian sekaligus mendukung pencapaian target produksi. Pelaksanaannya juga membutuhkan sinergi antara penyuluh, pemerintah wilayah, Bulog, dan unsur terkait agar proses pertanian berjalan selaras dari lahan hingga hasil produksi. (fan)