logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Ajung

Hadir Beri Solusi, Muspika Ajung dan Tim Wadul Guse Bantu Keluarga Kurang Mampu di Wirowongso

  • 04 November 2026
  • Dibaca 18 Kali
Bagikan Via:
hadir-beri-solusi-muspika-ajung-dan-tim-wadul-guse-bantu-keluarga-kurang-mampu-di-wirowongso-20261106

Hadir Beri Solusi, Muspika Ajung dan Tim Wadul Guse Bantu Keluarga Kurang Mampu di Wirowongso

JEMBER, 04 NOVEMBER 2026 – Pemerintah Kabupaten Jember bergerak cepat membantu keluarga kurang mampu di Desa Wirowongso, Kecamatan Ajung, yang sebelumnya menjadi sorotan publik setelah salah seorang anggota keluarganya terpaksa mengambil beras di minimarket untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Tak sekadar memberikan perhatian, pemerintah hadir dengan langkah konkret, mulai dari memfasilitasi pengurusan administrasi kependudukan hingga membuka kembali akses pendidikan bagi anak yang putus sekolah melalui Sekolah Rakyat.

Kepedulian tersebut ditunjukkan melalui kunjungan langsung jajaran Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Ajung bersama Pemerintah Desa (Pemdes) Wirowongso dan Tim Wadul Guse ke kediaman keluarga tersebut pada Rabu, 04 November 2026. Kunjungan ini merupakan bentuk kehadiran pemerintah daerah dalam memberikan perlindungan dan pendampingan sosial kepada masyarakat yang membutuhkan.

Sebelumnya, warga tersebut sempat menjadi perhatian publik lantaran terpaksa mengambil beras di sebuah minimarket demi menyambung hidup dan memenuhi kebutuhan makan keluarganya. Persoalan tersebut kini telah diselesaikan secara kekeluargaan. Dengan demikian, kunjungan tim gabungan kali ini lebih difokuskan pada upaya mengidentifikasi kondisi sosial dan ekonomi keluarga serta mencari solusi atas persoalan yang dihadapi.

Dari hasil peninjauan langsung, tim mendapati bahwa keluarga tersebut memang hidup dalam kondisi ekonomi yang memprihatinkan. Menyikapi keadaan itu, Pemerintah Kecamatan Ajung segera mengambil langkah konkret untuk membantu meringankan beban keluarga.

Salah satu langkah awal yang dilakukan adalah memfasilitasi pengurusan administrasi kependudukan (adminduk). Kelengkapan dokumen kependudukan tersebut dinilai penting agar keluarga yang bersangkutan memiliki identitas resmi dan dapat mengakses berbagai program bantuan sosial pemerintah.

Tak hanya itu, perhatian juga diarahkan pada pemenuhan hak pendidikan anak. Setelah mengetahui bahwa salah seorang anak dalam keluarga tersebut terpaksa putus sekolah akibat keterbatasan ekonomi, pihak kecamatan langsung memberikan rekomendasi sekaligus memfasilitasi proses pendaftaran agar anak tersebut dapat kembali mengenyam pendidikan secara gratis melalui program Sekolah Rakyat.

Camat Ajung, Andri Purnomo, menegaskan bahwa pemerintah daerah mengedepankan pendekatan kemanusiaan dalam menangani persoalan sosial yang terjadi di tengah masyarakat.

"Kami dari jajaran Muspika Ajung bersama Kepala Desa Wirowongso dan Tim Wadul Guse hadir di sini sebagai kepanjangan tangan Bapak Bupati Jember. Kunjungan ini merupakan bentuk empati dan perlindungan pemerintah kepada masyarakat. Persoalan hukum yang sebelumnya terjadi, alhamdulillah, sudah diselesaikan secara bijak," ungkap Andri.

"Sekarang fokus kami adalah mencari solusi untuk memperkuat ketahanan keluarga. Setelah melihat langsung kondisi perekonomian mereka yang memang sangat memprihatinkan, kami segera mengambil langkah nyata," sambungnya.

Lebih lanjut, Andri menjelaskan bahwa pihaknya langsung memproses pembaruan dokumen administrasi kependudukan keluarga tersebut agar mereka memiliki identitas resmi dan lebih mudah mengakses bantuan sosial secara berkelanjutan.

Selain itu, pemerintah kecamatan juga memprioritaskan keberlanjutan pendidikan anak dalam keluarga tersebut.

"Hari ini juga, tim kami langsung memproses pembaruan administrasi kependudukan keluarga tersebut agar mereka memiliki identitas resmi dan ke depannya lebih mudah terjangkau program bantuan sosial. Masa depan generasi penerus juga menjadi prioritas kami," jelasnya.

"Karena itu, kami langsung merekomendasikan dan mengurus pendaftaran anak beliau yang sempat putus sekolah agar dapat segera kembali belajar di Sekolah Rakyat. Kami berharap langkah ini bisa meringankan beban keluarga sekaligus membantu memutus rantai kemiskinan," pungkasnya.

Langkah kolaboratif yang mengedepankan pendekatan humanis dan solutif tersebut diharapkan tidak berhenti pada penanganan persoalan sesaat. Lebih dari itu, pendampingan pemerintah diharapkan mampu memastikan terpenuhinya kebutuhan dasar keluarga, memperluas akses terhadap bantuan sosial, serta menjamin hak pendidikan anak demi membangun masa depan yang lebih baik. (ar)

Galeri Foto