Home Care Kecamatan Mumbulsari Jangkau 10 Sasaran Rentan di Desa Kawangrejo
- 17 Oktober 2026
- Dibaca 37 Kali
Bagikan Via:
Home Care Kecamatan Mumbulsari Jangkau 10 Sasaran Rentan di Desa Kawangrejo
JEMBER, 17 OKTOBER 2026 – Pemerintah Kecamatan Mumbulsari bersama tim lintas sektor melaksanakan kegiatan Home Care di Desa Kawangrejo, Kecamatan Mumbulsari, pada Jumat, 16 Oktober 2026. Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah dalam mendekatkan akses pelayanan kesehatan kepada masyarakat yang membutuhkan perhatian khusus, terutama ibu hamil berisiko tinggi, anak stunting, penyandang disabilitas, serta lansia dengan kondisi kesehatan tertentu.
Kegiatan tersebut melibatkan Asisten Administrasi Sekretariat Daerah Kabupaten Jember, Camat Mumbulsari Wadaatul Mabruroh, S.P., Tim Home Care Puskesmas Mumbulsari, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Mumbulsari, Kasi PMKS Kecamatan Mumbulsari, LRT Mumbulsari, kader kesehatan, serta perangkat Desa Kawangrejo.
Dalam pelaksanaannya, tim melakukan kunjungan langsung ke rumah masing-masing sasaran untuk memantau kondisi kesehatan, melakukan pemeriksaan sesuai kondisi yang memungkinkan, serta mengidentifikasi kebutuhan pelayanan dan pendampingan lebih lanjut. Sebanyak 10 sasaran menjadi penerima layanan dalam kegiatan Home Care kali ini.
Sasaran pertama adalah Reza Amelia, ibu hamil dengan kondisi risiko tinggi (Resti) dan Kekurangan Energi Kronis (KEK). Hasil pemeriksaan menunjukkan tekanan darah sebesar 110/70 mmHg. Dalam kunjungan tersebut, Reza Amelia juga menerima bantuan sandang berupa daster dari Dinas Sosial.
Selanjutnya, tim mengunjungi Yusi Rolifah, penyandang gangguan jiwa (ODGJ), dengan hasil pengukuran tekanan darah 110/70 mmHg. Sebagai bentuk dukungan sosial, yang bersangkutan menerima bantuan berupa selimut dari Dinas Sosial.
Pelayanan juga diberikan kepada sejumlah lansia dengan kondisi kesehatan yang membutuhkan pemantauan. Muriksan, lansia dengan sakit menahun, memiliki tekanan darah 160/80 mmHg dan kadar gula darah 187 mg/dL. Sementara itu, Ahmad tercatat memiliki tekanan darah 120/80 mmHg, dengan kadar gula darah mencapai 458 mg/dL, sehingga memerlukan perhatian dan tindak lanjut medis.
Tim turut mengunjungi Holis, lansia dengan hipertensi dan gangguan bicara atau pelo. Hasil pemeriksaan menunjukkan tekanan darah 125/80 mmHg dan gula darah 160 mg/dL. Adapun Mistari, lansia dengan sakit menahun, memiliki tekanan darah 160/100 mmHg dan kadar gula darah 158 mg/dL. Mistari juga menerima bantuan sandang berupa baju koko dan sarung dari Dinas Sosial.
Perhatian khusus diberikan kepada Faradiba, anak berusia satu tahun yang mengalami kondisi stunting. Hasil pemantauan menunjukkan berat badan 7,4 kilogram dan tinggi badan 66 sentimeter. Dalam kesempatan tersebut, Faradiba menerima bantuan berupa selimut dari Dinas Sosial sebagai bentuk dukungan terhadap kebutuhan keluarga.
Sasaran berikutnya adalah Buna, lansia yang tinggal dalam Kartu Keluarga (KK) tunggal dan mengalami hipertensi serta kadar gula darah tinggi. Hasil pemeriksaan menunjukkan tekanan darah 130/80 mmHg dan gula darah 262 mg/dL. Mbah Buna juga menerima bantuan berupa daster.
Tim selanjutnya mengunjungi Mbah Surimi, lansia penyandang disabilitas sensorik berupa tunanetra dan tunarungu. Hasil pengukuran menunjukkan tekanan darah 180/100 mmHg. Selain mendapatkan perhatian melalui pelayanan Home Care, Mbah Surimi menerima bantuan sandang berupa daster dari Dinas Sosial.
Kunjungan berikutnya dilakukan kepada Indah, penyandang disabilitas intelektual. Pada saat kunjungan, pemeriksaan kesehatan belum dapat dilaksanakan karena yang bersangkutan menunjukkan perilaku mengamuk dan berteriak. Meski demikian, tim tetap memberikan dukungan sosial melalui penyaluran bantuan berupa selimut dari Dinas Sosial.
Camat Mumbulsari, Wadaatul Mabruroh, S.P., menyampaikan bahwa kegiatan Home Care merupakan salah satu upaya pemerintah untuk memastikan masyarakat yang memiliki keterbatasan akses tetap mendapatkan perhatian dan pelayanan, baik di bidang kesehatan maupun sosial.
“Melalui kegiatan Home Care ini, kami ingin memastikan bahwa masyarakat yang membutuhkan perhatian khusus, seperti lansia sakit menahun, ibu hamil berisiko tinggi, anak stunting, dan penyandang disabilitas, tetap mendapatkan pelayanan yang layak. Dengan kunjungan langsung ke rumah warga, kami dapat melihat kondisi dan kebutuhan mereka secara lebih dekat sehingga tindak lanjut dapat dikoordinasikan bersama pihak terkait,” ujar Wadaatul Mabruroh.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah kecamatan, tenaga kesehatan, unsur kesejahteraan sosial, kader kesehatan, dan pemerintah desa dalam memberikan pelayanan yang berkelanjutan.
“Penanganan kelompok rentan tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Diperlukan kerja sama lintas sektor agar pelayanan kesehatan, pendampingan sosial, dan bantuan sesuai kebutuhan dapat diberikan secara tepat. Kami berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut sehingga masyarakat yang membutuhkan benar-benar merasakan kehadiran pemerintah,” tambahnya.
Melalui kegiatan Home Care ini, Pemerintah Kecamatan Mumbulsari berharap pelayanan kesehatan dan sosial semakin mudah dijangkau oleh masyarakat. Pemantauan kondisi kesehatan, koordinasi tindak lanjut medis, serta dukungan sosial diharapkan dapat terus dilakukan sesuai kebutuhan masing-masing sasaran.
Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud komitmen bersama dalam menghadirkan pelayanan publik yang lebih dekat, responsif, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat di Kecamatan Mumbulsari. (btl)