logo ppid jember kim
Oleh : Badan Penanggulangan Bencana Daerah

Hujan Lebat Picu Tanah Longsor di Jembatan Curah Ancar Rambipuji, BPBD Jember Lakukan Jitupasna

  • 19 Januari 2026
  • Dibaca 559 Kali
Bagikan Via:
hujan-lebat-picu-tanah-longsor-di-jembatan-curah-ancar-rambipuji-bpbd-jember-lakukan-jitupasna-20260119

Hujan Lebat Picu Tanah Longsor di Jembatan Curah Ancar Rambipuji, BPBD Jember Lakukan Jitupasna

Hujan dengan intensitas lebat yang mengguyur wilayah Kabupaten Jember dalam waktu cukup lama menyebabkan terjadinya tanah longsor di sekitar Jembatan Curah Ancar, tepatnya di KM 9+720 ruas Jalan Balung–Rambipuji. Kejadian tersebut berada di wilayah Kecamatan Rambipuji dan dilaporkan terjadi pada Minggu, 18 Januari 2026, sekitar pukul 10.24 WIB. Peristiwa ini berdampak langsung pada infrastruktur jembatan serta mengganggu layanan utilitas masyarakat. Menindaklanjuti kejadian tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember segera melakukan kegiatan Jitupasna (Kajian Kebutuhan Pascabencana) di lokasi terdampak.

Berdasarkan hasil pendataan awal di lapangan, longsor mengakibatkan kerusakan pada sisi timur jembatan dengan ukuran sekitar 10 meter x 6 meter. Selain kerusakan fisik pada struktur jembatan, kejadian ini juga menyebabkan jaringan sekunder PDAM Kabupaten Jember terputus, sehingga berpotensi mengganggu distribusi air bersih bagi masyarakat sekitar. Longsor terjadi akibat meningkatnya debit air pada sungai pembagi atau anak Sungai Dinoyo yang berada di bawah jembatan. Kondisi tersebut dipicu oleh hujan deras yang terjadi sejak Sabtu, 17 Januari 2026, mulai pukul 14.00 WIB hingga 17.00 WIB, kemudian kembali turun hujan pada pukul 18.30 WIB hingga dini hari.

Kronologis kejadian menunjukkan bahwa tingginya curah hujan menyebabkan aliran sungai meningkat secara signifikan dan menggerus bagian pagar serta struktur penahan jembatan. Ambrolnya pagar jembatan di Jalan Airlangga atau Jalan Raya Rambipuji–Balung mengakibatkan material runtuhan menutup aliran anak Sungai Dinoyo. Kondisi ini berpotensi memperparah kerusakan apabila tidak segera dilakukan penanganan teknis. Beruntung, tidak dilaporkan adanya korban jiwa dalam kejadian ini, namun risiko lanjutan tetap perlu diantisipasi.

Sebagai langkah penanganan awal, BPBD Kabupaten Jember melakukan koordinasi dengan Koordinator Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Kabupaten Jember serta Dinas PU Bina Marga Provinsi Jawa Timur. Koordinasi ini bertujuan untuk melakukan kajian teknis terhadap area terdampak serta menentukan langkah perbaikan yang sesuai dengan ketentuan peraturan yang berlaku. Selain itu, pihak PDAM dan Telkom Kabupaten Jember turut dilibatkan guna mengidentifikasi dampak terhadap jaringan utilitas yang terdampak longsor.

Untuk mengantisipasi risiko lanjutan dan menjaga keselamatan masyarakat, lokasi kejadian telah dipasang police line sebagai bentuk mitigasi bencana. BPBD Kabupaten Jember merekomendasikan kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis terkait agar segera melakukan perbaikan dan penanganan permanen pada struktur jembatan dan jaringan terdampak. Pemerintah daerah juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi, mengingat curah hujan di wilayah Jember masih cukup tinggi dalam beberapa waktu ke depan.

Galeri Foto