Jelang IJMC 2026 dan Jember Bershalawat, Satpol PP Tata Ulang Lokasi PKL
- 03 Agustus 2026
- Dibaca 61 Kali
Bagikan Via:
Jelang IJMC 2026 dan Jember Bershalawat, Satpol PP Tata Ulang Lokasi PKL
JEMBER, 03 AGUSTUS 2026 – Menjelang penyelenggaraan dua agenda besar di Kabupaten Jember, yakni International Jember Marching Band Carnival (IJMC) dan Jember Bershalawat dalam rangka Hari Kemerdekaan ke-81 RI, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) menggelar rapat koordinasi penataan Pedagang Kaki Lima (PKL), Senin 03 Agustus 2026.
Rapat yang berlangsung pukul 13.00 WIB di Ruang Kerja Kepala Satpol PP Kabupaten Jember ini dipimpin oleh Kasatpol PP Jember, Bambang Rudianto, S.Sos, serta dibuka oleh Sekretaris Satpol PP, Siswanto. Kegiatan ini turut dihadiri perwakilan Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, Menengah, dan Perdagangan (Diskopumkdag), perwakilan PKL Jalan Kartini, unsur Satpol PP, serta awak media.
Dalam forum tersebut, peserta berdiskusi menyusun langkah penataan PKL yang mengedepankan ketertiban tanpa mengabaikan keberlangsungan usaha pedagang.
Bambang Rudianto menjelaskan, Kabupaten Jember akan menjadi tuan rumah dua event besar yang diproyeksikan menyedot ribuan pengunjung. Agenda Jember Bershalawat digelar pada 5 Agustus 2026 dengan estimasi 3.000 hingga 6.000 jemaah. Sementara itu, IJMC berlangsung pada 6–8 Agustus 2026 sebagai ajang bertaraf internasional.
"IJMC mendatangkan wisatawan dari berbagai daerah hingga mancanegara, sehingga ketertiban lalu lintas dan lokasi berjualan perlu diatur sebaik mungkin," ujar Bambang.
Guna mendukung kelancaran acara, Kepala Bidang Ketertiban Umum Satpol PP memaparkan skema penataan lokasi berjualan sementara. Pada 5-7 Agustus 2026, para pedagang diarahkan berjualan di sepanjang Jalan Dewi Sartika. Sedangkan pada 8 Agustus 2026, lokasi berjualan dipindahkan ke Jalan Sultan Agung.
Di sisi lain, Kabid Pemberdayaan dan Pengembangan UMKM Diskopumkdag mengajak seluruh pedagang menjaga ketertiban sesuai kesepakatan. Koordinasi yang kuat diyakini mampu menciptakan suasana aman, nyaman, dan saling menguntungkan.
Dalam sesi penyampaian aspirasi, perwakilan PKL meminta agar sosialisasi dilakukan secara menyeluruh, terutama bagi pedagang di Jalan Sudarman. Mereka juga mengusulkan pengawasan ketat terhadap pedagang pendatang demi mencegah timbulnya kecemburuan sosial.
Adapun perwakilan PKL Jalan Kartini menegaskan komitmen untuk tidak berjualan di area Alun-Alun Jember selama kegiatan berlangsung. Mereka berharap penegakan aturan dilakukan secara adil dan konsisten tanpa pengecualian.
Menanggapi masukan tersebut, Bambang menambahkan bahwa berdasarkan hasil koordinasi dengan Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata serta Diskopumkdag, tenda UMKM khusus disiapkan di sekitar GOR PKPSO.
“Kami mengedepankan komunikasi, musyawarah, dan kolaborasi. Penataan ini bukan untuk menghambat aktivitas ekonomi, melainkan agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan nyaman. Kami sangat mengapresiasi komitmen para PKL,” tegas Bambang.
Melalui sinergi ini, pelaksanaan IJMC dan Jember Bershalawat diharapkan berjalan sukses sekaligus tetap memberi ruang bagi roda perekonomian masyarakat. (luq)