Jember Pluralitas Hub 2026: Saat Pramuka Berdiri di Garda Terdepan Menjaga Demokrasi
- 06 Juni 2026
- Dibaca 55 Kali
Bagikan Via:
Jember Pluralitas Hub 2026: Saat Pramuka Berdiri di Garda Terdepan Menjaga Demokrasi
JEMBER, 06 JUNI 2026 – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Jember terus mendorong penguatan pendidikan politik bagi generasi muda melalui kegiatan Jember Pluralitas Hub 2026 yang mengusung tema “Pramuka Pengawal Demokrasi”. Kegiatan yang berlangsung di Gedung Pusdiklatcab Argapura Jember tersebut diikuti oleh 150 Pramuka Penegak yang berasal dari 31 kecamatan se-Kabupaten Jember.
Acara yang dimulai tepat pukul 09.00 WIB, Sabtu 06 Juni 2026 ini, menjadi ruang edukasi dan dialog kebangsaan bagi kalangan muda dalam memahami pentingnya demokrasi, partisipasi politik, serta nilai-nilai toleransi yang menjadi fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Bidang Politik Dalam Negeri (Poldagri) Bakesbangpol Kabupaten Jember Dwi Handarisasi, S.Psi., M.Si., jajaran pengurus Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Jember, Ketua Tim Percepatan Pembangunan dan Pengembangan Daerah (TP3D) Kabupaten Jember Gogot Cahyo Baskoro, Ketua DPRD Kabupaten Jember Ahmad Halim, S.Sos., serta para peserta Pramuka Penegak dari berbagai wilayah di Kabupaten Jember.
Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Jember, Ghyta Eka Puspita, S.E., M.Sc., yang hadir secara virtual, menegaskan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila harus dimaknai lebih dari sekadar seremoni. Menurutnya, Pancasila merupakan pondasi utama dalam kehidupan berbangsa yang harus terus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam sambutannya, Ghyta menyampaikan bahwa tema “Pramuka Pengawal Demokrasi” memiliki makna yang sangat relevan dengan kondisi bangsa saat ini. Demokrasi, menurutnya, merupakan ruh kehidupan masyarakat yang harus dijaga dan dipelihara bersama.
“Pendidikan demokrasi adalah urusan bersama. Gerakan Pramuka sejak dahulu menjadi salah satu tonggak pendidikan demokrasi bagi generasi muda. Demokrasi seharusnya menjadi alat pemersatu, bukan pemecah belah. Musuh terbesar demokrasi adalah intoleransi,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam Dasa Dharma Pramuka merupakan agregat penting dalam membangun kehidupan demokrasi yang sehat. Menurutnya, kecerdasan yang tidak dibarengi dengan akhlak dan karakter yang baik dapat menjadi ancaman bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.
Setelah menyampaikan sambutannya, Ghyta secara resmi membuka kegiatan Jember Pluralitas Hub 2026.
Sementara itu, Kepala Bidang Politik Dalam Negeri (Poldagri) Bakesbangpol Kabupaten Jember Dwi Handarisasi, S.Psi., M.Si., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Bakesbangpol dalam memberikan pemahaman politik kepada generasi muda yang tergabung dalam Gerakan Pramuka.
Menurutnya, pendidikan politik yang baik akan melahirkan generasi yang tidak hanya memahami hak dan kewajibannya sebagai warga negara, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap pembangunan daerah dan kehidupan demokrasi.
“Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman politik kepada generasi muda sekaligus mendorong partisipasi politik yang aktif dan bertanggung jawab bagi Pramuka Penegak dari 31 kecamatan se-Kabupaten Jember,” ungkap Dwi Handarisasi.
Pada sesi materi, Ketua TP3D Kabupaten Jember Gogot Cahyo Baskoro menyampaikan paparan bertema “Peran dan Partisipasi Politik Pramuka dalam Memajukan Demokrasi di Kabupaten Jember”. Dalam penyampaiannya, ia mengajak para peserta untuk tidak bersikap apatis terhadap persoalan sosial maupun politik.
Menurut Gogot, keterlibatan generasi muda dalam proses demokrasi merupakan salah satu syarat penting untuk mewujudkan pembangunan daerah yang berkelanjutan dan berpihak kepada masyarakat.
“Buta yang terburuk adalah buta politik. Karena ketika seseorang tidak memahami politik, maka ia tidak memahami bagaimana keputusan-keputusan penting yang memengaruhi kehidupannya dibuat,” tegasnya di hadapan peserta.
Materi berikutnya disampaikan oleh Ketua DPRD Kabupaten Jember Ahmad Halim, S.Sos. Dalam paparannya, ia menegaskan bahwa keberlangsungan demokrasi Indonesia sangat bergantung pada kualitas generasi muda saat ini.
Ia mengajak seluruh anggota Pramuka untuk terus belajar, meningkatkan kapasitas diri, serta aktif berpartisipasi dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.
“Masa depan demokrasi ada di tangan kalian. Karena itu, persiapkan diri menjadi generasi yang kritis, cerdas, berintegritas, dan memiliki kepedulian terhadap bangsa,” ujar Halim.
Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung. Hal tersebut tampak dari banyaknya pertanyaan yang diajukan dalam sesi diskusi dan tanya jawab antara peserta dengan para narasumber. Berbagai isu terkait demokrasi, partisipasi politik generasi muda, toleransi, serta tantangan kehidupan berbangsa menjadi topik yang menarik perhatian peserta.
Melalui kegiatan Jember Pluralitas Hub 2026, Bakesbangpol Kabupaten Jember berharap dapat membentuk generasi muda yang memiliki kesadaran politik yang baik, menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila, serta mampu menjadi agen perubahan dalam menjaga demokrasi yang sehat, inklusif, dan berkeadilan di Kabupaten Jember.
Kegiatan berakhir pada pukul 11.30 WIB dalam suasana penuh semangat kebangsaan dan komitmen bersama untuk terus mengawal demokrasi melalui peran aktif generasi muda, khususnya anggota Gerakan Pramuka sebagai kader pemimpin masa depan bangsa. (but)