Kampung Tanggap Bencana Resmi Diluncurkan di Nogosari, Warga Dibekali Sistem Peringatan Dini Banjir
- 20 Agustus 2026
- Dibaca 3 Kali
Bagikan Via:
Kampung Tanggap Bencana Resmi Diluncurkan di Nogosari, Warga Dibekali Sistem Peringatan Dini Banjir
JEMBER 20 Agustus 2026 — Program Kampung Tanggap Bencana resmi diluncurkan di Desa Nogosari, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember, Kamis, 20 Agustus 2026. Program yang digagas PPK Ormawa BEM FKM Universitas Jember (UNEJ) tersebut diarahkan untuk memperkuat kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi bencana, khususnya banjir.
Launching yang berlangsung di Kantor Desa Nogosari pukul 10.00-12.00 WIB itu diikuti sekitar 35 peserta dari unsur organisasi perangkat daerah (OPD), pemerintah desa, aparat keamanan, fasilitas kesehatan, sekolah, hingga mitra kebencanaan.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Jember, Zughrinada Wahyudi Hidayat, mengatakan penguatan kesiapsiagaan di tingkat desa perlu dibarengi dengan sistem peringatan dini yang mampu memberikan informasi secara cepat dan mudah dipahami masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, dilakukan penandatanganan perjanjian kerja sama antara PPK Ormawa BEM FKM UNEJ dengan sejumlah OPD dan mitra terkait. Kerja sama itu menjadi bagian dari upaya membangun kolaborasi dalam pelaksanaan Program Kampung Tanggap Bencana di Desa Nogosari.
Selain itu, peserta mengikuti demonstrasi Early Warning System (EWS) banjir sekaligus penyerahan perangkat EWS kepada Pemerintah Desa Nogosari. Kegiatan juga ditandai dengan peresmian Rumah Lindung Titik Evakuasi Bencana sebagai salah satu sarana pendukung kesiapsiagaan warga.
Zughrinada menyampaikan, pemasangan EWS tidak cukup hanya dengan menempatkan perangkat di suatu lokasi. Penentuan titik pemasangan harus mempertimbangkan karakteristik wilayah, posisi sensor, kemudahan pemantauan, serta aspek pemeliharaan perangkat.
“EWS harus ditempatkan pada lokasi yang strategis dan disesuaikan dengan kondisi wilayah agar mampu memberikan peringatan dini secara optimal kepada masyarakat,” ujar Zughrinada.
Menurut dia, keberadaan EWS juga harus terintegrasi dengan mekanisme peringatan dini, penyebarluasan informasi, dan prosedur evakuasi. Dengan demikian, ketika terdapat indikasi ancaman banjir, informasi dapat segera diterima dan ditindaklanjuti masyarakat.
BPBD Jember juga mengingatkan perlunya memastikan perangkat EWS dirawat secara berkala agar tetap berfungsi ketika dibutuhkan. Kesiapsiagaan, kata Zughrinada, bukan hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga kesiapan masyarakat dalam merespons peringatan dan melakukan evakuasi.
Kegiatan tersebut turut dihadiri BPBD Jember, DPRKPLH, UPT PSDA WS Bondoyudo, Koramil dan Polsek Rambipuji, Pemerintah Kecamatan Rambipuji, Pemerintah Desa Nogosari, SMPN 3 Rambipuji, Puskesmas Nogosari, serta DESTANA Rambipuji.
Program Kampung Tanggap Bencana diharapkan menjadi langkah kolaboratif untuk memperkuat kapasitas masyarakat Desa Nogosari dalam menghadapi risiko bencana sekaligus membangun budaya kesiapsiagaan dari tingkat desa.(tgh)