logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Tanggul

Karapan Sapi Tanggul Wetan, Lestarikan Budaya hingga Buka Ladang Rezeki Warga

  • 12 September 2026
  • Dibaca 131 Kali
Bagikan Via:
karapan-sapi-tanggul-wetan-lestarikan-budaya-hingga-buka-ladang-rezeki-warga-20260912

Karapan Sapi Tanggul Wetan, Lestarikan Budaya hingga Buka Ladang Rezeki Warga

JEMBER, 12 SEPTEMBER 2026 — Suasana penuh kegembiraan menyelimuti Lapangan Desa Tanggul Wetan, Kecamatan Tanggul, Kabupaten Jember, saat pembukaan Lomba Karapan Sapi, Sabtu 12 September 2026.

Tradisi yang menjadi salah satu hiburan sekaligus kekayaan budaya masyarakat tersebut berlangsung meriah dan dihadiri Camat Tanggul Fariqul Mashudi, S.Sos., Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Jember, tokoh masyarakat, serta ribuan warga.

Lebih dari 120 pasang sapi dari berbagai wilayah di Kabupaten Jember dan sejumlah kabupaten tetangga turut ambil bagian dalam ajang tersebut. Antusiasme peserta dan masyarakat menunjukkan bahwa karapan sapi masih memiliki tempat tersendiri sebagai tradisi yang memadukan olahraga, budaya, dan kearifan lokal.

Lomba tidak hanya mengandalkan kecepatan dan kekuatan sapi, tetapi juga ketangkasan para joki. Di sisi lain, kegiatan tersebut menjadi ruang kebersamaan masyarakat sekaligus upaya menjaga warisan leluhur agar tetap hidup dan berkembang di tengah perubahan zaman.

Camat Tanggul Fariqul Mashudi mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, karapan sapi bukan sekadar perlombaan, melainkan bagian dari identitas dan kekayaan budaya masyarakat yang perlu dilestarikan bersama.

“Karapan sapi bukan sekadar lomba, melainkan identitas dan kekayaan budaya yang harus kita jaga bersama. Kegiatan ini sekaligus membuktikan bahwa olahraga tidak hanya ada di lapangan modern, tetapi juga tumbuh subur dari tradisi masyarakat,” ujar Fariqul.

Ia mengatakan, pemerintah kecamatan akan terus mendukung kegiatan serupa agar semakin dikenal luas. Selain melestarikan budaya, karapan sapi dinilai dapat mengangkat potensi desa dan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.

“Dukungan kami akan terus diberikan agar ajang ini semakin dikenal luas, mampu mengangkat potensi desa, serta membawa manfaat bagi kesejahteraan warga. Semoga Karapan Sapi Tanggul Wetan terus menjadi kebanggaan Kabupaten Jember,” katanya.

Fariqul juga mengapresiasi kerja keras panitia dan masyarakat yang turut menyukseskan pelaksanaan kegiatan. Ia menilai antusiasme warga menjadi modal penting untuk menjaga keberlangsungan tradisi tersebut.

“Saya bangga melihat semangat warga Tanggul Wetan. Karapan sapi ini mengajarkan kita kebersamaan, ketekunan, dan kecintaan terhadap warisan leluhur. Ajang ini juga menjadi sarana mempererat persaudaraan antarwarga lintas desa dan kecamatan,” tuturnya.

Selain menjadi hiburan bagi masyarakat, kegiatan tersebut turut menggerakkan aktivitas ekonomi warga. Sejumlah masyarakat membuka lapak makanan, minuman, dan berbagai dagangan di sekitar lokasi perlombaan.

“Acara ini juga membuka peluang rezeki bagi banyak warga yang membuka lapak dan berdagang sehingga dapat menambah penghasilan keluarga. Saya berharap tradisi ini tetap terjaga, semakin maju, dan membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat,” kata Fariqul.

Sorak-sorai penonton terdengar setiap kali pasangan sapi melesat membelah lintasan. Di sisi lain, lapak-lapak warga juga tampak ramai didatangi pengunjung.

Karapan Sapi Tanggul Wetan pun tidak hanya menjadi ajang adu kecepatan, tetapi juga ruang perjumpaan masyarakat sekaligus bagian dari upaya menjaga budaya lokal tetap lestari dan memberikan manfaat bagi warga. (psn)

Galeri Foto