logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak

Kasus HIV/AIDS di Jember Tiga Tahun Berturut-turut Peringkat Tiga se-Jatim

  • 21 Agustus 2026
  • Dibaca 4 Kali
Bagikan Via:
kasus-hivaids-di-jember-tiga-tahun-berturut-turut-peringkat-tiga-se-jatim-20260821

Kasus HIV/AIDS di Jember Tiga Tahun Berturut-turut Peringkat Tiga se-Jatim

JEMBER, 20 Agustus 2026 – Kabupaten Jember tercatat berada di peringkat tiga se-Jawa Timur untuk kasus HIV/AIDS selama tiga tahun berturut-turut, bersaing dengan Kabupaten Sidoarjo. Data tersebut diungkap Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Jember dr. Rita Wahyuning, M.Kes., dalam Gelar Wicara Kependudukan bertema "Peran Keluarga dalam Membentuk Remaja Sehat: Pencegahan HIV/AIDS di Era Modern" yang digelar UKM Kependudukan Universitas Jember, Kamis (20/8/2026), di Auditorium Lantai 5 Gedung Soedjarwo Universitas Jember.

Rita mengatakan, posisi Jember di tiga besar Jawa Timur cukup mengherankan mengingat kondisi geografisnya berbeda dari Sidoarjo yang berdekatan dengan Surabaya. Ia menyebut peringkat tersebut bisa dimaknai ganda: di satu sisi menunjukkan kinerja deteksi yang baik, namun di sisi lain memunculkan pertanyaan dari masyarakat mengenai kinerja pencegahan yang dilakukan Dinas Kesehatan.

"Angkanya itu sangat drastis peningkatannya. Kalau kita bicara di sosial, kok bisa tinggi, apa aja kerjanya Dinas Kesehatan? Itu yang sering ditanyakan kepada kami," ujar Rita.

Berdasarkan tren sejak 2001, Rita menyebut peningkatan kasus terjadi cukup signifikan. Ia mencontohkan, penemuan kasus baru pada 2021 berada di angka 600-an, sementara pada 2025 sudah menembus 800 kasus baru. Secara kumulatif sejak 2002, total kasus HIV/AIDS yang ditemukan di Kabupaten Jember mencapai sekitar 30 ribu orang.

Rita turut mengungkap hasil survei pemetaan titik rawan (hotspot). Hasilnya, kawasan sekitar kampus di wilayah kota tercatat memiliki sekitar 400 titik hotspot, jauh lebih tinggi dibanding wilayah pedesaan yang hanya berkisar tiga hingga lima titik.

Rita juga menyatakan ketertarikannya untuk mengintegrasikan program penanggulangan HIV/AIDS dengan program Desa/Kelurahan Layak Anak (KLA) yang selama ini digawangi Dinas Sosial.

Menanggapi paparan Rita, Kepala Bidang Pemberdayaan dan Perlindungan Perempuan dan Pengarusutamaan Gender Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) dr. Oktavia Wahyu Krisna Murti, M.M. "Positioning Jember di peringkat tiga Jawa Timur selama tiga tahun berturut-turut ini saya memandang temuan penambahan kasus baru sebagai kondisi yang memerlukan respons terukur, rasional, dan tanpa stigma," ujarnya.

Ia mendorong penguatan sektor keluarga dan edukasi remaja melalui integrasi program pencegahan HIV/AIDS dengan program Kelurahan/Desa Layak Anak (KLA), serta menggandeng institusi pendidikan dan kampus untuk membentengi remaja dari perilaku berisiko. (rou)

Galeri Foto