Kecamatan Tempurejo Bersama Pendamping Desa Laksanakan Monev BUMDes Peternakan Ayam Petelur di Andongrejo
- 19 Oktober 2026
- Dibaca 35 Kali
Bagikan Via:
Kecamatan Tempurejo Bersama Pendamping Desa Laksanakan Monev BUMDes Peternakan Ayam Petelur di Andongrejo
JEMBER, 19 OKTOBER 2026 – Pemerintah Kecamatan Tempurejo bersama Pendamping Desa melaksanakan kegiatan monitoring dan evaluasi (Monev) Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Andongrejo, dengan fokus pada usaha peternakan ayam petelur Senin, 19 Oktober 2026 Kegiatan berlangsung di Pendopo Desa Andongrejo.
Kegiatan ini dilakukan untuk memantau perkembangan usaha, mengevaluasi pengelolaan, serta memastikan program BUMDes berjalan dengan baik dan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.
Melalui kegiatan monitoring dan evaluasi ini, Pemerintah Kecamatan Tempurejo bersama Pendamping Desa berupaya melihat perkembangan usaha secara langsung, mengidentifikasi berbagai kendala yang dihadapi, serta mendorong pengelolaan BUMDes agar semakin optimal dan berkelanjutan.
Usaha peternakan ayam petelur menjadi salah satu potensi ekonomi desa yang diharapkan mampu mendukung pengembangan usaha produktif, meningkatkan pendapatan asli desa, serta membuka peluang manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, Camat Tempurejo Adi Kusnandar Zulkifli Ahmad Husein, S.H., M.M., menyampaikan bahwa monitoring dan evaluasi (Monev) bertujuan untuk mengetahui perkembangan usaha BUMDes secara langsung, mengevaluasi pengelolaan dan pelaksanaan program, serta mengidentifikasi kendala yang perlu segera ditindaklanjuti.
"Melalui kegiatan ini, diharapkan usaha peternakan ayam petelur di Desa Andongrejo dapat dikelola secara optimal, berkelanjutan, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat desa," katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Teguh Adi Suprapto selaku Direktur BUMDes Desa Andongrejo menyampaikan bahwa usaha peternakan ayam petelur yang dikelola saat ini memiliki sekitar 700 ekor ayam. Dari jumlah tersebut, produksi telur mencapai kurang lebih 35 kilogram per hari.
Ia menjelaskan, harga telur saat ini berkisar antara Rp22.000 hingga Rp23.000 per kilogram. Hasil produksi telur tersebut dipasarkan kepada masyarakat serta Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), sehingga usaha peternakan ini memiliki peluang untuk terus dikembangkan melalui perluasan pemasaran dan pengelolaan usaha yang berkelanjutan.
Perkembangan tersebut menjadi salah satu potensi yang dapat terus dioptimalkan oleh BUMDes Desa Andongrejo. Melalui monitoring dan evaluasi, diharapkan pengelolaan peternakan ayam petelur semakin baik, produktivitas tetap terjaga, dan usaha mampu memberikan kontribusi bagi perekonomian desa.
Sementara itu, Muhammad Rois selaku Pendamping Lokal Desa (PLD) menyatakan kesiapannya untuk membantu mengawal pengembangan BUMDes, termasuk memberikan pendampingan dan dukungan agar pengelolaan usaha berjalan sesuai tujuan.
"Sinergi antara Pemerintah Kecamatan Tempurejo, pemerintah desa, dan Pendamping Desa diharapkan mampu memperkuat tata kelola BUMDes serta mendorong usaha desa agar semakin berkembang dan berkontribusi terhadap peningkatan perekonomian masyarakat," ucapnya.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan Pendamping Desa dalam mendorong tata kelola BUMDes yang profesional, transparan, dan berorientasi pada hasil.
Melalui monitoring dan evaluasi secara berkala, diharapkan BUMDes Desa Andongrejo dapat terus berkembang, meningkatkan kualitas pengelolaan usaha, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat desa.
Pemerintah Kecamatan Tempurejo berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan potensi desa melalui pendampingan dan evaluasi, sehingga BUMDes dapat menjadi salah satu penggerak ekonomi lokal menuju desa yang mandiri dan sejahtera. (mhr)