Kekeringan Belum Berakhir, BPBD Jember Salurkan 200 Ribu Liter Air Bersih ke Warga
- 26 Oktober 2026
- Dibaca 77 Kali
Bagikan Via:
Kekeringan Belum Berakhir, BPBD Jember Salurkan 200 Ribu Liter Air Bersih ke Warga
JEMBER, 26 OKTOBER 2026 – Dampak musim kemarau yang menyebabkan krisis air bersih masih dirasakan sejumlah warga di Kabupaten Jember. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember bersama sejumlah pihak terus melakukan upaya penanganan melalui pendistribusian air bersih ke wilayah terdampak kekeringan.
Pada Senin, 26 Oktober 2026, distribusi air bersih kembali dilakukan di Desa Sumberjeruk, Kecamatan Kalisat. Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 5.000 liter air bersih disalurkan untuk memenuhi kebutuhan warga di Dusun Kidul dan Dusun Karangpring.
Penyaluran ini merupakan distribusi air bersih ke-40 yang dilaksanakan dalam rangka penanganan dampak bencana kekeringan di Kabupaten Jember sepanjang 2026.
Berdasarkan hasil asesmen Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Jember, terdapat sekitar 77 kepala keluarga (KK) di dua dusun tersebut yang membutuhkan pasokan air bersih.
Di Dusun Kidul, bantuan menyasar warga di RT 1 RW 8 yang terdiri atas sekitar 20 KK dari total 145 KK, serta RT 1 RW 6 yang dihuni sekitar 15 KK dari total 25 KK.
Sementara itu, di Dusun Karangpring, distribusi air bersih menjangkau sekitar 22 KK di RT 2 RW 1 dari total 220 KK, serta sekitar 20 KK di RT 3 RW 1 dari total 80 KK.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa sebagian warga masih mengalami kesulitan memperoleh air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari akibat musim kemarau.
Petugas TRC BPBD Kabupaten Jember melakukan pendampingan selama kegiatan berlangsung. Sementara itu, Bakorwil Jember mendistribusikan bantuan air bersih ke tandon-tandon yang tersedia agar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat terdampak.
Perwakilan TRC BPBD Kabupaten Jember, Firman Arifianto, menyampaikan bahwa pendistribusian air bersih merupakan tindak lanjut dari hasil asesmen lapangan terhadap kondisi warga yang terdampak kekeringan.
“Distribusi air bersih ini merupakan upaya untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang mengalami kesulitan air akibat musim kemarau. Penyaluran dilakukan berdasarkan hasil asesmen dan kebutuhan warga di lokasi terdampak,” ujar Firman.
Ia menambahkan, penanganan dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi lapangan serta kebutuhan masyarakat agar bantuan air bersih dapat dimanfaatkan secara optimal.
Berdasarkan laporan BPBD Kabupaten Jember, hingga 26 Oktober 2026, total air bersih yang telah didistribusikan untuk penanganan dampak kekeringan mencapai 200.000 liter. Jumlah tersebut merupakan akumulasi bantuan yang disalurkan dalam rangka membantu masyarakat di sejumlah wilayah terdampak.
BPBD juga merekomendasikan agar pendistribusian air bersih di Desa Sumberjeruk dilakukan setiap empat hari sekali dengan kapasitas 5.000 liter dalam setiap penyaluran. Langkah tersebut diharapkan dapat membantu menjaga ketersediaan air bersih bagi warga selama kondisi kekeringan masih berlangsung.
Kegiatan distribusi air bersih ini melibatkan BPBD Kabupaten Jember, Bakorwil Jember, perangkat desa, pengurus RT/RW, serta masyarakat setempat. Seluruh rangkaian kegiatan dilaporkan berjalan lancar, aman, terkendali, dan kondusif tanpa kendala berarti.
Pemerintah Kabupaten Jember melalui BPBD terus melakukan upaya penanganan darurat sesuai kebutuhan di lapangan. Pendistribusian air bersih menjadi salah satu langkah untuk meringankan beban masyarakat sekaligus memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi di tengah ancaman kekeringan.
Dengan adanya distribusi secara berkala, diharapkan warga Desa Sumberjeruk dapat terbantu dalam memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari hingga kondisi sumber air kembali membaik. (bob)