logo ppid jember kim
Oleh : Badan Penanggulangan Bencana Daerah

Kekeringan Berlanjut, BPBD Jember Bersama PMI Salurkan 5.000 Liter Air Bersih untuk 125 KK di Pakusari

  • 13 Agustus 2026
  • Dibaca 46 Kali
Bagikan Via:
kekeringan-berlanjut-bpbd-jember-bersama-pmi-salurkan-5000-liter-air-bersih-untuk-125-kk-di-pakusari-20260813

Kekeringan Berlanjut, BPBD Jember Bersama PMI Salurkan 5.000 Liter Air Bersih untuk 125 KK di Pakusari

JEMBER, 13 AGUSTUS 2026 – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Jember kembali menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat terdampak kekeringan di Dusun Bunder, Desa Sumberpinang, Kecamatan Pakusari, Kamis 13 Agustus 2026.

Sebanyak 5.000 liter air bersih didistribusikan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar sekitar 125 kepala keluarga (KK) yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih akibat musim kemarau.

Kegiatan tersebut merupakan distribusi air bersih ke-21 yang dilakukan sebagai bagian dari penanganan dampak kekeringan di Kabupaten Jember. Penyaluran bantuan menyasar warga di RT 02 RW 13 dan RT 03 RW 13 Dusun Bunder. Dari hasil pendataan, sekitar 45 KK di RT 02 RW 13 dan 80 KK di RT 03 RW 13 terdampak kondisi kekeringan.

Kekeringan di wilayah tersebut telah menyebabkan masyarakat mengalami kesulitan memperoleh sumber air untuk kebutuhan sehari-hari. Berdasarkan hasil asesmen Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Jember pada 1 Juli 2026, sumber air terdekat berupa sumur bor berada sekitar 600 meter dari permukiman warga. Namun, sumur bor tersebut belum dapat dimanfaatkan karena belum tersedia meteran listrik dan jaringan perpipaan.

Selain keterbatasan akses terhadap sumur bor, kondisi sejumlah sumur milik warga juga semakin memprihatinkan. Sebagian sumur mengalami penurunan volume air, sedangkan sebagian lainnya menghasilkan air yang keruh dan bercampur lumpur sehingga tidak dapat digunakan secara optimal untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Situasi tersebut mendorong BPBD Kabupaten Jember bersama unsur terkait untuk melakukan distribusi air bersih secara berkala. Pada Kamis pagi, tim BPBD bersama PMI berangkat menuju lokasi sekitar pukul 09.00 WIB dan tiba di lokasi pada pukul 10.00 WIB. Petugas kemudian melakukan pendistribusian air bersih ke tandon-tandon yang tersedia serta kepada masyarakat yang terdampak.

Dalam kegiatan tersebut, PMI Kabupaten Jember menyalurkan bantuan air bersih sebanyak 5.000 liter. Proses penyaluran turut didukung oleh unsur Polsek, Koramil, perangkat RT/RW, serta masyarakat setempat. Keterlibatan berbagai unsur tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan distribusi bantuan berjalan tertib dan tepat sasaran.

Tim Reaksi Cepat BPBD Kabupaten Jember, Ali Maskur Bakri, mengatakan bahwa distribusi air bersih dilakukan sebagai bentuk respons terhadap kebutuhan masyarakat yang mengalami keterbatasan sumber air akibat musim kemarau.

“Distribusi air bersih ini merupakan upaya untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar warga yang terdampak kekeringan. Kondisi sumber air di wilayah tersebut masih terbatas, sehingga bantuan perlu diberikan secara berkala sesuai dengan kebutuhan masyarakat di lapangan,” ujar Ali Maskur Bakri.

Menurut Ali, keberadaan sumber air yang belum dapat dimanfaatkan secara optimal menjadi salah satu persoalan yang perlu mendapat perhatian. Karena itu, selain distribusi bantuan, pemantauan kondisi sumber air dan kebutuhan masyarakat tetap dilakukan secara berkelanjutan.

“Kami terus memantau kondisi di lapangan bersama unsur terkait. Masyarakat juga kami imbau untuk menggunakan air bantuan secara bijak dan memprioritaskannya untuk kebutuhan sehari-hari yang paling penting,” katanya.

Berdasarkan rekomendasi penanganan, distribusi air bersih ke wilayah terdampak perlu dilakukan setiap dua hari sekali. Rekomendasi tersebut disesuaikan dengan kondisi kekeringan dan kebutuhan masyarakat yang masih memerlukan pasokan air bersih.

Pelaksanaan kegiatan mengacu pada Surat Keputusan Bupati Jember tentang Status Siaga Darurat Bencana Kekeringan, Kebakaran Hutan dan Lahan Kabupaten Jember Tahun 2026, serta Surat Permohonan Pemerintah Desa Sumberpinang Nomor 007/SBRPNG/VI/2026 tentang Permohonan Air Bersih.

Penanganan kekeringan tidak hanya dilakukan melalui distribusi air bersih, tetapi juga membutuhkan koordinasi lintas sektor untuk mencari solusi terhadap keterbatasan sumber air di wilayah terdampak. Kolaborasi antara BPBD, PMI, pemerintah desa, aparat keamanan, perangkat RT/RW, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam memperkuat respons terhadap kondisi tersebut.

Setelah seluruh bantuan selesai didistribusikan, kegiatan berakhir pada pukul 11.30 WIB. Tim kemudian kembali ke Mako. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar, aman, dan kondusif tanpa kendala.

BPBD Kabupaten Jember bersama unsur terkait akan terus memantau perkembangan kondisi kekeringan di Dusun Bunder dan wilayah lainnya yang mengalami dampak serupa. Distribusi air bersih secara berkala diharapkan dapat membantu menjaga ketersediaan air bagi masyarakat selama musim kemarau masih berlangsung. (bob)

Galeri Foto