logo ppid jember kim
Oleh : Badan Penanggulangan Bencana Daerah

Kekeringan Melanda Dusun Rowo Jember, 80 KK Bergantung Bantuan Air Bersih

  • 13 Oktober 2026
  • Dibaca 200 Kali
Bagikan Via:
kekeringan-melanda-dusun-rowo-jember-80-kk-bergantung-bantuan-air-bersih-20261013

Kekeringan Melanda Dusun Rowo Jember, 80 KK Bergantung Bantuan Air Bersih

JEMBER, 13 OKTOBER 2026 - Kekeringan akibat musim kemarau membuat warga Dusun Rowo, Desa Mrawan, Kecamatan Mayang, Kabupaten Jember, kesulitan mendapatkan air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sebanyak 80 kepala keluarga (KK) terdampak karena sumur warga mulai mengering.

Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) BPBD Kabupaten Jember bersama Perumdam Tirta Pandalungan kemudian melakukan pendampingan dan distribusi air bersih ke wilayah tersebut pada Selasa, 13 Oktober 2026.

Tim Reaksi Cepat BPBD Kabupaten Jember, Agit Maulana, mengatakan kondisi kekeringan menyebabkan warga harus mencari sumber air lain untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Sumur-sumur warga mengalami kekeringan. Warga harus mengambil air dari sumber mata air di dekat sungai dengan jarak sekitar satu kilometer,” kata Agit.

Menurut dia, kondisi kekeringan juga berdampak pada ketersediaan air di Sumur Bor milik Pondok Pesantren At Thohiriyah. Debit sumur bor tersebut kini ikut mengecil sehingga tidak mampu mencukupi kebutuhan ponpes maupun warga di sekitarnya.

“Karena kondisi tersebut, warga membutuhkan bantuan distribusi air bersih dari pemerintah,” ujarnya.

Berdasarkan permohonan Kepala Desa Mrawan melalui surat Nomor 005/29/35.09.26.2001/2026, terdapat dua wilayah yang terdampak, yakni RT 02/RW 14 sebanyak 40 KK dan RT 01/RW 16 sebanyak 40 KK. Total terdapat 80 KK yang membutuhkan pasokan air bersih.

TRC-PB BPBD tiba di lokasi sekitar pukul 09.00 WIB untuk melakukan pendampingan. Selanjutnya, Perumdam Tirta Pandalungan mendistribusikan 5.000 liter air bersih yang dialirkan ke warga dan empat tandon BPBD yang tersedia di lokasi.

Hingga 13 Oktober 2026, total air bersih yang telah terdistribusi dan tertampung di tandon BPBD mencapai 40.000 liter.

BPBD merekomendasikan distribusi air bersih berkapasitas 5.000 liter dilakukan setiap tiga hari sekali selama kondisi kekeringan masih berlangsung. Selain bantuan distribusi, penanganan juga akan diteruskan kepada dinas terkait untuk mencari solusi terhadap keterbatasan sumber air warga.

“Distribusi air perlu dilakukan secara berkala dan penanganan lebih lanjut perlu dikoordinasikan dengan dinas terkait,” kata Agit.

Kegiatan distribusi air bersih tersebut melibatkan BPBD Kabupaten Jember, Perumdam Tirta Pandalungan, kepala dusun, ketua RT/RW, serta masyarakat. Seluruh kegiatan berlangsung aman, lancar, dan kondusif. (tgh)

Galeri Foto