logo ppid jember kim
Oleh : Badan Penanggulangan Bencana Daerah

Kekeringan Meluas, BPBD Jember dan YDSF Salurkan 5.000 Liter Air Bersih untuk 150 KK di Desa Subo

  • 02 November 2026
  • Dibaca 42 Kali
Bagikan Via:
kekeringan-meluas-bpbd-jember-dan-ydsf-salurkan-5000-liter-air-bersih-untuk-150-kk-di-desa-subo-20261102

Kekeringan Meluas, BPBD Jember dan YDSF Salurkan 5.000 Liter Air Bersih untuk 150 KK di Desa Subo

JEMBER, 02 NOVEMBER 2026 – Dampak musim kemarau yang melanda Kabupaten Jember sejak Agustus 2026 menyebabkan warga Desa Subo, Kecamatan Pakusari, mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. Menanggapi kondisi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember bersama Yayasan Dana Sosial Al Falah (YDSF) menyalurkan bantuan air bersih sebanyak 5.000 liter, Senin 02 November 2026.

Distribusi bantuan yang dimulai pada pukul 12.30 WIB tersebut menyasar empat dusun di Desa Subo, yakni Dusun Kaliwining, Dusun Karang Duren, Dusun Sanggar, dan Dusun Karang Sadang. Sebanyak 150 kepala keluarga (KK) terdampak kekeringan di wilayah tersebut.

Berdasarkan laporan BPBD Kabupaten Jember, kekeringan mengakibatkan sumur-sumur milik warga mengering. Kondisi ini membuat masyarakat kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih untuk keperluan sehari-hari.

Untuk mendapatkan air, sebagian warga terpaksa mengambil air dari sumber mata air di dekat sungai yang berjarak sekitar 800 meter dari permukiman. Sementara itu, sebagian warga lainnya harus membeli air galon untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.

Kondisi tersebut semakin menyulitkan masyarakat karena wilayah terdampak belum memiliki jaringan pipanisasi untuk menyalurkan air bersih secara langsung ke permukiman.

Tim BPBD Kabupaten Jember bergerak menuju lokasi pada pukul 10.00 WIB dan tiba di wilayah terdampak sekitar pukul 11.30 WIB. Setibanya di lokasi, tim berkoordinasi dengan Kepala Desa Subo sebelum melaksanakan pendampingan distribusi bantuan bersama YDSF.

Petugas Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) BPBD Kabupaten Jember turut memastikan bantuan air bersih disalurkan ke tandon-tandon yang tersedia agar dapat dimanfaatkan oleh warga terdampak.

Selain mendistribusikan air bersih, bantuan berupa tujuh unit tandon berkapasitas masing-masing 1.200 liter juga disalurkan untuk mendukung ketersediaan tempat penampungan air di wilayah tersebut.

TRC BPBD Kabupaten Jember, Rezha Pratama Ensas Pahlevi, menjelaskan bahwa penyaluran bantuan tersebut merupakan bagian dari upaya penanganan dampak kekeringan yang dialami masyarakat Desa Subo.

“Distribusi air bersih ini dilakukan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak kekeringan, terutama warga yang sumurnya sudah mengering dan kesulitan mendapatkan air bersih,” ujar Rezha.

Ia menambahkan, selain penyaluran bantuan, petugas juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai bencana kekeringan. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman warga dalam menghadapi dampak musim kemarau.

Adapun sebaran warga terdampak meliputi 60 KK di Dusun Kaliwining RT 02/RW 06, 30 KK di Dusun Karang Duren RT 02/RW 09, 30 KK di Dusun Sanggar RT 02/RW 01, serta 30 KK di Dusun Karang Sadang RT 04/RW 04.

Dengan demikian, total masyarakat yang terdampak kekeringan di empat dusun tersebut mencapai 150 KK.

Meski bantuan telah disalurkan, kebutuhan air bersih masyarakat diperkirakan masih akan berlanjut selama musim kemarau belum berakhir. Oleh karena itu, BPBD Kabupaten Jember merekomendasikan agar distribusi air bersih dilakukan secara berkala, yakni satu truk tangki berkapasitas 5.000 liter setiap empat hari sekali.

BPBD juga merekomendasikan agar laporan kondisi tersebut diteruskan kepada dinas terkait untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut, terutama dalam upaya memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat di wilayah yang belum terjangkau jaringan perpipaan.

Dalam kegiatan tersebut, BPBD Kabupaten Jember turut berkoordinasi dengan Babinsa Desa Subo, kepala desa, kepala dusun, pengurus RT/RW, serta warga setempat.

Melalui penyaluran bantuan air bersih dan penyediaan tandon, diharapkan beban masyarakat yang terdampak kekeringan dapat berkurang. Namun, distribusi berkala dan penanganan lanjutan tetap diperlukan agar kebutuhan air bersih warga Desa Subo dapat terpenuhi selama kondisi kekeringan masih berlangsung. (bob)

Galeri Foto