logo ppid jember kim
Oleh : Kecamatan Ledokombo

Supervisi Enam Dapur SPPG di Ledokombo, Pemkab Jember Perkuat Pengawasan Kualitas dan Distribusi Program MBG

  • 22 Oktober 2026
  • Dibaca 11 Kali
Bagikan Via:
supervisi-enam-dapur-sppg-di-ledokombo-pemkab-jember-perkuat-pengawasan-kualitas-dan-distribusi-program-mbg-20261024

Supervisi Enam Dapur SPPG di Ledokombo, Pemkab Jember Perkuat Pengawasan Kualitas dan Distribusi Program MBG

JEMBER, 22 OKTOBER 2026 – Upaya memastikan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan optimal terus diperkuat melalui kegiatan pelayanan pendampingan dan supervisi terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Kecamatan Ledokombo, Kabupaten Jember, Kamis 22 Oktober 2026.

Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB hingga selesai tersebut menyasar enam dapur SPPG yang menjadi bagian penting dalam mendukung pemenuhan kebutuhan gizi para penerima manfaat, khususnya anak-anak sekolah. Supervisi ini menjadi langkah strategis untuk memastikan seluruh proses penyelenggaraan MBG berjalan sesuai ketentuan, mulai dari kesiapan sarana dan prasarana, kebersihan lingkungan, keamanan pangan, hingga ketepatan distribusi makanan.

Enam dapur SPPG yang menjadi sasaran supervisi meliputi SPPG Jember Ledokombo Ledokombo, SPPG Jember Ledokombo Ledokombo 2, SPPG Jember Ledokombo Sumberlesung, SPPG Jember Ledokombo Sumberlesung 2, SPPG Jember Ledokombo Lembengan, serta SPPG Jember Ledokombo Suren.

Pelaksanaan supervisi melibatkan tim lintas perangkat daerah Kabupaten Jember bersama unsur Pemerintah Kecamatan Ledokombo, kepolisian, TNI, dan sektor kesehatan. Keterlibatan berbagai unsur tersebut mencerminkan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjaga mutu layanan program strategis yang berkaitan langsung dengan kesehatan dan kualitas sumber daya manusia.

Supervisi dilakukan untuk memastikan setiap dapur SPPG mampu menjalankan operasional secara tertib dan memenuhi standar yang telah ditetapkan. Aspek yang menjadi perhatian mencakup kualitas pelayanan, kebersihan dan sanitasi, keamanan pangan, kelayakan bangunan, serta ketersediaan fasilitas pendukung operasional.

Selain itu, tim juga melakukan verifikasi terhadap aspek administrasi dan sarana pendukung, termasuk sistem keamanan melalui kamera pengawas atau CCTV, pengelolaan limbah, serta dokumen terkait perlindungan dan asuransi tenaga kerja maupun relawan.

Pemeriksaan tersebut penting karena keberhasilan Program MBG tidak hanya ditentukan oleh tersedianya makanan bagi penerima manfaat, tetapi juga oleh proses pengolahan, penanganan, dan penyaluran makanan yang memenuhi standar kesehatan serta keamanan.

Ketepatan distribusi juga menjadi perhatian utama. Makanan yang disiapkan harus dapat disalurkan sesuai jadwal dan menjangkau sasaran yang telah ditetapkan, sehingga manfaat program dapat dirasakan secara optimal oleh para siswa.

Melalui supervisi ini, pengelola dapur SPPG diharapkan memperoleh evaluasi dan pembinaan secara langsung terhadap pelaksanaan operasional. Temuan di lapangan dapat menjadi bahan perbaikan agar kualitas pelayanan semakin meningkat dan berbagai potensi kendala dapat diantisipasi sejak dini.

Camat Ledokombo, Roni Herman Baza, AP, menegaskan bahwa pengawasan terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis merupakan bagian penting dari upaya menjaga kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Menurutnya, pelaksanaan MBG membutuhkan komitmen bersama, bukan hanya dari pengelola dapur, melainkan juga dari pemerintah, tenaga kesehatan, aparat kewilayahan, serta seluruh pihak yang terlibat dalam proses penyelenggaraannya.

“Supervisi ini menjadi bagian penting untuk memastikan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di wilayah Kecamatan Ledokombo berjalan dengan baik, sesuai standar, serta tepat sasaran. Kami ingin seluruh unsur yang terlibat terus memperkuat koordinasi dan melakukan evaluasi agar kualitas pelayanan, kebersihan, keamanan pangan, dan ketepatan distribusi benar-benar menjadi perhatian bersama,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa aspek kebersihan dan keamanan makanan harus menjadi prioritas karena berkaitan langsung dengan kesehatan para siswa sebagai penerima manfaat. Oleh sebab itu, setiap pengelola SPPG diharapkan terbuka terhadap evaluasi dan segera melakukan pembenahan apabila ditemukan hal-hal yang perlu ditingkatkan.

“Yang terpenting, program ini harus memberikan manfaat nyata bagi anak-anak. Kepercayaan masyarakat perlu dijaga melalui pelayanan yang bertanggung jawab, transparan, dan mengutamakan kualitas gizi serta keamanan makanan,” tambahnya.

Tim supervisi lintas perangkat daerah Kabupaten Jember terdiri atas Suryadi, S.Pd., dari Dinas Pendidikan; M. Najmi Ridhani, S.Kom., dari Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, dan Perdagangan; Muhammad Aziz Fisultoni, S.STP., M.Si., dari Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak; serta Riski Bagus Bayu Saputro, S.KM., dari Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana.

Tim juga melibatkan Toto Harisusilo, S.T., M.Si., dari Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup; Syaiful Hadi, S.H., dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu; Muhammad Umar dari Dinas Tenaga Kerja; Dawam, Rahmat Taufik, dan Achmad Arifin, S.E., dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang; Ilham Juniedi Hajir, S.Kom., M.M., serta Agus Setia Budi dari Dinas Komunikasi dan Informatika; dan Alun Supriadi dari Dinas Perhubungan.

Sementara itu, unsur wilayah yang hadir meliputi Kapolsek Ledokombo Iptu Andrias Suryo Rubedo, S.H.; Camat Ledokombo Roni Herman Baza, AP; Peltu Kusmanto selaku Batuud Koramil Ledokombo yang mewakili Danramil; Aiptu Sugeng Hariyanto, S.H., selaku Kanit Intelkam Polsek Ledokombo; serta dr. Andy Maulana selaku Kepala Puskesmas Ledokombo.

Keterlibatan lintas sektor tersebut memungkinkan pengawasan dilakukan dari berbagai sudut pandang. Dinas kesehatan berperan penting dalam aspek kesehatan dan keamanan pangan, sementara unsur teknis lainnya mendukung pemeriksaan kelayakan bangunan, sanitasi, pengelolaan lingkungan, administrasi, ketenagakerjaan, serta aspek pendukung operasional lainnya sesuai kewenangan masing-masing. (yus)

Galeri Foto