Keretakan Jalan Gumitir Sepanjang 30 Meter Diantisipasi, BPBD Jember Pangkas Pohon Jelang Musim Hujan
- 10 Oktober 2026
- Dibaca 1 Kali
Bagikan Via:
Keretakan Jalan Gumitir Sepanjang 30 Meter Diantisipasi, BPBD Jember Pangkas Pohon Jelang Musim Hujan
JEMBER, 10 Oktober 2026 — Risiko meluasnya keretakan di ruas Jalan Gumitir, Kilometer 230, Desa Sidomulyo, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember, menjadi perhatian BPBD Jember menjelang musim penghujan. Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, BPBD bersama sejumlah instansi terkait melakukan perempesan pohon beringin di sekitar lokasi keretakan, Sabtu, 10 Oktober 2026.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Jember, Maryani, S.Kom., M.M., mengatakan, perempesan dilakukan sebagai tindak lanjut rapat koordinasi penanganan keretakan jalan Gumitir. Langkah ini ditujukan untuk mengurangi potensi pengaruh pohon terhadap kondisi tanah di sekitar badan jalan, terutama ketika curah hujan meningkat.
“Perempesan pohon ini merupakan bagian dari upaya antisipasi terhadap keretakan jalan Gumitir. Kami melakukan penanganan bersama instansi terkait agar potensi kerusakan tidak semakin meluas, khususnya saat memasuki musim penghujan,” ujar Maryani.
Kegiatan yang berlangsung pukul 08.00 hingga 11.30 WIB itu menyasar ranting pohon beringin di sekitar titik keretakan. Meski demikian, kondisi keretakan dan kestabilan lereng tetap menjadi perhatian karena kawasan tersebut juga mengalami gerusan tanah.
Sebelumnya, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur–Bali telah melakukan penambalan atau sealing pada permukaan aspal di sekitar titik keretakan sepanjang kurang lebih 30 meter, Rabu (7/10/2026). Dua hari kemudian, BBPJN memasang karung pasir (sandbag) di bagian atas dan bawah lereng yang mengalami gerusan tanah sebagai penanganan sementara.
Petugas juga memasang spanduk peringatan sebelum titik keretakan untuk meningkatkan kewaspadaan pengguna jalan yang melintas di kawasan Gumitir.
Keretakan jalan yang berada di kawasan lereng memerlukan pemantauan, terutama saat hujan berpotensi meningkatkan aliran air dan memperburuk kondisi tanah. Namun, belum ada keterangan mengenai penyebab pasti keretakan maupun hasil kajian teknis terkait kestabilan jalan tersebut.
Penanganan melibatkan BPBD Jember, BBPJN Jawa Timur–Bali, Satlantas Polres Jember, Dinas Perhubungan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Perhutani, Cabang Dinas Kehutanan Jawa Timur Wilayah Jember, TNI-Polri, serta relawan Gumitir.
Maryani menekankan pentingnya koordinasi lintas instansi untuk mengantisipasi perkembangan keretakan dan menjaga keselamatan pengguna jalan, terutama menjelang musim hujan. Langkah yang telah dilakukan masih bersifat sementara sehingga pemantauan kondisi badan jalan dan lereng tetap diperlukan.(tgh)