Kolaborasi Lintas Sektor di Jember, Percepat Pemulihan ODGJ melalui Gardu Si Jiwa
- 18 Juni 2026
- Dibaca 44 Kali
Bagikan Via:
Kolaborasi Lintas Sektor di Jember, Percepat Pemulihan ODGJ melalui Gardu Si Jiwa
JEMBER, 18 JUNI 2026 - Pemerintah Kabupaten Jember terus memperkuat pelayanan kesehatan jiwa berbasis masyarakat melalui program Gardu Si Jiwa (Gerakan Masyarakat Peduli Kesehatan Jiwa). Program yang melibatkan lintas sektor ini dinilai mampu mempercepat proses pemulihan Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) melalui pelayanan yang lebih terpadu dan berkelanjutan.
Penguatan layanan tersebut tampak dalam kegiatan Gardu Si Jiwa yang digelar di Pustu Desa Sruni, Kecamatan Jenggawah, Rabu 17 Juni 2026. Kegiatan ini melibatkan tenaga kesehatan dari Puskesmas Jenggawah dan Puskesmas Kemuningsari Kidul, dokter spesialis jiwa dari RSD dr. Soebandi Jember, serta unsur lintas sektor seperti Babinsa, Bhabinkamtibmas, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), pemerintah desa, dan pihak terkait lainnya.
Dalam kegiatan tersebut, dokter spesialis jiwa RSD dr. Soebandi Jember, dr. Justina Evy, Sp.KJ, memberikan pelayanan pemeriksaan sekaligus pendampingan kepada pasien yang membutuhkan penanganan kesehatan jiwa. Kehadiran berbagai unsur pendukung menjadi bagian penting dalam memastikan pasien mendapatkan layanan medis dan dukungan sosial secara menyeluruh.
Programmer Kesehatan Jiwa dan Napza Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kabupaten Jember, Layli Rohmah Hidayati, S.Kp.G, mengatakan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam mempercepat pemulihan ODGJ di masyarakat.
“Pelayanan kesehatan jiwa yang optimal memerlukan sinergi antara dokter spesialis jiwa, puskesmas, Babinsa, Bhabinkamtibmas, TKSK, pemerintah desa, dan unsur terkait lainnya. Melalui koordinasi terpadu dalam deteksi dini, pengobatan, pendampingan, dan dukungan sosial, pelayanan kepada ODGJ diharapkan menjadi lebih efektif sehingga dapat mempercepat proses pemulihan dan meningkatkan kualitas hidup pasien,” ujarnya.
Menurut Layli, penanganan kesehatan jiwa tidak dapat dilakukan oleh sektor kesehatan semata. Dukungan aktif dari pemerintah desa, aparat keamanan, tenaga sosial, hingga lingkungan masyarakat menjadi faktor penting dalam menciptakan sistem pendampingan yang berkelanjutan bagi pasien.
Ia menambahkan, kegiatan Gardu Si Jiwa juga menjadi contoh praktik kolaborasi yang baik di tingkat puskesmas dalam membangun layanan kesehatan jiwa yang terintegrasi dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Melalui program tersebut, Dinkes PPKB Kabupaten Jember terus mendorong penguatan jejaring pelayanan kesehatan jiwa berbasis masyarakat. Kolaborasi antara fasilitas kesehatan, pemerintah desa, aparat keamanan, dan unsur sosial diharapkan mampu meningkatkan akses layanan sekaligus mendukung pemulihan ODGJ agar dapat kembali berfungsi secara sosial di tengah masyarakat.
Gardu Si Jiwa menjadi salah satu bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Jember dalam menghadirkan layanan kesehatan jiwa yang lebih dekat, terpadu, dan berkelanjutan bagi masyarakat. (ken)