logo ppid jember kim
Oleh : Puskesmas Gumukmas

Lawan Kusta Tanpa Stigma, Puskesmas Gumukmas Bergerak Libatkan Kader dan Tokoh Masyarakat

  • 31 Oktober 2026
  • Dibaca 7 Kali
Bagikan Via:
lawan-kusta-tanpa-stigma-puskesmas-gumukmas-bergerak-libatkan-kader-dan-tokoh-masyarakat-20261031

Lawan Kusta Tanpa Stigma, Puskesmas Gumukmas Bergerak Libatkan Kader dan Tokoh Masyarakat

Penyakit Kusta / Lepra masih menjadi penyakit momok di dunia, termasuk Indonesia. Bagaimana tidak, penderita kusta di Indonesia menempati urutan ketiga terbanyak di dunia setelah Brazil dan India. Jawa Timur menjadi daerah endemik kusta nomor satu seIndonesia. Kabupaten Jember menempati urutan ke 4 se Jatim dan Kecamatan Gumukmas termasuk dalam 7 besar kecamatan di Jember yang masih banyak penderita kusta.

Kusta merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh infeksi Mycobacterium leprae, ditandai dengan timbulnya bercak di kulit dan hilangnya sensitivitas atau mati rasa di kulit yang terkena. Penyakit ini menular melalui melalui percikan cairan dari saluran pernapasan, seperti ludah atau dahak penderita yang keluar ketika batuk atau bersin. Penanganan kusta yang terlambat dapat menyebabkan komplikasi serius seperti kecacatan permanen pada kulit, saraf anggota gerak dan mata.

Mirisnya, penyakit kusta masih identik dengan stigma buruk di masyarakat. Tidak sedikit penderitanya yang dijauhi masyarakat atau ditinggalkan keluarganya, karena penyakit ini dianggap sebagai penyakit kutukan. Padahal penderita kusta sangat membutuhkan support system yang baik dalam kesuksesan terapinya. Oleh karena itu, UPTD Puskesmas Gumukmas mengadakan giat sosialisasi Active Case Finding dan Kemoprofilaksis Kusta di Desa Kepanjen, Kecamatan Gumukmas.

Acara ini diselenggarakan tanggal 21 Oktober 2026, bertempat di Balai Desa Kepanjen, Kecamatan Gumukmas. Acara ini merupakan sinergi UPTD Puskesmas Gumukmas dengan NLR (Netherland Leprosy Relief) yang dihadiri oleh kader posyandu, perangkat desa setempat, pengurus RT RW serta tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh pendidikan. Tim dari Puskesmas Gumukmas dihadiri oleh dokter, perawat wilayah, serta penanggung jawab kusta di Puskesmas dan Dinas Kesehatan. Acara diawali dengan sambutan oleh Kepala Desa Kepanjen lalu dilanjutkan materi oleh dokter Imam Adi Nugroho dan Bapak Fatkulloh selaku penanggung jawab program kusta di UPTD Puskesmas Gumukmas.

Acara ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan awareness tentang penyakit kusta serta menghapus stigma buruk yang menyebar di masyarakat. Kegiatan ini juga nantinya akan aktif menjemput bola pasien kusta baru beserta kontak erat, kontak serumah dan kontak sosial dari pasien positif kusta sebelumnya. Pencarian kasus kusta baru ini berpatokan dengan data pasien kusta tahun 2021- Juni 2026, dimana nantinya akan dicari kontak erat minimal 10 KK. Orang orang dengan kontak erat tersebut nantinya akan diperiksa apakah ada gejala kusta seperti bercak kulit yang mati rasa. Jika dinyatakan positif kusta, maka pasien tersebut disarankan ke puskesmas untuk mendapatkan pengobatan kusta. Jika dinyatakan negatif kusta, maka orang dengan kontak erat diberikan obat kemoprofilaksis antibiotik sebagai bentuk pencegahan agar tidak terjadi kasus baru.

Kegiatan ini berlangsung dengan lancar dan dihadiri oleh 26 undangan. Diharapkan agar para kader dan tokoh masyarakat dapat mengedukasi warganya agar tidak takut dengan penyakit kusta. Besar harapan dari UPTD Puskesmas Gumukmas untuk dapat bersinergi dan berkolaborasi dengan masyarakat setempat dalam pemberantasan kusta, demi mewujudkan target eliminasi kusta tahun 2030