logo ppid jember kim
Oleh : Kelurahan Tegal Gede

Mediasi Mie Bindereh Gagal

  • 21 Agustus 2025
  • Dibaca 733 Kali
Bagikan Via:
mediasi-mie-bindereh-gagal

Mediasi Mie Bindereh Gagal

Sebelum masuk laporan ke WADUL GUSe, Lurah bersama 2 Pilar Kelurahan Tegalgede telah menerima laporan langsung dari masyarakat Kelurahan Tegalgede yang berada di Lingkungan Krajan Barat. Selanjutnya direncanakan akan dilakukan cek lapangan dan mediasi langsug terhadap pelapor maupun terlapor agar masalah tidak berkembang.

Namun, rencana mediasi terkait laporan luapan limbah di depan warung Mie Bindereh, kawasan RT 001/RW 005 Kelurahan Tegal Gede, Kecamatan Sumbersari gagal dilakukan. Lurah Tegal Gede, Abdul Khamil, hari Rabu (20/8/2025) bersama BABINSA TNI Sugino dan BHABINKAMTIBMAS, Ardhian dibantu ketua RT dan RW mendatangi lokasi dengan tujuan untuk mendamaikan pihak yang bermasalah.

Kedatangan Lurah dan jajarannya ini ternyata hanya ditemui oleh salah satu pihak yang berperkara yaitu pihak terlapor, sedangkan HM sebagai pihak pelapor ke Polsek Sumbersari dan LBH tidak bisa ditemui. Kata keluarganya HM setiap hari jarang di rumah. Pekerjaannya apa juga tidak ada yang tahu.

Mengenai gagalnya mediasi ini sangat disayangkan oleh Lurah Tegal Gede. "Insyaallah, kami bersama jajaran kelurahan dan juga Babinsa akan segera memanggil pihak-pihak yang bersengketa untuk duduk bareng menyelesaikan masalah ini. Nanti kita akan minta bukti dan saksi supaya masalahnya cepat selesai," kata Lurah Abdul Khamil.

Kasus ini berawal dari penutupan saluran pengairan (got) yang diduga dilakukan oleh HM yang berakibat mampetnya pembuangan limbah rumah tangga yang berasal dari para pemilik warung di sepanjang Jalan Tawang Mangu. Diantara warung tersebut, salah satunya adalah Mie Bindereh yang menjadi tertuduh melakukan pencemaran limbah.

Menurut RT/RW setempat, ketika hujan deras terjadi luberan air limbah yang mengganggu kenyamanan warga karena menimbulkan bau kurang sedap.

Setelah diteliti, penyebab tersumbatnya saluran air (got) ternyata berasal saluran didepan rumah keluarga HM.

Lucunya, yang melakukan protes terhadap meluapnya limbah itu adalah HM. Padahal yang menyumbat got tersebut adalah HM sendiri.

Menurut Ketua RW 005, Dadut Karyadi, kasus ini sebenarnya masalah kesalahpahaman semata yang bisa segera diselesaikan, asalkan masing-masih pihak maun berpikir jernih dan tidak mencari pembenaran.

Pihak kepolisian dari Polsek Sumbersari termasuk pihak yang merasa direpotkan dengan adanya laporan HM. Menurut BHABINKAMTIBMAS, Ardhian, kasus limbah warung ini tidak kuat jika dilanjutkan ke ranah hukum karena pihak pelapor tidak memiliki bukti-bukti kepemilikan tanah yang ditempati saluran sebagai pembuangan limbah.

Galeri Foto