Menembus Keterbatasan Mobilitas, Senyum Merekah Kelompok Rentan Desa Gelang
- 04 September 2026
- Dibaca 6 Kali
Bagikan Via:
Menembus Keterbatasan Mobilitas, Senyum Merekah Kelompok Rentan Desa Gelang
SUMBERBARU, 3 September 2026 – Jarak dan keterbatasan fisik kerap menjadi benteng tebal yang memisahkan masyarakat rentan dari akses pelayanan publik dasar. Namun, ketidakberdayaan mobilitas itu seketika runtuh saat negara hadir langsung menyeberangi pintu rumah mereka di pelosok Dusun Krajan, Desa Gelang, Kecamatan Sumberbaru, Kamis (3/9).
Melalui program homecare terpadu, Pemerintah Kabupaten Jember menerjunkan tim gabungan lintas instansi yang dipimpin langsung oleh Kepala Dinsos PPPA Kabupaten Jember, Lingga Diputra, S.Sos. Kehadiran para petugas kesehatan Puskesmas, tim Layanan Rujukan Terpadu (LRT), hingga tim Dispendukcapil ini memboyong harapan baru bagi para lansia, penyandang disabilitas, dan warga pasca-perawatan medis yang selama ini sulit melangkah keluar rumah.
Di salah satu sudut Dusun Krajan, rasa haru mewarnai kunjungan tim saat bertemu Misrin, seorang warga dengan keterbatasan fisik wicarungu yang hidup tanpa dokumen kependudukan. Tanpa perlu melangkah ke kantor dinas, petugas Dispendukcapil langsung melakukan perekaman KTP-el di tempat (jemput bola). Senyum lega pun tak mampu disembunyikan, perekaman data tersebut menjadi pintu masuk utama agar hak pelindungan sosial Pak Misrin diakui dan terintegrasi secara sah oleh negara.
Tidak hanya membawa kepastian administrasi dan pemeriksaan kesehatan gratis, rombongan juga menyerahkan paket bantuan kebutuhan sandang secara langsung. Senyum hangat warga yang tersapa menjadi bukti nyata bahwa negara tidak pernah melupakan masyarakatnya, sedalam apa pun mereka tinggal di pelosok desa.
Kepala Dinsos PPPA Kabupaten Jember, Lingga Diputra, S.Sos., menegaskan bahwa aksi jemput bola ini merupakan wujud kepedulian nyata agar tidak ada satu pun warga rentan yang tertinggal dalam mendapatkan hak dasar mereka.
"Kegiatan homecare ini merupakan bentuk komitmen dan kepedulian nyata Pemerintah Kabupaten Jember untuk hadir langsung menyapa dan membantu masyarakat yang membutuhkan, terutama mereka yang memiliki keterbatasan mobilitas," ujar Lingga.
Menanggapi kondisi warga seperti Pak Misrin, Lingga memastikan bahwa langkah ini bukan sekadar kunjungan sesaat, melainkan awal dari pendampingan berkelanjutan.
"Kasus seperti yang dialami Pak Misrin menjadi perhatian khusus kami. Perekaman KTP secara langsung di lokasi ini sangat penting sebagai langkah awal. Tanpa dokumen kependudukan, warga rentan akan kesulitan mengakses berbagai program bantuan dari pemerintah. Setelah KTP beliau terbit, kami bersama pihak desa dan kecamatan akan segera mendaftarkan beliau ke dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) agar Pak Misrin bisa mendapatkan hak bantuan sosial secara berkelanjutan," pungkasnya.
Kehadiran dinas terkait di Desa Gelang membuktikan bahwa batas geografis dan keterbatasan fisik bukan lagi penghalang. Ketika warga tak mampu mendatangi pelayanan, negaralah yang bergerak menghampiri. (ysf)