logo ppid jember kim
Oleh : Sekretariat DPRD

PAD Jember Cetak Rekor Rp1 Triliun: Sektor Kesehatan Mendominasi, Dewan Dorong Optimalisasi Pajak Daerah

  • 29 Juni 2026
  • Dibaca 37 Kali
Bagikan Via:
pad-jember-cetak-rekor-rp1-triliun-sektor-kesehatan-mendominasi-dewan-dorong-optimalisasi-pajak-daerah-20260629

PAD Jember Cetak Rekor Rp1 Triliun: Sektor Kesehatan Mendominasi, Dewan Dorong Optimalisasi Pajak Daerah

JEMBER, 29 JUNI 2026 – Kabupaten Jember berhasil mencatatkan lompatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang signifikan pada tahun anggaran 2025. PAD Jember yang semula berada di kisaran Rp700 miliar, kini berhasil menembus angka psikologis baru di atas Rp1 triliun. Pencapaian ini menandai babak baru kemandirian fiskal daerah, meski postur anggarannya masih memicu diskusi produktif antara eksekutif dan legislatif.

Wakil Ketua DPRD Jember, Widarto, memberikan apresiasi atas capaian tersebut usai Rapat Paripurna pada Sabtu, 27 Juni 2026. Kendati demikian, ia memberikan catatan kritis mengenai komposisi PAD yang didominasi oleh sektor kesehatan, khususnya melalui Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), ketimbang pertumbuhan ekonomi riil.

"Kami mengapresiasi adanya peningkatan lompatan PAD yang lumayan signifikan dari Rp700 miliar menjadi Rp1 triliun lebih. Namun, kita harus mencermati posturnya. Separuh lebih atau sekitar Rp500 miliar dari PAD tersebut bersumber dari sektor kesehatan atau pendapatan BLUD kita," ujar Widarto.

Menurut Widarto, sebagian besar pendapatan dari sektor kesehatan tersebut berasal dari klaim kapitasi BPJS, yang preminya dibayarkan oleh pemerintah daerah melalui APBD. Ia mengingatkan agar tingginya pendapatan di sektor ini tidak mengaburkan indikator kesejahteraan masyarakat luas. Juru bicara Fraksi PDI Perjuangan, Wahyu Prayudi Nugroho, mengamini hal tersebut dan mendorong agar pertumbuhan PAD ke depan lebih ditopang oleh sektor pariwisata, investasi, dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Melalui laporan resminya, Badan Anggaran (Banggar) DPRD Jember memaparkan bahwa realisasi pajak daerah baru mencapai 87,91 persen, sementara retribusi daerah menyentuh 90,11 persen. Banggar pun mendorong pemerintah daerah untuk lebih kreatif dan intensif dalam menggali potensi pajak terbarukan, seperti pajak reklame, pajak hotel dan restoran, BPHTB, pajak parkir, hingga retribusi utilitas.

Menanggapi dinamika tersebut, Bupati Jember, Muhammad Fawait, justru melihat dominasi sektor kesehatan dari sudut pandang strategis yang optimistis. Menurutnya, tingginya serapan dan pendapatan di sektor kesehatan merupakan fondasi penting bagi Jember untuk bertransformasi menuju karakteristik daerah maju yang bertumpu pada industri jasa.

"Negara-negara maju adalah negara yang wisatanya berkembang pesat, dan salah satu penopang utamanya adalah wisata medis (medical tourism), di samping wisata pendidikan. Kita bisa melihat bagaimana Penang di Malaysia mampu menyokong ekonominya secara makro melalui pariwisata kesehatan. Jember memiliki potensi besar ke arah sana," pungkas Bupati Fawait dalam sambutannya. (gil)

Galeri Foto