Pembagian BLTS Kesra 2025 di Kelurahan Kepatihan Berlangsung Lancar, 444 Warga Terima Bantuan Tunai
- 20 Desember 2025
- Dibaca 288 Kali
Bagikan Via:
Pembagian BLTS Kesra 2025 di Kelurahan Kepatihan Berlangsung Lancar, 444 Warga Terima Bantuan Tunai
Jember, 19 Desember 2025 - Pemerintah Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember, Jawa Timur, berhasil menyelenggarakan pembagian Bantuan Langsung Tunai Sementara Kesejahteraan Rakyat (BLTS Kesra) tahun 2025 dengan tertib dan lancar. Acara yang digelar pada Jumat, 19 Desember 2025, bertempat di Pendopo Kelurahan Kepatihan ini dihadiri oleh berbagai pihak terkait, termasuk Babinsa setempat, Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat dan Kesejahteraan Sosial (Kasi PMKS) Kelurahan Kepatihan, M. Hatta Fathoni, S.AP., serta staf kelurahan lainnya. Sebanyak 444 warga penerima manfaat dari wilayah Kelurahan Kepatihan menerima bantuan ini, sebagai bagian dari upaya pemerintah pusat untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah tantangan ekonomi.
BLTS Kesra 2025 merupakan program bantuan sosial dari Kementerian Sosial Republik Indonesia yang diluncurkan pada Oktober 2025, bertujuan untuk meningkatkan daya beli masyarakat, memperluas kesempatan kerja, dan memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional.
Acara dimulai pagi hari dengan proses verifikasi identitas penerima, diikuti pembagian tunai secara bergiliran. Kehadiran Babinsa dan staf kelurahan memastikan keamanan dan kelancaran proses, sesuai dengan protokol kesehatan dan pengawasan yang ketat untuk mencegah penyelewengan.
M. Hatta Fathoni, S.AP., selaku Kasi PMKS Kelurahan Kepatihan, menyampaikan harapannya agar bantuan ini dimanfaatkan secara bijak. "Semoga BLTS Kesra ini bisa dimanfaatkan dengan baik dan lebih memprioritaskan kebutuhan-kebutuhan yang bersifat primer," ucapnya di sela acara. Ia menekankan pentingnya penggunaan bantuan untuk keperluan pokok seperti makanan, pendidikan, dan kesehatan, guna mendukung kesejahteraan keluarga di tengah inflasi dan kenaikan harga barang kebutuhan sehari-hari.
Salah satu aspek positif dari penyelenggaraan ini adalah pelayanan khusus bagi warga yang berhalangan hadir. Bagi penerima yang sakit atau tidak bisa datang karena alasan kesehatan, petugas kelurahan secara proaktif mengantarkan bantuan langsung ke rumah atau bahkan ke rumah sakit tempat mereka dirawat. "Ini sebagai bentuk pelayanan kami kepada warga," tambah Fathoni. Langkah ini mencerminkan komitmen pemerintah daerah dalam memberikan akses setara bagi semua penerima, tanpa diskriminasi, dan sesuai dengan prinsip transparansi serta akuntabilitas dalam penyaluran bansos.
Antusiasme warga terlihat jelas selama acara berlangsung. Meski harus mengantri, para penerima tampak sabar menunggu panggilan dari petugas. Salah seorang warga, yang enggan disebut namanya, menyatakan kegembiraannya. "Bantuan ini sangat membantu kami, terutama untuk membeli kebutuhan pokok menjelang akhir tahun," katanya. Suasana pendopo dipenuhi dengan semangat gotong royong, di mana warga saling mengingatkan untuk menjaga jarak dan mematuhi aturan.
Program BLTS Kesra 2025 ini bukan hanya bantuan sementara, melainkan bagian dari strategi pemerintah untuk mengurangi kemiskinan dan ketimpangan sosial. Di tingkat nasional, bansos serupa seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) juga terus digulirkan untuk mendukung keluarga rentan. Di Jember, penyaluran ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, terutama di sektor UMKM dan perdagangan kecil yang bergantung pada daya beli masyarakat.
Pemerintah Kelurahan Kepatihan berkomitmen untuk terus memantau pemanfaatan bantuan ini melalui pendampingan sosial. Bagi warga yang belum terdaftar sebagai penerima, disarankan untuk memeriksa status melalui aplikasi Cek Bansos Kemensos atau mendatangi kantor kelurahan terdekat. Dengan demikian, program ini diharapkan dapat memberikan dampak positif jangka panjang bagi kesejahteraan masyarakat Kepatihan.
Acara pembagian BLTS Kesra 2025 di Kelurahan Kepatihan ini berakhir pada sore hari dengan lancar, menandai suksesnya kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat. Ke depan, diharapkan program serupa dapat terus ditingkatkan untuk mencapai target pengentasan kemiskinan nasional.