Pendopo Rambipuji Jadi Dapur Edukasi Pangan Bergizi
- 16 September 2026
- Dibaca 10 Kali
Bagikan Via:
Pendopo Rambipuji Jadi Dapur Edukasi Pangan Bergizi
JEMBER, 16 SEPTEMBER 2026 – Upaya mencegah stunting di Kabupaten Jember tidak hanya mengandalkan layanan kesehatan. Pemanfaatan pangan lokal sebagai sumber makanan bergizi juga didorong untuk memperkuat pemenuhan gizi keluarga.
Pesan itu mengemuka dalam Demo Masak Bahan Lokal Berbasis Pangan Bergizi untuk Mengatasi Stunting di Pendopo Kecamatan Rambipuji, Jember, Rabu 16 September 2026.
Kegiatan yang digelar bersama Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Jember tersebut diikuti Ketua TP PKK dan sekretaris TP PKK dari delapan desa se-Kecamatan Rambipuji.
Sekretaris Kecamatan Rambipuji Habib Salim membuka kegiatan mewakili Camat Rambipuji. Ia didampingi Pengawas Mutu Ketahanan Pangan Rahman Cahyono.
Dalam kegiatan itu, peserta tidak hanya mendapat edukasi, tetapi juga melihat langsung pengolahan bahan pangan yang mudah ditemukan di sekitar mereka. Talas, ikan lele, daun kelor, jagung, wortel, dan labu kuning diolah menjadi menu yang lebih menarik dan bernilai gizi.
Chef Riski Arif menjadi mentor dalam praktik tersebut. Ia memandu peserta membuat dua menu, yakni Onigiri Talas Ikan Lele dan Lumpur Surga Labu Kuning.
Onigiri Talas Ikan Lele memadukan talas dan ikan lele dengan wortel, daun kelor, telur, dan jagung manis. Sementara itu, Lumpur Surga menggunakan labu kuning sebagai bahan utama dengan tambahan santan, telur, gula, tepung terigu, dan bahan pelengkap lainnya.
Kreasi tersebut menunjukkan bahwa pangan lokal tidak harus disajikan secara konvensional. Dengan pengolahan dan penyajian yang tepat, bahan sederhana dapat menjadi makanan yang lebih menarik bagi keluarga, termasuk anak-anak.
Habib Salim menekankan pentingnya tindak lanjut setelah kegiatan. Pengetahuan yang diperoleh peserta diharapkan tidak berhenti di tingkat kecamatan, tetapi diterapkan dan diteruskan kepada masyarakat di desa masing-masing.
“Pengetahuan yang diperoleh para peserta diharapkan dapat diteruskan kepada masyarakat sehingga pangan lokal bisa dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung pemenuhan gizi keluarga,” kata Habib Salim.
Menurut dia, keterlibatan TP PKK desa penting untuk memperluas edukasi mengenai pemanfaatan pangan, pola konsumsi, dan penyediaan makanan bergizi di tingkat keluarga.
Kegiatan tersebut diharapkan mendorong setiap desa mengadaptasi resep dan konsep pengolahan sesuai potensi pangan setempat. Dengan begitu, edukasi gizi dapat lebih dekat dengan masyarakat sekaligus memberikan contoh konkret menu yang dapat dibuat dari bahan yang tersedia di lingkungan sekitar.
Dari talas dan lele lahir kreasi onigiri. Dari labu kuning tercipta Lumpur Surga. Pesan yang dibawa sederhana: pemenuhan gizi keluarga dapat dimulai dari bahan pangan yang tersedia di sekitar dan diolah secara kreatif.
Demo masak di Pendopo Kecamatan Rambipuji pun diarahkan bukan sekadar kegiatan seremonial. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan bergerak dari kecamatan ke delapan desa, lalu sampai ke dapur keluarga sebagai bagian dari upaya bersama mencegah stunting. (sai)