logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana

Perkuat Gerakan Orang Tua Asuh, Dinkes PPKB Satukan Langkah Percepat Penurunan Stunting

  • 29 Agustus 2026
  • Dibaca 21 Kali
Bagikan Via:
perkuat-gerakan-orang-tua-asuh-dinkes-ppkb-satukan-langkah-percepat-penurunan-stunting-20260831

Perkuat Gerakan Orang Tua Asuh, Dinkes PPKB Satukan Langkah Percepat Penurunan Stunting

JEMBER, 29 AGUSTUS 2026 – Upaya percepatan penurunan stunting di Kabupaten Jember terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor. Salah satunya dilakukan lewat penguatan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting), yang menjadi wadah untuk menyatukan pemahaman dan langkah dalam mendampingi keluarga sasaran.

Penguatan Genting digelar di UPT Balai Diklat KKB Jember, Jalan Kalimantan, Jumat 28 Agustus 2026. Kegiatan tersebut diikuti Kepala UPT Balai Diklat KKB Jember, penyuluh KB se-Kabupaten Jember, perwakilan kader, Bidang PPKBKS Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kabupaten Jember, Baznas Kabupaten Jember, Lazismu Kabupaten Jember, Direktur YPSM, Forum Genre Jember, serta operator SIGENTING Kabupaten Jember.

Genting merupakan salah satu gerakan yang didorong Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga) untuk mendukung percepatan penurunan stunting. Sasaran utamanya adalah keluarga pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yang mencakup ibu hamil, ibu menyusui, bayi di bawah dua tahun (baduta), dan balita.

Pendampingan pada kelompok tersebut diarahkan agar kebutuhan keluarga dapat terpenuhi secara lebih menyeluruh. Mulai dari pemenuhan gizi, dukungan kesehatan, hingga pengasuhan. Karena itu, keterlibatan berbagai unsur menjadi penting agar intervensi dapat dilakukan secara terpadu dan tidak berjalan sendiri-sendiri.

Kepala Subbagian Umum dan Kepegawaian sekaligus pembuka kegiatan, Nanang Andri Jatmiko, mengatakan penguatan Genting diperlukan untuk menyatukan langkah dalam menghadapi persoalan stunting di Jember.

“Kenapa Genting? Karena stunting di Kabupaten Jember masih tinggi. Jadi kami hari ini mengumpulkan teman-teman IPEKB untuk satu tujuan, yaitu upaya penurunan angka stunting di Kabupaten Jember,” ujarnya.

Menurut Nanang, percepatan penurunan stunting membutuhkan kerja bersama. Setiap unsur memiliki peran masing-masing, terutama dalam menjangkau keluarga sasaran dan memastikan pendampingan dapat dilakukan secara berkelanjutan di tingkat wilayah.

Semangat kolaborasi juga ditunjukkan lembaga sosial yang turut terlibat dalam memberikan dukungan kepada keluarga sasaran. Lazismu Kabupaten Jember, misalnya, menyampaikan bentuk intervensi yang dilakukan melalui pemberian bantuan ayam hidup.

Bantuan tersebut diharapkan memberikan manfaat yang tidak berhenti pada pemenuhan kebutuhan sesaat. Ayam yang dipelihara keluarga dapat berkembang biak dan menghasilkan telur yang bisa dimanfaatkan sebagai sumber pangan keluarga.

Pola bantuan tersebut sekaligus membuka peluang agar keluarga sasaran memiliki sumber pangan yang dapat dikembangkan secara mandiri. Dengan demikian, intervensi yang diberikan tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan gizi, tetapi juga berpotensi memberikan manfaat dalam jangka lebih panjang.

Melalui penguatan Genting, para pihak yang terlibat diharapkan memiliki pemahaman yang semakin selaras mengenai peran dan bentuk pendampingan yang dapat dilakukan. Koordinasi antara pemerintah, penyuluh, kader, lembaga sosial, dan unsur lainnya juga diharapkan semakin kuat ketika diterapkan di lapangan.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya memastikan keluarga pada periode 1.000 HPK memperoleh pendampingan sesuai kebutuhan. Dengan kolaborasi yang konsisten dan berkelanjutan, pencegahan stunting di Kabupaten Jember diharapkan semakin tepat sasaran sekaligus mampu memberikan manfaat nyata bagi keluarga. (nay)

Galeri Foto