logo ppid jember kim
Oleh : Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak Dan Keluarga Berencana

Penerbangan Jember–Bali Resmi Dibuka, Warga Kini Bisa Terbang Langsung Tanpa Transit

  • 06 Desember 2025
  • Dibaca 1029 Kali
Bagikan Via:
penerbangan-jember-bali-resmi-dibuka-warga-kini-bisa-terbang-langsung-tanpa-transit-20251206

Penerbangan Jember–Bali Resmi Dibuka, Warga Kini Bisa Terbang Langsung Tanpa Transit

Jember, 5 Desember 2025-Penerbangan Jember–Bali resmi dibuka hari ini, dan menjadi momen bersejarah bagi Kabupaten Jember. Untuk pertama kalinya, masyarakat bisa terbang langsung dari Jember menuju Denpasar tanpa harus transit ke kota lain. Penerbangan ini dioperasikan oleh Wings Air menggunakan pesawat ATR 72 berkapasitas 70 penumpang.

Sejak pagi, suasana bandara Notohadinegoro sudah terlihat lebih hidup. Banyak warga yang ingin mencoba rute baru ini karena dinilai jauh lebih cepat dibanding perjalanan darat atau laut yang biasanya memakan waktu sangat lama. Dengan pesawat, perjalanan kini hanya sekitar satu jam dua puluh menit.

Penerbangan langsung ini tersedia tiga kali seminggu pada hari Senin, Rabu, dan Jumat. Dari Denpasar, pesawat berangkat pukul 11.40 WITA dan tiba di Jember pukul 12.00 WIB. Setelah itu, pesawat kembali berangkat dari Jember pukul 13.00 WIB dan tiba di Bali pada 15.20 WITA. Harga tiketnya berkisar antara 460 ribu sampai 900 ribuan dan dapat dipesan dengan mudah melalui Bookcabin, Traveloka, Tiket.com, atau agen perjalanan lainnya.

Hadirnya penerbangan Jember–Bali membawa harapan besar bagi perkembangan Jember. Kini Jember tidak hanya lebih mudah dijangkau, tetapi juga semakin terhubung dengan Bali yang menjadi pusat pariwisata dan ekonomi Indonesia. Sebelumnya, Jember sudah memiliki penerbangan langsung ke Jakarta melalui Bandara Halim. Dengan demikian, Jember kini terhubung langsung dengan dua gerbang utama Indonesia sekaligus: Jakarta dan Bali.

Keberhasilan membuka rute ke dua bandara besar ini bukan hal yang sederhana. Pemerintah Kabupaten Jember harus melakukan lobi panjang dengan pemerintah pusat dan maskapai, apalagi Bandara Halim dan Ngurah Rai dikenal sebagai bandara tersibuk yang sulit dimasuki oleh rute baru.

Dengan adanya penerbangan langsung ini, banyak pihak berharap Jember semakin dikenal luas. Industri pariwisata di Jember, mulai dari Papuma, Teluk Love, Rembangan, hingga wisata kebun dan pegunungan, diyakini bisa semakin dilirik wisatawan. Selain itu, akses yang lebih mudah diharapkan mampu menggerakkan ekonomi lokal, membuka peluang usaha baru, dan meningkatkan kunjungan ke berbagai sentra UMKM.

Penerbangan ini juga diprediksi akan memberi dampak positif bagi Jember Fashion Carnaval (JFC). Dengan akses langsung dari Bali sebagai pintu masuk wisatawan mancanegara, JFC berpotensi kedatangan lebih banyak pengunjung dan dapat berkembang menjadi agenda internasional yang lebih besar lagi.

Selain pariwisata dan ekonomi kreatif, rute baru ini juga membuka peluang lebih luas bagi sektor pertanian, terutama tembakau, yang selama bertahun-tahun menjadi komoditas unggulan Jember. Konektivitas udara yang lebih baik dapat mempercepat mobilitas pelaku industri, mempermudah pertemuan bisnis, dan membantu promosi tembakau Jember ke pasar yang lebih luas. Selama ini, Jember dikenal sebagai salah satu daerah penghasil tembakau berkualitas, dan akses penerbangan yang lebih mudah membuat peluang kemitraan dengan industri rokok, eksportir, hingga pelaku riset pertanian semakin terbuka.

Dengan semua potensi itu, penerbangan Jember–Bali diharapkan bukan hanya mempermudah perjalanan, tetapi juga menjadi langkah penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, memperkuat pariwisata, meningkatkan daya tarik komoditas lokal seperti tembakau, serta membawa Jember semakin maju dan dikenal luas di tingkat nasional maupun internasional.

 

Galeri Foto