Tebing Sungai Longsor di Kaliwates Jember, Fondasi Rumah Kos Rusak dan 10 Kamar Tak Layak Huni
- 01 April 2026
- Dibaca 300 Kali
Bagikan Via:
Tebing Sungai Longsor di Kaliwates Jember, Fondasi Rumah Kos Rusak dan 10 Kamar Tak Layak Huni
JEMBER, 01 APRIL 2026 - Bencana tanah longsor terjadi di Jalan Harsoyo Gang Grimpika, Lingkungan Wonosari, Kelurahan Mangli, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Selasa 31 Maret 2026. Peristiwa ini mengakibatkan kerusakan pada pondasi sebuah rumah kos dan membuat 10 kamar tidak dapat digunakan sementara waktu.
Rumah kos yang terdampak diketahui milik Agung Budiman (49). Longsor terjadi pada tebing sepanjang 30 meter dengan tinggi mencapai 8 meter yang berada di dekat bangunan tersebut. Material longsoran merusak bagian pondasi bangunan yang posisinya paling dekat dengan bantaran sungai kecil.
Anggota Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Jember, Iwan Mujiartono, menjelaskan bahwa longsor dipicu oleh curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir. Kondisi tersebut menyebabkan tanah menjadi jenuh air dan kehilangan daya ikat.
“Selain itu, lokasi bangunan yang berada di dekat bantaran sungai juga memperparah kondisi. Debit air yang meningkat mengakibatkan erosi pada tebing, sehingga struktur tanah semakin lemah dan akhirnya longsor,” ujar Iwan, dalam keterangan yang dikutip, Rabu 01 April 2026.
Ia menambahkan, pergerakan tanah terjadi pada Selasa malam sekitar pukul 19.00 WIB, saat kondisi tanah sudah tidak mampu menahan beban. Material longsor kemudian menimpa bagian bangunan serta menutup sebagian aliran sungai di sekitar lokasi.
Sebagai langkah penanganan awal, TRC BPBD Jember bersama unsur terkait telah melakukan koordinasi, pemasangan garis pengaman (disaster line), serta memasang lima terpal untuk menutup area rawan longsor. Selain itu, penghuni kos telah dievakuasi dan dipastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.
“Kondisi saat ini relatif aman dan terkendali, namun tanah di sekitar tebing masih labil dan berpotensi terjadi longsor susulan, terutama jika hujan kembali turun,” kata Iwan.
BPBD juga mengimbau pemilik dan warga sekitar untuk tidak mendekati lokasi longsoran demi keselamatan. Sejumlah langkah lanjutan direkomendasikan, antara lain pemasangan bronjong atau talud permanen untuk memperkuat tebing, pembuatan saluran drainase, serta normalisasi aliran sungai yang tertutup material longsor.
Penanganan lebih lanjut akan dikoordinasikan dengan dinas terkait guna mencegah risiko bencana susulan. Warga di sekitar lokasi diminta tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu pergerakan tanah kembali.(tgh)