Penerjunan KKN Kolaboratif "Desa Cinta" di Jember untuk Atasi Kemiskinan
- 17 Juli 2025
- Dibaca 1370 Kali
Bagikan Via:
Penerjunan KKN Kolaboratif "Desa Cinta" di Jember untuk Atasi Kemiskinan
Sebanyak 3.078 mahasiswa dari 16 universitas, baik negeri maupun swasta, telah resmi diterjunkan dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif yang diberi nama "Desa Cinta". Kamis, 17/07/2025. Program ini memiliki tujuan untuk mewujudkan Desa Cerdas, Desa Inklusi, dan Desa Tangguh, dengan prioritas utama pada upaya penanggulangan kemiskinan ekstrem di wilayah Kabupaten Jember.
Bupati Jember Gus Fawait, dalam sambutannya kepada ribuan peserta KKN, menyoroti fakta bahwa Jember saat ini menduduki posisi kedua sebagai kabupaten dengan jumlah penduduk miskin terbanyak di Jawa Timur. Gus Fawait menjelaskan bahwa, "sebagian besar penduduk miskin di Jember bermukim di daerah pedesaan, seperti di sekitar perkebunan, hutan, dan pesisir. Data dari Kementerian Sosial juga mengonfirmasi bahwa Jember berada di peringkat kedua untuk tingkat kemiskinan ekstrem di Jawa Timur", ujarnya.
Gus Fawait menegaskan bahwa kemiskinan merupakan isu fundamental yang bertentangan dengan cita-cita negara untuk menciptakan kesejahteraan masyarakat. Kemiskinan yang berlangsung secara terus-menerus ini berkorelasi dengan tingginya kasus stunting, angka kematian ibu, dan angka kematian bayi di Kabupaten Jember," ungkapnya.
Oleh karena itu, Gus Fawait mengajak seluruh mahasiswa KKN Kolaboratif untuk berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Jember dalam mencari solusi kompleks masalah kemiskinan ini. Dalam jangka pendek, Pemerintah Kabupaten Jember akan terus menyalurkan bantuan sosial. Namun, Gus Fawait mengakui adanya kendala terkait data kemiskinan yang masih kurang akurat dan simpang siur. "Agar data kemiskinan seragam dan memastikan bantuan tersalurkan secara tepat sasaran, kami mengharapkan bantuan dari adik-adik mahasiswa KKN Kolaboratif untuk melakukan verifikasi data langsung di desa-desa tempat mereka bertugas," pinta Gus Fawait.
Untuk penanganan kemiskinan dalam jangka menengah, Pemerintah Kabupaten Jember berencana untuk membangun berbagai fasilitas infrastruktur, termasuk pengembangan jalur penerbangan Jember-Bali dan Jember-Jakarta, serta pembangunan jalan layang (flyover) yang dijadwalkan pada tahun 2026. Selain itu, Gus Fawait menekankan pentingnya jalur pendidikan sebagai instrumen utama dalam memberantas kemiskinan. Sebagai wujud nyata komitmen ini, Pemerintah Kabupaten Jember akan mengalokasikan beasiswa kepada 20.000 mahasiswa, yang merupakan jumlah terbesar sepanjang sejarah Kabupaten Jember, pungkasnya.