Penjaga Kebun Lihat Titik Api, Kebakaran Tebu 2 Hektare di Ledokombo Berhasil Dipadamkan Warga dan Petugas
- 04 September 2026
- Dibaca 5 Kali
Bagikan Via:
Penjaga Kebun Lihat Titik Api, Kebakaran Tebu 2 Hektare di Ledokombo Berhasil Dipadamkan Warga dan Petugas
JEMBER, 04 SEPTEMBER 2026 – Kepulan asap dan kobaran api tiba-tiba terlihat dari kawasan kebun tebu di Dusun Sumber Gadung RT 03/RW 19, Desa Slateng, Kecamatan Ledokombo, Kabupaten Jember, Jumat, 04 September 2026 sore. Penjaga kebun yang pertama kali melihat titik api langsung berupaya meminta bantuan setelah menyadari kobaran api semakin membesar dan menjalar tertiup angin.
Peristiwa tersebut diketahui sekitar pukul 17.30 WIB oleh Sadi alias P. Saeri, 55 tahun, penjaga kebun tebu. Saat melakukan pengecekan setelah melihat titik api, ia mendapati kobaran api sudah membesar dan mulai menjalar ke bagian lain lahan.
Angin yang bertiup cukup kencang membuat api bergerak dengan cepat dari satu bagian kebun ke bagian lainnya. Sadi kemudian memberitahukan kejadian tersebut kepada warga sekitar sebelum melaporkannya kepada Ragiel Bayu A, Kepala Dusun Sumber Gadung.
Laporan tersebut selanjutnya diteruskan kepada Muspika Ledokombo dan Unit Pemadam Kebakaran (PMK) Kecamatan Kalisat untuk mendapatkan penanganan.
Sekitar pukul 18.15 WIB, unsur Muspika Ledokombo bersama petugas PMK Kecamatan Kalisat tiba di lokasi. Petugas kemudian langsung berkoordinasi dengan masyarakat untuk melakukan upaya pemadaman dan mencegah api semakin meluas.
Keterbatasan akses terhadap seluruh titik api membuat masyarakat ikut mengambil peran dalam proses pemadaman. Warga bersama petugas menggunakan peralatan sederhana berupa ranting dan dahan pohon untuk melakukan metode gepyok, sekaligus membuat ilaran sebagai pembatas agar api tidak terus menjalar.
Sementara itu, petugas PMK berupaya menjangkau dan memadamkan titik-titik api yang dapat didekati menggunakan peralatan pemadam.
Kebakaran tersebut terjadi di lahan kebun tebu milik Yuhanes Suwito, warga Jalan Cumedak, Kecamatan Sumberjambe. Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 2 hektare, dengan kerugian materiil ditaksir kurang lebih Rp10 juta. Tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Saksi sekaligus penjaga kebun, Sadi alias P. Saeri, mengatakan kobaran api terlihat semakin membesar setelah dirinya menemukan titik api di area kebun.
“Saat melihat titik api, saya langsung mengecek. Ternyata api sudah membesar dan menjalar karena tertiup angin. Saya kemudian memberitahu warga dan melaporkan kejadian tersebut agar segera mendapat bantuan,” ujar Sadi.
Menurutnya, kondisi angin membuat proses pemadaman menjadi lebih sulit karena api dapat berpindah dengan cepat melalui daun-daun tebu yang kering.
Sementara itu, Kepala Dusun Sumber Gadung, Ragiel Bayu A, membenarkan bahwa laporan awal mengenai kebakaran diterimanya dari penjaga kebun. Ia kemudian segera meneruskan informasi tersebut kepada unsur Muspika agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin.
“Begitu mendapat informasi dari penjaga kebun, kami langsung meneruskan laporan kepada Muspika dan PMK. Warga juga ikut membantu karena api cukup cepat menjalar,” kata Ragiel.
Upaya pemadaman dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan lima personel Polsek Ledokombo, dua personel Koramil Ledokombo, dua personel Satpol PP Kecamatan Ledokombo, dua perangkat Desa Slateng, serta sekitar 20 warga di sekitar lokasi.
Setelah berjibaku selama beberapa jam, api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 20.17 WIB. Petugas dan masyarakat kemudian memastikan tidak terdapat titik api yang berpotensi kembali membakar area kebun.
Berdasarkan informasi awal di lapangan, titik api diduga berasal dari puntung rokok yang dibuang sembarangan dan mengenai daun tebu kering. Namun, penyebab tersebut masih berupa dugaan berdasarkan kondisi awal kejadian.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar tidak membuang puntung rokok sembarangan, terutama di kawasan lahan kering atau perkebunan yang memiliki material mudah terbakar. Kondisi angin juga dapat mempercepat penjalaran api apabila kebakaran tidak segera ditangani.
Hingga proses pemadaman selesai, situasi di Dusun Sumber Gadung, Desa Slateng, dinyatakan aman dan kondusif. Petugas bersama masyarakat tetap melakukan pemantauan di sekitar lokasi untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api. (bob)