Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW, PP Attanwir Ledokombo Ajak Jamaah Teladani Akhlak Rasulullah
- 07 September 2026
- Dibaca 4 Kali
Bagikan Via:
Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW, PP Attanwir Ledokombo Ajak Jamaah Teladani Akhlak Rasulullah
JEMBER, 07 SEPTEMBER 2026 — Ribuan jamaah menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar di Pondok Pesantren (PP) Attanwir, Dusun Sumbergadung, Desa Slateng, Kecamatan Ledokombo, Kabupaten Jember, Senin 07 September 2026.
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 12.00 WIB tersebut menjadi momentum penting bagi masyarakat untuk kembali mengenang kelahiran Nabi Muhammad SAW sekaligus memperkuat kecintaan kepada Rasulullah melalui keteladanan akhlak dan kehidupan sosial.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut dihadiri langsung oleh Pengasuh PP Attanwir KH. Zainul Wasik, penceramah KH. Malik Sanusi, serta Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Ledokombo Heri Lukman Hakim, S.Pd. yang hadir mewakili Camat Ledokombo. Suasana kegiatan berlangsung khidmat dengan diikuti sekitar 1.000 jamaah dari berbagai wilayah.
Sejak pagi, jamaah mulai berdatangan ke lokasi kegiatan. Antusiasme masyarakat menunjukkan bahwa peringatan Maulid Nabi tidak hanya menjadi agenda keagamaan, tetapi juga menjadi ruang silaturahmi sekaligus sarana memperkuat nilai-nilai kebersamaan di tengah masyarakat.
Dalam sambutannya, Heri Lukman Hakim, S.Pd., menyampaikan salam dan permohonan maaf dari Camat Ledokombo yang belum dapat hadir secara langsung. Ia menyampaikan apresiasi kepada keluarga besar PP Attanwir, panitia, para ulama, serta seluruh jamaah yang telah bersama-sama menyukseskan kegiatan tersebut.
Menurutnya, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW hendaknya tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk mengimplementasikan ajaran dan akhlak Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.
“Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW hendaknya menjadi momentum bagi kita semua untuk semakin mencintai Rasulullah. Namun, kecintaan tersebut harus diwujudkan dengan meneladani akhlak beliau, seperti kejujuran, kesabaran, kepedulian terhadap sesama, serta menjaga persaudaraan di tengah masyarakat,” ujar Heri dalam sambutannya.
Ia juga mengajak seluruh jamaah untuk menjaga kondusivitas wilayah Kecamatan Ledokombo dengan mengedepankan semangat gotong royong, toleransi, serta kepedulian sosial.
“Pemerintah tentu tidak dapat berjalan sendiri. Dukungan para ulama, tokoh masyarakat, pondok pesantren dan seluruh elemen masyarakat sangat penting dalam membangun kehidupan masyarakat yang aman, rukun dan sejahtera,” lanjutnya.
Sementara itu, dalam ceramahnya, KH. Malik Sanusi mengajak jamaah untuk menjadikan kehidupan Nabi Muhammad SAW sebagai pedoman dalam membangun karakter pribadi dan kehidupan bermasyarakat.
Ia menekankan bahwa Rasulullah SAW merupakan teladan dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari hubungan manusia dengan Allah SWT, hubungan dalam keluarga, hingga hubungan sosial dengan sesama manusia.
Menurutnya, salah satu pesan penting dari kelahiran Nabi Muhammad SAW adalah perubahan manusia menuju kehidupan yang lebih baik. Karena itu, momentum Maulid seharusnya mendorong setiap muslim melakukan introspeksi terhadap perilaku dan kehidupannya.
“Jangan hanya memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW, tetapi mari kita hidupkan sunnah dan akhlak beliau dalam kehidupan kita. Rasulullah mengajarkan kejujuran, kasih sayang, kesabaran, amanah dan kepedulian kepada sesama,” pesan KH. Malik Sanusi di hadapan jamaah.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga lisan, menghormati orang tua dan guru, mempererat hubungan antarsesama, serta tidak mudah terpecah akibat perbedaan di tengah masyarakat.
Di hadapan sekitar 1.000 jamaah, KH. Malik Sanusi juga menekankan bahwa kemajuan kehidupan umat tidak hanya ditentukan oleh aspek material, tetapi juga oleh kualitas akhlak dan moral masyarakat.
“Kalau ilmu bertambah tetapi akhlak tidak bertambah, maka ilmu tersebut belum memberikan manfaat yang sempurna. Karena Rasulullah SAW hadir untuk menyempurnakan akhlak manusia,” tuturnya.
Pesan tersebut mendapat perhatian jamaah yang mengikuti rangkaian kegiatan dengan khidmat. Pembacaan shalawat, tausiyah, serta doa bersama menjadi bagian dari rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di PP Attanwir.
Di sisi lain, Camat Ledokombo Roni Herman Baza, AP, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan keagamaan tersebut. Meskipun tidak dapat hadir secara langsung dan diwakili Sekcam Ledokombo, ia berharap peringatan Maulid Nabi dapat memberikan dampak positif bagi kehidupan sosial masyarakat.
“Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW merupakan momentum untuk memperkuat keimanan sekaligus mempererat ukhuwah. Pemerintah Kecamatan Ledokombo sangat mengapresiasi kegiatan yang melibatkan masyarakat dalam jumlah besar seperti ini, terlebih ketika diisi dengan pesan-pesan tentang akhlak, persaudaraan dan kepedulian sosial,” ujar Camat Ledokombo.
Ia menambahkan, keberadaan pondok pesantren dan para ulama memiliki peran strategis dalam membangun sumber daya manusia yang tidak hanya memiliki pengetahuan, tetapi juga memiliki karakter dan akhlak yang baik.
“Semoga nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW dapat terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga tercipta masyarakat Ledokombo yang semakin religius, guyub, aman dan saling menghormati,” imbuhnya.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di PP Attanwir akhirnya ditutup dengan doa bersama. Kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi mampu meninggalkan pesan dan semangat bagi seluruh jamaah untuk menjadikan akhlak Rasulullah SAW sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan.
Di tengah dinamika kehidupan masyarakat yang terus berkembang, pesan tentang kejujuran, persaudaraan, kesabaran, kasih sayang dan kepedulian terhadap sesama dinilai tetap relevan. Dari momentum Maulid inilah, kecintaan kepada Rasulullah diharapkan tidak hanya terucap melalui lantunan shalawat, tetapi juga tercermin dalam sikap dan perilaku sehari-hari.(yus)