Piton 2,5 Meter Muncul di Tengah Kebakaran Lahan Gumuk Antirogo, Lurah Imbau Warga Waspada
- 05 September 2026
- Dibaca 14 Kali
Bagikan Via:
Piton 2,5 Meter Muncul di Tengah Kebakaran Lahan Gumuk Antirogo, Lurah Imbau Warga Waspada
JEMBER, 05 SEPTEMBER 2026 – Kepanikan warga di sekitar lahan gumuk Kelurahan Antirogo, Kecamatan Sumbersari, Jember, Jumat 04 September malam, tak hanya dipicu kobaran api. Saat petugas berjibaku memadamkan kebakaran lahan, seekor ular piton berukuran lebih dari 2,5 meter tiba-tiba muncul dari balik semak dan vegetasi yang terbakar. Kemunculan ular berukuran besar itu sontak membuat suasana di lokasi semakin mencekam.
Ular tersebut diduga keluar dari persembunyiannya karena habitatnya terganggu kobaran api. Kemunculannya membuat warga yang berada di sekitar lokasi memilih menjaga jarak. Petugas BPBD Kabupaten Jember yang berada di lokasi kemudian berupaya menangkap dan mengamankan ular tersebut agar tidak membahayakan warga maupun petugas yang sedang melakukan pemadaman.
Proses penangkapan tidak berlangsung mudah. Medan lahan yang dipenuhi semak, rumpun bambu, ranting, dan dedaunan kering membuat pergerakan petugas harus dilakukan secara hati-hati. Warga bersama staf Kelurahan Antirogo turut membantu petugas BPBD dalam proses evakuasi ular.
Sejumlah unsur tiga pilar juga berada di lokasi untuk membantu pengamanan. Kehadiran Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta unsur kelurahan membantu mengondisikan warga agar tidak mendekati area penangkapan.
Petugas BPBD akhirnya berhasil menguasai ular tersebut. Piton berukuran lebih dari 2,5 meter itu kemudian diamankan oleh petugas untuk penanganan lebih lanjut.
Kemunculan piton tersebut terjadi saat petugas tengah menangani kebakaran lahan milik warga di Jalan Merpati Indah, RT 01/RW 10, Lingkungan Jambuan, Kelurahan Antirogo. Kebakaran menghanguskan sekitar 2.000 meter persegi lahan yang dipenuhi vegetasi kering.
Material yang terbakar antara lain rumpun bambu, ranting, dan dedaunan kering. Kobaran api sempat membesar sehingga warga melaporkan kejadian tersebut kepada BPBD dan pemadam kebakaran.
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Jember bersama petugas Damkar kemudian diterjunkan ke lokasi. Pemadaman dilakukan menggunakan penyemprotan air, sedangkan personel BPBD membantu secara manual pada bagian lahan yang sulit dijangkau.
Di tengah proses pemadaman itulah ular piton ditemukan. Kondisi tersebut menambah tantangan petugas karena selain harus memastikan api benar-benar padam, mereka juga harus mengantisipasi keberadaan satwa liar yang keluar akibat kebakaran.
Jajaran Kelurahan Antirogo ikut turun ke lokasi. Staf kelurahan bersama warga membantu memberikan informasi mengenai kondisi medan sekaligus mendukung proses pengamanan di sekitar lokasi.
Lurah Antirogo Teguh Tri Laksono, SE, MM, menyampaikan apresiasi terhadap koordinasi seluruh unsur dalam penanganan kejadian tersebut. Menurut dia, kerja sama antara kelurahan, BPBD, tiga pilar, dan masyarakat sangat dibutuhkan ketika menghadapi situasi darurat yang berkembang di lapangan.
“Kelurahan sangat mendukung koordinasi antara BPBD, staf kelurahan, tiga pilar, dan masyarakat. Dengan kerja sama yang baik, bukan hanya kebakaran yang bisa ditangani, tetapi situasi lain seperti munculnya ular juga dapat segera diamankan sehingga tidak membahayakan warga,” ujar Teguh.
Setelah proses penanganan berlangsung, api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 20.50 WIB. Petugas juga memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi menimbulkan kebakaran susulan.
Sementara ular piton yang berhasil ditangkap telah diamankan petugas BPBD Jember. Penanganan satwa tersebut dilakukan setelah ular berhasil dievakuasi dari kawasan lahan yang terbakar.
Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bagi warga agar meningkatkan kewaspadaan ketika terjadi kebakaran lahan, terutama di kawasan yang masih memiliki vegetasi lebat dan menjadi habitat satwa liar. Warga diminta tidak melakukan penangkapan sendiri apabila menemukan ular berukuran besar dan segera melaporkannya kepada petugas terkait. (dan)