Rembuk Stunting Ampel Jadi Bahan Penyusunan RKPDes 2027
- 16 September 2026
- Dibaca 17 Kali
Bagikan Via:
Rembuk Stunting Ampel Jadi Bahan Penyusunan RKPDes 2027
JEMBER, 16 SEPTEMBER 2026 – Pemerintah Desa Ampel, Kecamatan Wuluhan, bersama lintas sektor menggelar Rembuk Stunting sebagai bagian dari penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) Tahun 2027. Forum tersebut membahas kondisi kesehatan ibu dan anak serta kebutuhan intervensi yang dapat menjadi prioritas dalam perencanaan pembangunan desa.
Kegiatan berlangsung di Balai Desa Ampel, Selasa, 15 September 2026, mulai pukul 09.00 WIB. Rembuk dihadiri Kepala UPT Puskesmas Lojejer beserta jajaran, Kasi Pemberdayaan Masyarakat dan Kesejahteraan Sosial (PMKS) Kecamatan Wuluhan Heryani, S.E., Kepala Desa Ampel beserta jajaran, pendamping desa dan pendamping lokal desa, kader Rumah Desa Sehat (RDS), ketua RT dan RW, serta modin.
Kepala Puskesmas Lojejer dr. Yayak Hendarini menyampaikan, upaya pencegahan masalah kesehatan ibu dan anak perlu dilakukan secara berkelanjutan dan dimulai sejak sebelum masa kehamilan. Salah satu upaya yang dilakukan ialah pemberian tablet tambah darah (TTD) kepada remaja di sekolah.
Pemberian TTD kepada remaja, khususnya remaja putri, menjadi salah satu langkah untuk mencegah anemia. Upaya tersebut juga berkaitan dengan persiapan kesehatan calon ibu sehingga risiko masalah kesehatan pada masa kehamilan dapat ditekan.
Berdasarkan data yang dibahas dalam rembuk, terdapat 101 ibu hamil di Desa Ampel. Sebanyak 64 orang masuk kategori ibu hamil risiko tinggi, sedangkan 10 orang tercatat mengalami kekurangan energi kronis (KEK).
Selain itu, jumlah balita di Desa Ampel tercatat sebanyak 1.079 anak. Dalam pemantauan pertumbuhan, terdapat 22 balita dengan kondisi berat badan di bawah garis merah (BGM) dan 56 balita yang masuk kategori BGT.
Kasi PMKS Kecamatan Wuluhan Heryani, S.E. mengatakan, rembuk stunting merupakan forum yang penting untuk membahas persoalan kesehatan masyarakat sekaligus menyusun langkah yang dapat mendukung peningkatan kualitas hidup warga.
“Rembuk stunting ini adalah program untuk kebaikan masyarakat dan juga program yang mendukung cita-cita Pemerintah Kabupaten Jember untuk menurunkan, bahkan mengentaskan stunting,” kata Heryani.
Sementara itu, Kepala Desa Ampel berpesan kepada kader RDS agar tetap sabar dalam menjalankan aturan yang ada. Kekompakan dan kesamaan tujuan juga ditekankan agar seluruh pihak dapat bekerja bersama dalam mendukung program pembangunan dan kesehatan masyarakat di Desa Ampel.
Hasil pembahasan dalam rembuk selanjutnya menjadi bahan penyusunan RKPDes Desa Ampel Tahun 2027. Data mengenai kondisi ibu hamil dan pertumbuhan balita akan menjadi bagian dari pertimbangan dalam menentukan kebutuhan serta prioritas program desa.
Melalui forum tersebut, pemerintah desa bersama tenaga kesehatan, pendamping, kader, dan unsur masyarakat dapat menyelaraskan langkah dalam perencanaan program kesehatan ibu dan anak untuk pelaksanaan pembangunan desa pada 2027. (riz)