Respons Cepat Dinkes dan Puskesmas Jember, Mengawal Kesehatan Warga di Saat Genting Bencana
- 18 Desember 2025
- Dibaca 501 Kali
Bagikan Via:
Respons Cepat Dinkes dan Puskesmas Jember, Mengawal Kesehatan Warga di Saat Genting Bencana
Jember, 16 Desember 2025
Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Jember pada Senin (15/12/2025) sore membawa duka bagi sebagian warga. Curah hujan tinggi yang berlangsung cukup lama menyebabkan banjir dan longsor di sejumlah titik, merusak rumah warga, fasilitas umum, serta memaksa sebagian masyarakat mengungsi ke tempat yang lebih aman. Di tengah situasi darurat tersebut, kehadiran tenaga kesehatan menjadi harapan dan penguat bagi warga terdampak. Sejak laporan bencana diterima, Tim Kluster Penanganan Bencana Dinas Kesehatan Kabupaten Jember bersama Tim Reaksi Cepat (TRC) Puskesmas bergerak cepat menuju lokasi terdampak. Dengan membawa perlengkapan medis dan logistik kesehatan, para petugas memastikan bahwa kebutuhan dasar layanan kesehatan bagi warga pengungsi dan masyarakat terdampak tetap terpenuhi.
Langkah awal yang dilakukan adalah Rapid Health Assessment (RHA) untuk memetakan kondisi kesehatan masyarakat, potensi risiko penyakit, serta kebutuhan layanan kesehatan di lapangan. Asesmen cepat ini menjadi dasar penting dalam menentukan jenis intervensi kesehatan yang paling dibutuhkan, terutama di lokasi pengungsian dan wilayah yang sulit dijangkau akibat banjir dan longsor. Tidak hanya membuka pelayanan kesehatan statis di titik-titik pengungsian, tim Dinas Kesehatan dan Puskesmas juga mengoperasikan layanan kesehatan mobile melalui Puskesmas Keliling. Dengan menyusuri daerah terdampak, tenaga kesehatan memberikan pemeriksaan, pengobatan dasar, layanan kegawatdaruratan ringan, serta pendampingan bagi kelompok rentan seperti balita, ibu hamil, lansia, dan penyandang disabilitas. Sentuhan humanis para petugas, yang tak lelah menyapa dan menenangkan warga, menjadi kekuatan tersendiri di tengah situasi sulit. Sebagai upaya pencegahan penyakit pascabanjir, tim kesehatan turut melakukan pemberian kaporit untuk penjernihan air bersih, sekaligus edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan sanitasi. Deteksi dini potensi wabah penyakit seperti diare, ISPA, penyakit kulit, dan leptospirosis juga terus dilakukan secara aktif, bekerja sama dengan kader kesehatan di tingkat desa dan kelurahan.
Koordinasi lintas sektor menjadi kunci dalam penanganan bencana ini. Dinas Kesehatan dan Puskesmas bersinergi dengan pemerintah desa, BPBD, relawan, serta unsur masyarakat untuk memastikan respons kesehatan berjalan terpadu dan berkelanjutan. Peran kader kesehatan di lapangan sangat membantu dalam pemantauan kondisi warga dan pelaporan cepat jika ditemukan masalah kesehatan yang membutuhkan penanganan lebih lanjut. Kehadiran mereka bukan hanya membawa obat dan layanan medis, tetapi juga harapan, empati, dan rasa aman bagi warga yang terdampak bencana. aaMari kita doakan bersama seluruh warga Jember yang terdampak banjir dan longsor agar diberikan kekuatan, kesehatan, dan kesabaran. Semoga kondisi segera pulih dan kehidupan masyarakat kembali normal.